JP Radar Kediri – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memberikan kabar terbaru terkait aktivitas tektonik di wilayah Maluku Utara pasca-gempa besar berkekuatan Magnitudo 7,6 yang mengguncang pada 2 April 2026 lalu.
Berdasarkan hasil analisis statistik terbaru, BMKG memprediksi bahwa rangkaian gempa susulan akan terus meluruh dan stabil sepenuhnya dalam kurun waktu 2 hingga 3 minggu ke depan.
Kepala BMKG menyatakan bahwa frekuensi gempa susulan menunjukkan tren penurunan yang konsisten.
Meskipun pada beberapa hari pertama pasca-gempa utama jumlah gempa susulan sempat melonjak, saat ini intensitasnya mulai berkurang secara bertahap.
Baca Juga: Potensi Karhutla 2026 Meningkat, BMKG Ingatkan Ancaman Kekeringan dan Lonjakan Hotspot
Sebelumnya, gempa utama terjadi pada Kamis, 2 April 2026 pukul 05.48 WIB. Episenter gempa terletak di laut pada jarak 129 km arah Tenggara Bitung, Sulawesi Utara (wilayah Pulau Batang Dua, Ternate) dengan kedalaman 33 km.
Gempa ini sempat memicu peringatan dini tsunami sebelum akhirnya dinyatakan berakhir pada hari yang sama setelah pemantauan kenaikan muka air laut tidak menunjukkan ancaman destruktif.
BMKG tetap mengingatkan masyarakat bahwa sifat gempa susulan selama masa peluruhan ini akan bersifat fluktuatif.
Artinya, terkadang dalam sehari frekuensi bisa sangat rendah, namun sesekali mungkin masih terjadi getaran yang dirasakan.
Baca Juga: BMKG Warning! Musim Kemarau 2026 Diprediksi Lebih Kering dan Panjang, El Nino Mengancam
Secara umum, magnitudo gempa susulan tidak akan melebihi gempa utama (M7,6).
Mengapa Gempa Susulan Terus Terjadi?
Secara ilmiah, fenomena gempa susulan atau aftershocks adalah bagian dari proses re-ekuilibrium atau pencarian keseimbangan baru di kerak bumi. Bayangkan sebuah penggaris plastik yang ditekuk hingga patah.
Sesaat setelah patahan utama terjadi, akan ada serpihan-serpihan kecil atau penyesuaian posisi pada bagian yang retak sebelum benar-benar stabil kembali. Begitu pula dengan lempeng tektonik.
Gempa utama berkekuatan M7,6 telah melepaskan energi yang sangat besar dan mengubah distribusi tegangan (stress) di sepanjang jalur patahan.
Gempa-gempa kecil yang terjadi setelahnya merupakan cara alami bumi untuk merapikan" sisa-sisa tegangan tersebut dan menggeser batuan ke posisi yang lebih stabil.
Imbauan untuk Masyarakat
BMKG mengimbau warga di wilayah Maluku Utara dan Sulawesi Utara untuk tetap tenang namun waspada. Berikut adalah beberapa himbauan dari bmkg:
- Masyarakat dilarang memasuki atau berada di dekat bangunan yang sudah memiliki kerusakan struktur atau retakan signifikan untuk menghindari risiko runtuhan akibat gempa susulan.
- Warga wajib menjauhi kawasan perbukitan atau lereng yang rawan longsor, mengingat kondisi tanah yang tidak stabil setelah guncangan besar.
- Masyarakat diminta untuk mempelajari dan mempraktikkan prosedur evakuasi mandiri yang benar sebagai langkah perlindungan utama.
- Tetap tenang dan tidak mudah terpicu oleh informasi yang tidak jelas sumbernya. Pastikan hanya memercayai berita yang berasal dari kanal resmi.
- Selalu perbarui informasi mengenai aktivitas seismik melalui kanal komunikasi resmi BMKG
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di saluran WhatsApp "Radar Kediri". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : Shinta Nurma Ababil