Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Update BMKG: Gempa Susulan M7,6 di Maluku Utara Mulai Menurun, Diprediksi Reda dalam 2-3 Minggu

Khansa Dhiya Ramadhania • Kamis, 9 April 2026 | 18:50 WIB
BMKG Prediksi Gempa Susulan Maluku Utara Menurun (Sumber: infobmkg)
BMKG Prediksi Gempa Susulan Maluku Utara Menurun (Sumber: infobmkg)

JP Radar Kediri – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memberikan kabar terbaru terkait aktivitas tektonik di wilayah Maluku Utara pasca-gempa besar berkekuatan Magnitudo 7,6 yang mengguncang pada 2 April 2026 lalu.

Berdasarkan hasil analisis statistik terbaru, BMKG memprediksi bahwa rangkaian gempa susulan akan terus meluruh dan stabil sepenuhnya dalam kurun waktu 2 hingga 3 minggu ke depan.

Kepala BMKG menyatakan bahwa frekuensi gempa susulan menunjukkan tren penurunan yang konsisten.

Meskipun pada beberapa hari pertama pasca-gempa utama jumlah gempa susulan sempat melonjak, saat ini intensitasnya mulai berkurang secara bertahap.

Baca Juga: Potensi Karhutla 2026 Meningkat, BMKG Ingatkan Ancaman Kekeringan dan Lonjakan Hotspot

Sebelumnya, gempa utama terjadi pada Kamis, 2 April 2026 pukul 05.48 WIB. Episenter gempa terletak di laut pada jarak 129 km arah Tenggara Bitung, Sulawesi Utara (wilayah Pulau Batang Dua, Ternate) dengan kedalaman 33 km.

Gempa ini sempat memicu peringatan dini tsunami sebelum akhirnya dinyatakan berakhir pada hari yang sama setelah pemantauan kenaikan muka air laut tidak menunjukkan ancaman destruktif.

BMKG tetap mengingatkan masyarakat bahwa sifat gempa susulan selama masa peluruhan ini akan bersifat fluktuatif.

Artinya, terkadang dalam sehari frekuensi bisa sangat rendah, namun sesekali mungkin masih terjadi getaran yang dirasakan.

Baca Juga: BMKG Warning! Musim Kemarau 2026 Diprediksi Lebih Kering dan Panjang, El Nino Mengancam

Secara umum, magnitudo gempa susulan tidak akan melebihi gempa utama (M7,6).

Mengapa Gempa Susulan Terus Terjadi?

Secara ilmiah, fenomena gempa susulan atau aftershocks adalah bagian dari proses re-ekuilibrium atau pencarian keseimbangan baru di kerak bumi. Bayangkan sebuah penggaris plastik yang ditekuk hingga patah.

Sesaat setelah patahan utama terjadi, akan ada serpihan-serpihan kecil atau penyesuaian posisi pada bagian yang retak sebelum benar-benar stabil kembali. Begitu pula dengan lempeng tektonik.

Gempa utama berkekuatan M7,6 telah melepaskan energi yang sangat besar dan mengubah distribusi tegangan (stress) di sepanjang jalur patahan.

Gempa-gempa kecil yang terjadi setelahnya merupakan cara alami bumi untuk merapikan" sisa-sisa tegangan tersebut dan menggeser batuan ke posisi yang lebih stabil.

Baca Juga: Update Gempa M7,6 Guncang Pulau Batang Dua Ternate, BMKG Resmi Akhiri Peringatan Dini Tsunami Maluku Utara

Imbauan untuk Masyarakat

BMKG mengimbau warga di wilayah Maluku Utara dan Sulawesi Utara untuk tetap tenang namun waspada. Berikut adalah beberapa himbauan dari bmkg:

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di saluran  WhatsApp "Radar Kediri". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.

Editor : Shinta Nurma Ababil
#Gempa Maluku Utara #Gempa susulan #aktivitas tektonik Indonesia #Gempa Susulan Malut Menurun #BMKG