JP Radar Kediri – Progres penyaluran bantuan sosial (Bansos) oleh Kementerian Sosial menunjukkan kabar menggembirakan.
Terbaru, sebanyak 475.821 keluarga penerima manfaat (KPM) ditetapkan sebagai penerima bansos baru untuk triwulan II 2026 untuk bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT/Sembako).
Informasi tersebut disampaikan Pusat Data dan Informasi Kesejahteraan Sosial (Pusdatin Kesos) Kementerian Sosial (Kemensos) melalui akun Instagram resminya.
“Sebanyak 475.821 KPM baru yang diusulkan melalui desa/kelurahan/dinsos dan aplikasi cek bansos ditetapkan sebagai penerima bansos triwulan II,” tulis @pusdatinkesos, Rabu (6/5/2026).
Baca Juga: Surat Pencairan Bansos Sudah Turun! PKH BPNT Mei Tahap 2 Sudah SI di 4 Bank Himbara Ini
Dalam percepatan penyalurannya, Kemensos juga menggandeng Dewan Ekonomi Nasional (DEN) untuk mempercepat implementasi penyaluran bantuan sosial (bansos) secara digital.
"Insya Allah dengan digitalisasi bansos, sebagaimana harapan Presiden, (penyaluran) bansos kita akan tepat sasaran, diterima oleh mereka yang berhak," kata Menteri Sosial Saifullah Yusuf di Jakarta, Kamis dikutip dari Antaranews.
Digitalisasi penyaluran bansos ini bertujuan agar penyaluran bantuan sosial bisa dilakukan lebih tepat sasaran.
"Inilah saya kira hal yang paling penting, di mana semua dimulai dari kejujuran dan keterbukaan data," kata Saifullah Yusuf.
Ia mengatakan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 4 Tahun 2025 tentang Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) yang kemudian ditindaklanjuti dengan digitalisasi penyaluran bansos yang dimotori oleh DEN diharapkan bisa segera menghadirkan data kemiskinan yang lebih akurat.
Sementara Ketua Dewan Ekonomi Nasional Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan bahwa dalam mengembangkan digitalisasi penyaluran bansos ini, pihaknya didukung dengan teknologi kecerdasan buatan.
"Kita di-support dengan AI. Dan software-nya itu dibuat oleh putra-putri Indonesia. Saya bentuk tim kecil untuk membuat itu dan ternyata bisa," kata Luhut Binsar Pandjaitan.
Saat ini, digitalisasi bansos telah mulai diterapkan di 42 kabupaten di Indonesia.
Baca Juga: Update Pencairan Bansos PKH BPNT per 6 Mei 2026, Bank Ini Cair Lebih Dulu!
Cara Cek Desil Bansos Lewat Website
-
Buka browser di HP, lalu kunjungi cekbansos.kemensos.go.id
-
Masukkan NIK sesuai KTP
-
Isi kode verifikasi (captcha)
-
Klik "Cari Data"
Sistem akan menampilkan status kepesertaan bansos termasuk informasi desil yang tercatat atas namamu.
Cara Cek Desil Bansos Lewat Aplikasi Cek Bansos
-
Unduh aplikasi "Cek Bansos" di Play Store atau App Store
-
Daftar akun dengan data diri sesuai KTP
-
Verifikasi identitas dengan swafoto sambil memegang KTP
-
Login, lalu buka menu Profil
Aplikasi ini memberikan informasi yang lebih lengkap dibanding website, termasuk fitur untuk mengajukan pembaruan data secara mandiri.
Baca Juga: Kabar Gembira! Saldo PKH BPNT Tahap 2 April Sudah Masuk? Ini Hasil dan Cara Cek Bansos
Cara Menurunkan Desil Bansos Jika Tidak Sesuai Kondisi Nyata
Jika posisi desilmu terasa tidak mencerminkan kondisi ekonomi keluargamu yang sebenarnya, ada tiga jalur yang bisa ditempuh untuk mengajukan perbaikan.
1. Melalui Aplikasi Cek Bansos
Cara paling praktis dan bisa dilakukan langsung dari HP adalah sebagai berikut.
-
Buka aplikasi "Cek Bansos"
-
Login atau buat akun baru
-
Pilih menu usulan atau pembaruan data
-
Isi informasi terbaru sesuai kondisi yang sebenarnya
2. Datang ke Kantor Desa atau Kelurahan
Siapkan KTP dan Kartu Keluarga yang masih berlaku, lalu datangi kantor desa atau kelurahan terdekat.
Sampaikan permohonan pembaruan data DTSEN kepada petugas, mereka akan membantu proses input melalui sistem SIKS-NG. Bisa juga dilakukan melalui pendamping sosial yang bertugas di wilayahmu.
3. Ikuti Proses Verifikasi Lapangan
Setelah pengajuan dilakukan, perubahan tidak terjadi secara otomatis. Prosesnya meliputi verifikasi data administrasi, survei langsung ke rumah oleh petugas, dan penilaian ulang kondisi ekonomi keluarga.
Proses ini membutuhkan waktu, tapi merupakan langkah yang tidak bisa dilewati demi memastikan data yang diperbarui benar-benar akurat.
Baca Juga: Update Bansos PKH per 26 April 2026, Cek Penyebab 11.014 KPM Dicoret dari Penerima
Pastikan Data Ini Sudah Benar di Sistem
Selain mengajukan pembaruan desil, pastikan juga beberapa data berikut sudah tercatat dengan tepat karena semuanya berpengaruh pada penilaian ekonomi keluargamu di sistem.
-
Alamat tempat tinggal sesuai kondisi terkini
-
Status pekerjaan kepala keluarga
-
Jumlah anggota keluarga dalam satu KK
-
Kondisi rumah dan kepemilikan aset
-
Status anak sekolah yang menjadi komponen PKH
Baca Juga: Update Bansos PKH BPNT Tahap 2 Hari Ini, 25.665 Penerima Datanya Sudah Masuk Sejak 10 April
Untuk mendapatkan berita- berita terkini Jawa Pos Radar Kediri , silakan bergabung di saluran WhatsApp " Radar Kediri ". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : Shinta Nurma Ababil