JP Radar Kediri – Sinyal dibukanya pendaftaran CPNS 2026 menjadi hal yang menggembirakan bagi para jutaan masyarakat tanah air.
Beberapa sinyal itu muncul dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) yang mengungkapkan ,sekitar 160 ribu hingga 166 ribu aparatur sipil negara (ASN) tiap tahunnya pensiun, termasuk sepanjang tahun lalu hingga 2026.
Sehingga untuk mengisi kekosongan posisi dari ASN yang pensiun itu, maka pemerintah berencana menggelar proses rekrutmen calon aparatur sipil negara alias CASN, termasuk untuk formasi CPNS ataupun PPPK.
"Setiap tahun ya sekitar 160.000-166.000 lah yang pensiun, termasuk juga yang di tahun 2025 kemarin. Nah, itu berarti kalau kita menggunakan prinsip zero growth, ya berarti yang 160.000 itulah yang akan kami rekrut," kata Deputi Bidang SDM Aparatur Kementerian PANRB, Jumat (13/03/2026).
Tak hanya itu, kemunculan surat bernomor B/1553/M.SM.01.00/2026 oleh MenPAN-RB juga menjadi perhatian tersendiri disamping impian dibukanya pendaftaran CPNS 2026.
Dalam keterangannya, Menteri Rini menyampaikan bahwa penyusunan kebutuhan ASN harus mengacu pada berbagai regulasi yang berlaku, di antaranya
-Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023 tentang Aparatur Sipil Negara,
-Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2017 tentang Manajemen PNS yang telah diubah melalui Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2020,
-Peraturan Pemerintah Nomor 49 Tahun 2018 tentang Manajemen PPPK.
Informasi yang beredar menyebutkan bahwa pendaftaran CPNS tahun ini akan dibuka sekitar Juli hingga Agustus 2026.
Berdasarkan seleksi CPNS di tahun sebelum-sebelumnya, seleksi biasanya dibuka pada pertengahan hingga akhir tahun. Oleh karena itu, banyak yang memperkirakan pendaftaran CPNS 2026 berpotensi dimulai pada semester kedua tahun 2026, meskipun tanggal pastinya masih menunggu keputusan resmi dari pemerintah.
Baca Juga: CPNS 2026 Lulusan SMA/Sederajat: Prediksi Formasi, Peluang, Gaji dan Jadwalnya
CPNS Bea Cukai 2026 untuk 380 Formasi
Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) di bawah Kementerian Keuangan resmi memberikan angin segar bagi para lulusan sekolah menengah atas (SMA) sederajat.
Pada seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2026, instansi ini mengalokasikan kuota sebanyak 300 formasi khusus untuk lulusan SMA guna memperkuat pengawasan di garda terdepan pabean Indonesia.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menekankan bahwa kebijakan ini diambil untuk memenuhi kebutuhan mendesak personel teknis yang siap terjun langsung di lapangan, mulai dari pelabuhan, bandara, hingga wilayah perbatasan.
Berbeda dengan posisi manajerial yang memerlukan latar belakang sarjana, Bea Cukai membutuhkan tenaga operasional yang tangguh untuk tugas-tugas lapangan.
Personel ini nantinya akan bertugas dalam pengawasan dan pelayanan kepabeanan yang menuntut kesigapan fisik dan dedikasi tinggi di titik-titik krusial arus barang internasional.
"Kami membutuhkan tenaga di level teknis lapangan yang benar-benar siap bekerja secara operasional," ujar Menkeu Purbaya dalam keterangannya.
Baca Juga: Update Pendaftaran CPNS 2026 Prediksi 160 Ribu Formasi Menanti, Cek Jadwal dan Kategori Prioritas
Prediksi Formasi: Dari Guru Hingga Lulusan SMA
Meskipun kuota pasti belum diketok palu, pemerintah diprediksi akan tetap memprioritaskan sektor-sektor strategis, di antaranya:
Pendidikan: Guru, dosen, dan tenaga kependidikan.
Kesehatan: Dokter, perawat, dan tenaga medis lainnya.
Teknis & Pelayanan Publik: Tenaga IT dan administrasi pemerintahan.
Lulusan SMA/SMK: Tetap memiliki peluang emas untuk formasi teknis seperti penjaga tahanan (sipir), pengamat Gunung Api/BMKG, hingga petugas karantina.
Prediksi 15 Instansi Sepi Peminat
Sembari menunggu pengumuman resmi dan berlatih soal-soal CAT (Computer Assisted Test), Anda bisa mulai menyusun strategi pendaftaran. Salah satu trik terbaik adalah melamar di kementerian atau lembaga yang terbukti "sepi peminat" pada seleksi sebelumnya.
Minimnya pelamar biasanya disebabkan oleh formasi yang sedikit, syarat jurusan yang terlalu spesifik, atau lokasi penempatan yang kurang populer.
Berdasarkan data BKN pada seleksi CPNS sebelumnya, berikut adalah 15 instansi pusat dengan jumlah pendaftar (hingga tahap submit) yang relatif minim:
Kemenko PMK: 385 pendaftar (133 submit).
BRIN (Badan Riset dan Inovasi Nasional): 485 pendaftar (334 submit).
KemenPAN-RB: 474 pendaftar (401 submit).
Setjen Komnas HAM: 507 pendaftar (448 submit).
Setjen MPR: 548 pendaftar (490 submit).
BPIP (Badan Pembinaan Ideologi Pancasila): 886 pendaftar (769 submit).
Setjen Wantannas: 896 pendaftar (820 submit).
Setjen Komisi Yudisial: 1.045 pendaftar (890 submit).
BNPT (Badan Nasional Penanggulangan Terorisme): 1.010 pendaftar (941 submit).
BIG (Badan Informasi Geospasial): 1.208 pendaftar (1.009 submit).
BNN (Badan Narkotika Nasional): 1.224 pendaftar (376 submit).
Kemenko Polhukam: 1.459 pendaftar (1.287 submit).
Setjen DPD: 1.937 pendaftar (1.838 submit).
LKPP: 2.231 pendaftar (1.976 submit).
KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi): 3.967 pendaftar (1.619 submit).
Syarat Umum Pendaftaran
Merujuk pada regulasi terbaru (Permen PAN-RB No. 6 Tahun 2024), berikut adalah syarat umum yang wajib dipenuhi:
Warga Negara Indonesia (WNI), memiliki KTP yang sah.
Usia minimal 18 tahun dan maksimal 35 tahun pada saat pendaftaran (beberapa jabatan spesifik bisa hingga 40 tahun).
Tidak pernah dipidana penjara dengan putusan tetap 2 tahun atau lebih.
Tidak pernah diberhentikan dengan hormat tidak atas permintaan sendiri atau tidak dengan hormat sebagai PNS, TNI, Polri, atau karyawan swasta.
Tidak menjadi anggota atau pengurus partai politik.
Harus sesuai dengan jabatan yang dilamar.
Prediksi Formasi dan Kuota.
Untuk mendapatkan berita- berita terkini Jawa Pos Radar Kediri , silakan bergabung di saluran WhatsApp " Radar Kediri ". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : Shinta Nurma Ababil