Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Potensi Karhutla 2026 Meningkat, BMKG Ingatkan Ancaman Kekeringan dan Lonjakan Hotspot

Khansa Dhiya Ramadhania • Rabu, 8 April 2026 | 15:46 WIB
Kebakaran Hutan dan Lahan (karhutla)
Kebakaran Hutan dan Lahan (karhutla)

JP Radar Kediri – Indonesia kembali menghadapi ancaman serius kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada tahun 2026.

Berdasarkan berbagai hasil rapat koordinasi nasional yang melibatkan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika, Kementerian Kehutanan Republik Indonesia, dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana, potensi karhutla tahun ini diprediksi meningkat dibanding tahun sebelumnya.

Peningkatan risiko ini tidak terlepas dari kondisi iklim yang cenderung lebih kering, serta adanya indikasi lonjakan titik panas (hotspot) sejak awal tahun.

Baca Juga: BMKG Warning! Musim Kemarau 2026 Diprediksi Lebih Kering dan Panjang, El Nino Mengancam

BMKG memprediksi musim kemarau 2026 akan datang lebih awal, yakni mulai April, dan berlangsung lebih lama hingga September.

Selain itu, curah hujan diperkirakan berada di bawah normal, sehingga kondisi lahan menjadi lebih kering dari biasanya.

Situasi ini diperparah oleh potensi fenomena El Niño dengan intensitas lemah hingga moderat yang diperkirakan muncul pada semester kedua 2026.

Kondisi tersebut dapat memperpanjang periode kekeringan, terutama di wilayah-wilayah rawan kebakaran.

Lahan gambut menjadi salah satu area yang paling rentan karena mudah mengering dan sangat sulit dipadamkan jika sudah terbakar.

Baca Juga: Apa Itu Godzilla El Nino? Ketika Raksasa Pasifik Mengancam Iklim Indonesia

Indikasi meningkatnya risiko karhutla terlihat dari jumlah hotspot yang sudah terdeteksi sejak awal tahun. Hingga awal April 2026, tercatat lebih dari 1.600 titik panas di berbagai wilayah Indonesia.

Data lain menunjukkan bahwa sejak Januari hingga awal April 2026, jumlah hotspot mencapai ratusan titik dan mengalami peningkatan signifikan dibanding periode yang sama pada tahun 2025.

BMKG memetakan beberapa wilayah yang berpotensi mengalami peningkatan risiko karhutla secara bertahap.

Provinsi Riau diperkirakan mulai mengalami peningkatan risiko pada bulan Juni, kemudian disusul Jambi dan Sumatera Selatan pada Juli hingga Agustus.

Baca Juga: Siap-Siap! Godzilla El Nino Ancam Indonesia, Ini Dampak dan Perkiraan Waktunya Menurut BRIN

Selanjutnya, wilayah Kalimantan Barat dan Kalimantan Selatan juga diprediksi memasuki fase rawan kebakaran.

Secara umum, puncak risiko karhutla diperkirakan terjadi pada Agustus hingga September 2026.

Beberapa faktor utama yang memicu meningkatnya potensi karhutla antara lain kondisi kemarau yang lebih kering, penurunan curah hujan, serta pengaruh fenomena El Niño.

Selain itu, karakteristik lahan gambut yang mudah terbakar juga memperbesar risiko.

Di sisi lain, aktivitas manusia seperti pembukaan lahan dengan cara dibakar masih menjadi salah satu penyebab utama terjadinya kebakaran hutan dan lahan di Indonesia.

Menghadapi potensi tersebut, pemerintah bersama berbagai pihak telah meningkatkan langkah mitigasi dan kesiapsiagaan.

Salah satu upaya yang dilakukan adalah operasi modifikasi cuaca (OMC) untuk menghasilkan hujan buatan guna menjaga kelembapan lahan, terutama di daerah rawan seperti Riau.

Baca Juga: Waspada Godzilla El Nino, Beberapa Wilayah di Indonesia Akan Hadapi Kemarau Panjang Ekstrem April 2026, Mana Saja?

Selain itu, pemantauan hotspot dilakukan secara real-time dengan pembaruan data yang cepat untuk mendeteksi potensi kebakaran sejak dini.

Sistem peringatan dini juga terus diperkuat guna membantu pengambilan keputusan yang lebih cepat dan tepat.

Di lapangan, berbagai operasi seperti water bombing menggunakan helikopter serta patroli darat dan udara terus disiapkan.

Koordinasi lintas sektor antara pemerintah pusat, daerah, aparat keamanan, hingga pihak swasta juga diperkuat untuk memastikan respons yang efektif.

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di saluran  WhatsApp "Radar Kediri". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.

Editor : Shinta Nurma Ababil
#karhutla 2026 #BMKG #perubahan iklim #el nino #kebakaran hutan