JP Radar Kediri – Semua pendaftar CPNS tentu memiliki harapan yang sama, yakni lolos seleksi dan bisa menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN).
Sehingga, persaingan antar peserta diprediksi akan tetap sengit di tahun 2026 ini.
Meski pemerintah belum memberikan pengumuman resmi, namun beberapa sinyal dari pemerintah memberikan angin segar. Tak heran, jutaan pelamar mulai berburu informasi mengenai pola seleksi agar tidak mencuri start dengan sia-sia.
Terlebih lulus passing gradenampaknya juga belum tentu menjamin posisi kamu aman.
Baca Juga: Kini Muncul Bocoran Jadwal Pendaftaran CPNS 2026, Lengkap dengan Dokumen Persyaratannya
Perlu dicatat bahwa persaingan tahun ini diprediksi akan jauh lebih ketat. Mengetahui alur seleksi bukan sekadar tentang belajar soal, tetapi juga memahami sistem gugur yang berlaku di setiap tahapnya.
1. Seleksi Administrasi: Gerbang Utama yang Sering Meremehkan
Banyak peserta gugur justru di tahap awal karena ketidaktelitian. Seleksi administrasi adalah proses verifikasi dokumen digital yang mencakup ijazah, KTP, hingga transkrip nilai.
Tips Utama: Pastikan format dan ukuran file sesuai instruksi. Kesalahan kecil seperti dokumen yang buram atau salah unggah bisa membuat Anda gugur "sebelum bertanding." Teliti kembali setiap persyaratan khusus pada formasi yang Anda pilih.
Baca Juga: Tes CPNS Apa Saja? Ini Tahapan, Passing Grade, dan Penjelasan Lengkapnya
2. Seleksi Kompetensi Dasar (SKD): Bukan Sekadar Ambang Batas
Setelah lolos administrasi, peserta akan menghadapi ujian berbasis komputer atau Computer Assisted Test (CAT). SKD terbagi menjadi tiga komponen utama dengan standar nilai minimal (passing grade) yang berbeda:
TWK (Tes Wawasan Kebangsaan): Menguji pemahaman terhadap Pancasila, UUD 1945, dan NKRI.
TIU (Tes Intelegensia Umum): Mengukur kemampuan logika, analisis verbal, dan numerik.
TKP (Tes Karakteristik Pribadi): Menilai etika kerja, integritas, dan kepribadian pelamar.
Peringatan Penting: Perlu dipahami bahwa sekadar melampaui passing grade tidak menjamin Anda lolos ke tahap berikutnya. Sesuai aturan, hanya peserta dengan peringkat terbaik—biasanya tiga kali lipat dari jumlah kuota formasi—yang berhak melaju ke tahap selanjutnya.
3. Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) dan Integrasi Nilai
Peserta yang masuk dalam peringkat teratas SKD akan diuji kemampuan teknisnya pada tahap SKB. Materi ujian di tahap ini sangat spesifik, tergantung pada jabatan yang dilamar. Formasinya bisa berupa tes kemampuan teknis, wawancara mendalam, hingga unjuk praktik kerja.
Tahap Akhir: Penetapan NIP
Perjuangan berakhir pada tahap integrasi nilai. Skor akhir Anda merupakan gabungan dari nilai SKD dan SKB dengan bobot tertentu (umumnya SKB memiliki bobot lebih besar, yakni 60%).
Jika akumulasi nilai Anda berada di posisi puncak sesuai kuota, Anda akan masuk ke tahap pemberkasan, pengisian Daftar Riwayat Hidup (DRH), hingga akhirnya resmi mendapatkan Nomor Induk Pegawai (NIP).
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di saluran WhatsApp "Radar Kediri". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : Shinta Nurma Ababil