Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Usai Indomaret Tutup Massal, Karyawan Buka Suara Ungkap Faktanya

Shinta Nurma Ababil • Minggu, 7 Juni 2026 | 14:23 WIB
Gerai Indomaret
Gerai Indomaret

JP Radar Kediri - Tutupnya jaringan minimarket waralaba, Indomaret, pada 31 Mei hingga 1 Juni 2026 masih jadi perbincangan hangat publik.

Penutupan ini disebut-sebut sebagai kebijakan perusahaan lantaran belum adanya titik temu perihal kesepakatan lembur antara perusahaan dengan buruh Indomaret saat masuk di hari libur nasional.

Tak hanya lembur di hari libur nasional, melainkan juga lembur overtime yang turut tak dibayar.

Baca Juga: Usai Heboh Penutupan Indomaret Secara Massal, Pengelola Buka Suara soal Kehadiran Kopdes Merah Putih

Salah satu karyawan Indomaret di Kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Liya, yang telah bekerja dari tahun 2019 dikutip dari Jawapos.com.

“(Saat ini) sudah tidak ada lagi lemburan perjamnya. Pengen kayak dulu lagi lemburan dibayar (baik itu lemburan hari libur nasional ataupun lemburan overtime),” kata Liya, Selasa (2/6).

Terkait lemburan hari libur nasional, dia menjelaskan bahwa perusahaan menginginkan lemburan diganti dengan hari libur. Sementara itu, buruh Indomaret tetap berkeinginan lemburan diganti dengan pembayaran upah.

Baca Juga: Viral Ribuan Gerai Indomaret Tutup Massal: Ini Penyebab dan Duduk Perkaranya!

“Ini sedang dalam kebijakan perusahaan (mekanisme lembur). Terkait lemburan yang tidak dibayar, untuk sekarang kebanyakan dari buruh Indomaret tidak sepakat dengan lemburan diganti libur, karena di dalam UU aturan lemburan harus dibayarkan. Makanya mungkin untuk sistem sekarang beberapa Indomaret diliburkan di tanggal merah,” ungkap dia.

Liya juga bercerita mengenai mekanisme stock opname (SO) pada Indomaret. Jika memang terdapat barang yang hilang, maka 80 persen beban barang hilang ditanggungkan ke karyawan.

“SOP di dalam perusahaan sudah diajarkan, tentang menerima barang dengan teliti, melihat kondisi toko saat ramai, mengecek barang dengan alat yang sudah disediakan di perusahaan. Perusahaan menanggung 20 persen atas barang hilang,” ungkapnya.

Menurutnya, di Indomaret sendiri memiliki jam kerja yang relatif normal dengan waktu kerja 8 jam. Adapun karyawan dibagi menjadi dua shift untuk bergantian menjaga minimarket dari pukul 07.00-22.00 WIB.

“Kebetulan tokoku Indomaret point, barangnya sedikit lebih banyak ke produk khusus. Sebagai leader, SOP di tanda tangan kontrak sudah jelas 8 jam kerja lalu pulang, tidak ada loyalitas di toko aku,” tukasnya.

Editor : Shinta Nurma Ababil
#tutup #indomaret #karyawan #media sosial #Indomart