JP Radar Kediri - Rencana pembentukan puluhan ribu Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih di seluruh Indonesia membuka peluang kerja yang sangat besar, terutama bagi masyarakat berpenghasilan rendah yang selama ini bergantung pada bantuan sosial (bansos).
Program kolaborasi antara Kementerian Sosial (Kemensos) dan Kementerian Koperasi (Kemenkop) ini diproyeksikan mampu menyerap hingga 1,4 juta penerima manfaat Program Keluarga Harapan (PKH) sebagai tenaga kerja baru di tingkat desa dan kelurahan.
Target tersebut dihitung berdasarkan asumsi rata-rata 15–18 tenaga kerja di setiap koperasi, dengan proyeksi pembentukan 80 ribu Kopdes Merah Putih di seluruh Indonesia.
Harapan Keluar dari Desil 1 dan 2
Menteri Koperasi Ferry Juliantono menyatakan bahwa kesempatan ini diharapkan menjadi solusi nyata bagi masyarakat yang berada di lapisan ekonomi paling bawah agar memiliki sumber penghasilan yang lebih tetap dan berkelanjutan.
"Harapannya nanti setelah jadi anggota koperasi, mereka bisa mendapatkan sisa hasil usaha yang akan menambah pendapatan, sehingga mereka nanti diharapkan bisa keluar dari kelompok di Desil 1 dan Desil 2," ujar Ferry.
Selain penghasilan rutin dari pekerjaan, anggota koperasi juga berhak mendapatkan bagian dari Sisa Hasil Usaha (SHU) yang dibagikan secara berkala, menjadi manfaat ekonomi tambahan di luar penghasilan utama mereka.
Baca Juga: Cara Cek Bansos Lewat HP Tanpa Antre, Cukup Modal NIK!
Berbagai Posisi Pekerjaan Tersedia
Lapangan kerja yang disediakan tidak terpaku pada satu jenis pekerjaan saja. Dalam operasional koperasi, dibutuhkan berbagai peran mulai dari tenaga distribusi, pengelola logistik, hingga fungsi-fungsi pendukung lainnya.
Wakil Menteri Koperasi Farida Farichah menyampaikan bahwa detail skema pekerjaan masih dalam tahap penyusunan, termasuk penentuan posisi yang akan ada di setiap koperasi.
"Kita masih sedang membuat skemanya, yang pasti nanti ada driver, tentu saja karena ada mobil dan lain sebagainya, ada satpam, ada penjaga gudangnya dan lain sebagainya, ini masih proses pematangan," kata Farida.
Prioritas Usia Produktif, Ada Pelatihan Dulu
Tidak semua penerima PKH langsung bisa masuk. Kemensos dan Kemenkop akan berkoordinasi memetakan keluarga penerima PKH mana saja yang berpotensi masuk Kopdes, dengan prioritas bagi mereka yang berusia produktif sesuai kapasitas dan kemampuan masing-masing.
Sebelum terjun sebagai tenaga kerja, mereka yang terpilih akan dilatih terlebih dahulu sesuai peruntukkannya. Misalnya, yang akan menjadi pengemudi akan mendapat pelatihan mengemudi, begitu pula yang menjadi petugas kebersihan akan dibekali pelatihan agar dapat bekerja dengan standar yang baik.
Baca Juga: Bansos PKH BPNT Tahap 2 April Cair: Cek Penerima, Nominal, dan Tanggalnya
Strategi Kurangi Ketergantungan pada Bansos
Dari sisi sosial, program ini dipandang sebagai pendekatan baru yang lebih bermartabat dalam mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap bantuan pemerintah.
Alih-alih hanya menerima bantuan, masyarakat kini diajak berpartisipasi aktif dalam kegiatan ekonomi yang menghasilkan barang dan jasa.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menegaskan bahwa keterlibatan ini merupakan bagian dari strategi pemberdayaan yang lebih berkelanjutan.
"Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih ini adalah bagian dari pemberdayaan keluarga penerima manfaat, termasuk memberikan kesempatan untuk bekerja di dalamnya," ujar Gus Ipul.
Menurutnya, ukuran keberhasilan sebuah program tidak semata-mata dilihat dari jumlah bantuan yang disalurkan, melainkan dari perubahan nyata kondisi ekonomi penerima yang mulai mampu berdiri sendiri.
Jika berjalan sesuai rencana, Kopdes Merah Putih tidak hanya akan menjadi tempat berkembangnya usaha komunitas, tetapi juga menjadi motor penggerak penciptaan lapangan kerja berbasis masyarakat yang tersebar luas di berbagai wilayah Indonesia.
Baca Juga: Alhamdulillah! Bansos PKH BPNT Tahap 2 April Cair, Cek Status di SIKS-NG
Untuk mendapatkan berita- berita terkini Jawa Pos Radar Kediri , silakan bergabung di saluran WhatsApp " Radar Kediri ". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : Shinta Nurma Ababil