JP Radar Kediri – Penyaluran Bantuan Sosial (Bansos) Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) Tahap 2 untuk periode April–Juni 2026 membawa paradigma baru.
Setelah melalui proses ground check yang ketat, Kemensos menemukan keluarga yang selama ini luput dari bantuan. Total sebanyak 25.665 keluarga kini resmi masuk dalam Desil 1–4.
Artinya, puluhan ribu warga baru ini memiliki peluang besar untuk segera mendapatkan kucuran bansos. Sementara itu, 1.511 keluarga lainnya terdeteksi masuk di Desil 5–10, sehingga tidak dimasukkan dalam daftar penerima manfaat.
"Untuk yang merasa keberatan tentu diperbolehkan, salurannya sudah kita siapkan. Dengan harapan disertai bukti sehingga bisa kami nilai untuk kelanjutannya," tegas Gus Ipul.
Baca Juga: Update Bansos 24 April 2026, PKH-BPNT Tahap 2 Sudah Muncul di SIKS-NG, KPM Lama dan Baru Segera Cek!
Proses validitas kini jauh lebih ketat karena data DTSEN telah terintegrasi langsung dengan Ditjen Dukcapil Kemendagri.
Hal ini bertujuan untuk meminimalisir kesalahan data manual dan menjaga transparansi bantuan pada Triwulan II 2026.
Disamping kabar gembira tersebut, pemerintah kini mulai menggeser fungsi bansos dari sekadar bantuan konsumtif menjadi instrumen pemberdayaan ekonomi yang produktif.
Langkah strategis ini bertujuan agar bantuan tersebut dapat menjadi fondasi awal bagi kemandirian ekonomi masyarakat, sekaligus memutus rantai ketergantungan terhadap bantuan negara dalam jangka panjang.
Penyaluran tahap kedua tahun ini tetap difokuskan untuk menjaga daya beli jutaan Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Namun, terdapat dorongan kuat agar dana tersebut tidak habis hanya untuk kebutuhan harian.
Pemerintah mulai mengarahkan agar KPM mengalokasikan sebagian bantuan sebagai modal usaha kecil-kecilan di tingkat rumah tangga, seperti:
Sektor Perdagangan: Modal jualan pulsa atau warung sembako kecil.
Sektor Peternakan: Pembelian bibit unggas atau hewan ternak skala kecil.
Sektor Jasa: Pembelian alat pendukung usaha jasa sederhana.
Untuk mendapatkan berita- berita terkini Jawa Pos Radar Kediri , silakan bergabung di saluran WhatsApp " Radar Kediri ". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : Shinta Nurma Ababil