JP Radar Kediri - Film dokumenter berjudul Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita karya Dandhy Laksono dan Cypri Dale mendadak viral lantaran acara nobar yang digelar justru dibubarkan.
Film ini mengangkat isu sensitif soal proyek pembangunan di Papua Selatan.
Pesta Babi merupakan film dokumenter investigatif yang membahas konflik lahan, masyarakat adat, hingga keterlibatan aparat dalam proyek strategis nasional (PSN).
Dhandy Dwi Laksono sebagai penggarap film ini, menghasilnya cerita dengan durasi total sekitar 95 menit atau 1 jam 35 menit.
Baca Juga: Intip Cerita Film Zona Merah, Para Zombi yang Syuting di Bandara Dhoho hingga Hutan Satak
Film Pesta Babi Tentang Apa?
Film Pesta Babi mengambil latar di wilayah Papua Selatan, terutama di Merauke, Boven Digoel, dan Mappi.
Fokus utamanya adalah kehidupan masyarakat adat seperti suku Marind, Awyu, Yei, dan Muyu yang disebut kehilangan tanah dan ruang hidup akibat ekspansi proyek perkebunan tebu, sawit, hingga food estate.
Film dokumenter tersebut menggambarkan bagaimana hutan-hutan adat dibuka untuk proyek bioetanol dan ketahanan pangan dalam skala besar.
Baca Juga: Crocodile Tears Tayang 7 Mei 2026, Film Psikologis Indonesia yang Sudah Keliling 30 Festival Dunia
Di sisi lain, masyarakat lokal merasa tersingkir dari tanah leluhur mereka sendiri.
Narasi yang dibangun film ini cukup keras karena menyebut situasi tersebut sebagai bentuk “kolonialisme modern” atas Papua. Film juga menyoroti dugaan militerisasi dalam pengamanan proyek-proyek investasi di kawasan tersebut.
Salah satu simbol penting dalam film adalah pemasangan “salib merah” oleh warga adat sebagai bentuk penolakan terhadap perusahaan dan penguasaan lahan.
Untuk mendapatkan berita- berita terkini Jawa Pos Radar Kediri , silakan bergabung di saluran WhatsApp " Radar Kediri ". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : Shinta Nurma Ababil