Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Viral Presiden Prabowo Instruksikan Siswa Belajar Bahasa Prancis Hingga Portugis, Begini Tanggapan Pendidik

Shinta Nurma Ababil • Jumat, 29 Mei 2026 | 14:16 WIB
Presiden Prabowo
Presiden Prabowo

JP Radar Kediri - Pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menginstruksikan agar siswa di sekolah mempelajari bahasa Prancis hingga Portugis memantik respons dari kalangan pendidik. 

Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G) menilai, pernyataan tersebut sebaiknya tidak ditafsirkan sebagai rencana kebijakan pendidikan baru, melainkan sebatas pemanis dalam hubungan internasional.

Koordinator Nasional P2G, Satriwan Salim, memandang ucapan Kepala Negara itu sebagai bentuk diplomasi untuk mempererat hubungan dengan negara-negara sahabat.

Baca Juga: Ada Cacing Hati di Sapi Kurban Presiden Prabowo di Kabupaten Kediri, DKPP Kota dan Kabupaten Kediri Periksa Penyembelihan Hewan Kurban

“Pernyataan Pak Prabowo itu kami di P2G lebih memaknainya sebagai basa-basi diplomasi saja untuk membangun jalinan keeratan hubungan diplomatik dengan negara sahabat, dalam hal ini Prancis,” katanya saat dihubungi, Jumat (29/5) dikutip dari Jawapos.

Menurut Satriwan, pola komunikasi serupa juga terlihat ketika Presiden Prabowo berbicara dalam konteks hubungan bilateral dengan Portugal. Dari sanalah kemudian muncul wacana untuk memasukkan bahasa-bahasa tersebut ke dalam kurikulum sekolah.

Bahasa Asing Sudah Lama Masuk Kurikulum Nasional

Satriwan menegaskan, jika melihat kondisi riil di lapangan, pengajaran bahasa asing selain bahasa Inggris sebenarnya bukan barang baru di Indonesia. Bahasa asing sudah lama memegang posisi dalam struktur kurikulum nasional, khususnya pada jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA) dan sederajat.

Sejak era Kurikulum 2006, Kurikulum 2013, hingga Kurikulum Merdeka yang berlaku saat ini, bahasa asing di luar bahasa Inggris telah tersedia sebagai mata pelajaran pilihan.

Baca Juga: Respon Istana Soal Kehalalan Sapi Kurban Presiden Prabowo yang Gunakan Dana APBN

"Bahasa Inggris itu mata pelajaran wajib, sama seperti bahasa Indonesia, PPKN, pendidikan agama, dan olahraga. Sedangkan bahasa asing lain sifatnya pilihan dan sudah ada dalam struktur kurikulum nasional Indonesia yang existing," jelasnya.

Sejumlah bahasa asing yang selama ini jamak diajarkan di berbagai sekolah tanah air antara lain:

Bahasa Prancis

Bahasa Jerman

Bahasa Arab

Bahasa Mandarin

Bahasa Jepang

Bahasa Korea

Bahasa Belanda

Baca Juga: Heboh Presiden Prabowo Kurban 1.098 Ekor Sapi  Pakai APBN, Begini Hukumnya Menurut Islan

Realitas di Sekolah Jadi Bukti

Guna memperkuat argumentasinya, Satriwan membagikan pengalaman pribadinya saat mengenyam pendidikan di sebuah SMA negeri di Bogor pada awal tahun 2000-an. Saat itu, sekolahnya sudah memfasilitasi pelajaran bahasa Jerman di samping bahasa Inggris.

Praktik pengajaran ragam bahasa asing ini juga tersebar luas di berbagai daerah, termasuk di Jakarta.

"Di Jakarta misalnya, ada SMA Negeri yang menggunakan bahasa Jerman, ada yang bahasa Arab, ada yang bahasa Jepang. Di tempat saya mengajar sekarang juga menggunakan bahasa Jepang, sebelumnya bahasa Prancis," paparnya.

Oleh karena itu, P2G kembali menggarisbawahi bahwa pernyataan Presiden Prabowo lebih condong pada ekspresi politik luar negeri. "Bukan hal yang baru yang disampaikan Pak Presiden, karena struktur kurikulum nasional Indonesia sudah sekitar 20 tahun memasukkan secara eksplisit mata pelajaran bahasa asing," tandas Satriwan.

Hingga berita ini diturunkan, upaya konfirmasi telah dilakukan kepada Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Fajar Riza Ul Haq, guna mendapatkan penjelasan lebih lanjut mengenai arah kebijakan dari pernyataan Presiden Prabowo tersebut. Namun, pihak kementerian belum memberikan respons resmi.

Editor : Shinta Nurma Ababil
#bahasa #Presiden Prabowo #sekolah #guru