Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Pencairan Bansos PKH BPNT 2026 Tembus 70 Persen, Cek Daftar Daerah dan Penyebab Saldo Belum Cair

Shinta Nurma Ababil • Rabu, 20 Mei 2026 | 13:42 WIB
Ilustrasi Penyaluran Bansos PKH BPNT
Ilustrasi Penyaluran Bansos PKH BPNT

JP Radar Kediri — Proses pendistribusian Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) senilai Rp600 ribu untuk alokasi tiga bulan (April, Mei, Juni 2026) serta Program Keluarga Harapan (PKH) susulan terus dikebut. Hingga Selasa, 19 Mei 2026, realisasi penyaluran bantuan sosial (bansos) tersebut dilaporkan telah mencapai sekitar 70 persen di berbagai wilayah Indonesia.

Kementerian Sosial (Kemensos) RI mengoptimalkan pembagian bansos Tahap 2 ini secara bertahap melalui Bank Penyalur Himpunan Bank Milik Negara (Himbara). Kendati demikian, sebagian Keluarga Penerima Manfaat (KPM) terpantau masih harus mengantre menunggu giliran pencairan lanjutan.

Hasil pemantauan langsung pada sistem Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) menunjukkan adanya dinamika data yang menguntungkan bagi sejumlah warga. Sistem secara otomatis melakukan perluasan kepesertaan melalui validasi baru.

Bagi warga yang mendapati transfer dananya sedikit terlambat, Kemensos meminta untuk tidak panik. Hal tersebut terjadi karena data sedang berada pada status "Berhasil Cek Rekening" di aplikasi Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial Next Generation (SIKS-NG). 

Baca Juga: Bansos PKH BPNT Tahap 2 Mei 2026 Cair Rp600 Ribu Melalui KKS Bank BNI, Ini Prioritas Kelompok Desil Kemensos

Keterlambatan ini justru menjadi indikasi kuat bahwa KPM tersebut akan menerima dana ganda atau rapel begitu bank penyalur menurunkan anggaran belanja bansos.

Di sisi lain, Kemensos mengambil langkah tegas dengan mencoret sekitar 600 ribu penerima bansos dari daftar DTKS. Keputusan ini diambil setelah kementerian melakukan integrasi dan pencocokan data (cross-check) bersama lembaga penegak hukum terkait.

Ratusan ribu penerima manfaat tersebut kedapatan menyalahgunakan dana bantuan pemerintah untuk aktivitas game online terlarang (judi online). Akibat pelanggaran berat ini, hak kepesertaan mereka resmi dihentikan secara permanen.

Kemensos mengumumkan bahwa alokasi anggaran yang kosong tersebut langsung dialihkan kepada masyarakat miskin lain yang dinilai lebih membutuhkan dan memenuhi kriteria regulasi bantuan sosial.

Baca Juga: Bansos PKH BPNT Tahap 2 Hari Ini, Perubahan Status di SIKS-NG dan Kriteria Ini Jadi Acuan Penerima

Daftar Wilayah Pencairan Bansos Lewat Bank BNI

Percepatan distribusi paling signifikan terpantau melalui Bank BNI. Memasuki pertengahan Mei 2026, saldo bantuan mulai meluas masuk ke Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) di wilayah-wilayah berikut:

Jawa Barat & Banten: Kabupaten Cirebon, Indramayu, Bekasi, Bandung, Sukabumi, Karawang, Bandung Barat, Kuningan, dan Kota Tangerang.

Jawa Tengah & DIY: Kabupaten Pemalang, Magelang, Bantul, Klaten, Wonosobo, Sragen, Wonogiri, Tegal, dan Rembang.

Jawa Timur: Kabupaten Malang, Probolinggo, Tuban, Kediri, Lamongan, Bojonegoro, Pasuruan, Ngawi, Pamekasan, Gresik, Bondowoso, Jombang, Ponorogo, Banyuwangi, Mojokerto, Blitar, Sidoarjo, dan Lumajang.

Daftar Wilayah Pencairan Bansos Lewat Bank Mandiri

Bank Mandiri juga mempercepat top-up saldo bansos susulan guna menjangkau KPM yang belum ter-cover pada gelombang awal, meliputi area:

Jawa Barat & Banten: Kabupaten Bogor, Garut, Ciamis, Pandeglang, dan Serang.

Jawa Tengah & DIY: Kabupaten Brebes, Banyumas, Cilacap, Kebumen, Gunungkidul, Jepara, Sleman, dan Kendal.

Jawa Timur: Kabupaten Jember dan Sumenep.

Sumatera: Kabupaten Lampung Timur, Lampung Utara, Tanggamus, Ogan Komering Ilir (OKI), Ogan Komering Ulu (OKU) Timur, OKU, Simalungun, Serdang Bedagai, Musi Rawas, Pesawaran, Way Kanan, Rokan Hilir, Rokan Hulu, Batubara, Kepulauan Meranti, dan Pesisir Selatan.

Sulawesi & Kalimantan: Kabupaten Bone, Luwu, Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), serta Kabupaten Landak.

Baca Juga: Daftar Bansos Cair per 18 Mei 2026: Cek PKH Tahap 2, BPNT, BLT Desa, dan PIP Lewat HP

Alasan Saldo KKS Bank BRI Masih Kosong

Bagi KPM pemegang KKS Bank BRI yang mengeluhkan saldo belum bertambah, hal ini disebabkan oleh faktor teknis antrean sistem. Berdasarkan pantauan aplikasi SIKS-NG milik pendamping sosial, status pencairan Bank BRI sebenarnya sebagian besar sudah menunjukkan SI (Standing Instruction).

"Di sistem aplikasi SIKS-NG milik pendamping sosial, status untuk Bank BRI sebagian besar sudah SI (Standing Instruction)," ujar narator kanal YouTube Info Bansos, Rabu (20/5/2026).

Status SI mengonfirmasi bahwa Kemensos telah menerbitkan instruksi pemindahbukuan dana ke pihak bank. Namun, mengingat jumlah penerima bansos melalui Bank BRI merupakan yang terbesar di Indonesia, proses transfer dilakukan dalam beberapa gelombang termin antrean internal perbankan.

Editor : Shinta Nurma Ababil
#Bansos Tahap 2 #pkh #bpnt #bansos pkh bpnt #bansos