JP Radar Kediri – Disamping kabar gembira soal pencairan bantuan sosial (bansos) tahap 2 April 2026, Kementerian Sosial (Kemensos) mencoret 11 ribu lebih penerima bansos tahap ini.
Ribuan nama Keluarga Penerima Manfaat (KPM) resmi dihapus dari daftar penerima, sementara puluhan ribu lainnya justru baru saja bergabung.
Pembersihan ini dilakukan melalui pemutakhiran Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) Volume 2. Fokus utamanya adalah mengeliminasi kesalahan sasaran agar anggaran negara benar-benar menyentuh warga yang membutuhkan.
Total sebanyak 11.014 resmi dicoret lantaran tidak memenuhi kriteria atau kondisi ekonominya telah membaik.
Menteri Sosial, Saifullah Yusuf (Gus Ipul), menyebutkan bahwa pergeseran data ini adalah langkah wajar dalam birokrasi bansos yang sehat.
"Ada yang sebelumnya tidak menerima, sekarang menerima. Dan ada yang selama ini menerima tetapi masuk ke inclusion error, sehingga tidak menerima lagi. Jadi memang data ini dinamis," ujar Gus Ipul dalam konferensi pers di kantor Kemensos, Senin (13/4).
Sementara di tengah pencoretan tersebut, Kemensos juga menemukan keluarga yang selama ini luput dari bantuan.
Setelah melalui proses ground check yang ketat, sebanyak 25.665 keluarga kini resmi masuk dalam Desil 1–4.
Baca Juga: Cek Bansos PKH BPNT Tahap 2 Cair Minggu Ketiga April 2026, Segera Cek Status Sekarang
Artinya, puluhan ribu warga baru ini memiliki peluang besar untuk segera mendapatkan kucuran bansos. Sementara itu, 1.511 keluarga lainnya terdeteksi masuk di Desil 5–10, sehingga tidak dimasukkan dalam daftar penerima manfaat.
"Untuk yang merasa keberatan tentu diperbolehkan, salurannya sudah kita siapkan. Dengan harapan disertai bukti sehingga bisa kami nilai untuk kelanjutannya," tegas Gus Ipul.
Proses validitas kini jauh lebih ketat karena data DTSEN telah terintegrasi langsung dengan Ditjen Dukcapil Kemendagri.
Hal ini bertujuan untuk meminimalisir kesalahan data manual dan menjaga transparansi bantuan pada Triwulan II 2026.
Memasuki bulan April ini, penyaluran telah masuk periode triwulan II yang berlangsung hingga Juni 2026.
Meski belum ada tanggal resmi, pencairan bansos April 2026 diperkirakan mulai dilakukan pada minggu ketiga.
Hal ini sejalan dengan percepatan pemutakhiran data penerima yang menjadi dasar penyaluran bantuan.
Baca Juga: Kabar Gembira! Bansos April 2026 Cair PKH BPNT, Hingga PIP, Lengkap dengan Daerahnya
"Biasanya data (DTSEN) itu kita terima pada tanggal 20 di setiap triwulan I, triwulan II, dan triwulan III. Tapi alhamdulillah ini kita majukan untuk kita terima tanggal 10, nanti 10 April dan seterusnya. Jadi setiap tanggal 10 nanti kami terima dan hasil pemutakhiran itu yang akan kami jadikan pedoman untuk menyalurkan bansos setiap bulannya," Ujar Gus Ipul, di Kantor Kementerian Sosial, Jakarta Pusat, Rabu (1/4/2026) malam.
Dengan percepatan tersebut, penyaluran bansos dapat dilakukan lebih cepat setelah data diterima dan diverifikasi. Mengacu informasi yang dilansir detikNews, pencairan bansos PKH dan BPNT memang dijadwalkan mulai berjalan pada minggu ketiga April 2026.
"Mungkin nanti di atas tanggal 10-lah ya. Jadi minggu ketiga mungkin. Kita mulai minggu ketiga bulan April ini," ujar Gus Ipul di kantor Kemensos.
Cara Update Data DTSEN secara Mandiri
Bagi warga yang ingin melakukan pembaruan data atau koreksi status desil, ada dua jalur resmi yang bisa ditempuh:
1. Lewat Aplikasi Cek Bansos (Online)
Unduh aplikasi Cek Bansos di Play Store atau App Store.
Lakukan registrasi menggunakan NIK dan nomor KK.
Pilih fitur "Usul Pembaruan" untuk mengubah data ekonomi terbaru.
Lengkapi formulir dan tunggu proses verifikasi tim teknis.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di saluran WhatsApp "Radar Kediri". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : Shinta Nurma Ababil