Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Update Harga BBM April 2026, Menkeu Purbaya Jamin BBM Subsidi Namun Tidak dengan Nonsubsidi

Shinta Nurma Ababil • Selasa, 7 April 2026 | 11:11 WIB
Update Harga BBM April 2026
Update Harga BBM April 2026

JP Radar Kediri – Update terbaru harga Bahan Bakar Minyak (BBM) April 2026 per liternya masih sama.

Disamping kenaikan harga minyak dunia imbas konflik di Timur Tengah, Indonesia memastikan tidak menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi.

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menjamin bahwa harga BBM subsidi tidak akan naik, setidaknya hingga akhir tahun ini.

Meski demikian, ia tidak bisa memprediksi maupun memberi jaminan soal dinamika harga BBM nonsubsidi.

Kepastian ini disampaikan Menkeu dalam Rapat Kerja bersama Komisi XI DPR RI di Jakarta, Senin (6/4). Namun, jaminan ini hanya berlaku untuk jenis BBM subsidi, sementara harga BBM nonsubsidi akan tetap mengikuti dinamika pasar karena tidak mendapatkan intervensi harga dari pemerintah.

Baca Juga: Harga BBM Subsidi di Indonesia Tetap Stabil meski Harga Minyak Dunia Tembus 115 Dolar AS per Barel

Purbaya menjelaskan bahwa Kementerian Keuangan telah melakukan kalkulasi matang mengenai ketahanan APBN terhadap pergerakan harga minyak mentah dunia. Pemerintah siap menjaga stabilitas harga dengan asumsi harga minyak rata-rata berada di level USD 100 per barel hingga akhir tahun.

"Masyarakat tidak perlu khawatir atau resah. Kami sudah menghitung anggaran subsidinya dan siap menjaga harga (BBM subsidi) tetap stabil sampai akhir tahun," ujar Purbaya seperti dikutip dari Antara.

Untuk menjaga agar anggaran tidak jebol, pemerintah telah menyiapkan beberapa "bantalan" (cushion) ekonomi:

Sisa Anggaran Lebih (SAL): Pemerintah memiliki dana cadangan sebesar Rp420 triliun, di mana Rp200 triliun di antaranya tersimpan di perbankan.

Baca Juga: Harga BBM Masih Aman, Menkeu Purbaya Siap Tambah Rp100 T untuk Subsidi Energi

Optimalisasi PNBP: Kenaikan harga komoditas dunia seperti minyak dan batu bara justru berpotensi meningkatkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) di sektor ESDM. Pendapatan tambahan ini akan digunakan untuk menambal beban subsidi.

Efisiensi Belanja Kemenkeu/Lembaga: Pemerintah tengah menyisir pos-pos pengeluaran yang kurang efisien di berbagai kementerian guna menjaga defisit anggaran tetap di bawah 2,92 persen.

Kewaspadaan pemerintah bukan tanpa alasan. Berdasarkan hitungan teknis, setiap kenaikan harga minyak dunia sebesar USD 1 per barel, pemerintah harus menanggung tambahan beban subsidi sebesar Rp6,8 triliun.

Oleh karena itu, Menkeu Purbaya berkomitmen untuk terus mendorong peningkatan pendapatan dari sektor komoditas dan memperketat pengeluaran negara. "Kami akan mengendalikan belanja dan terus memacu pendapatan agar stabilitas ekonomi tetap terjaga tanpa harus mengorbankan masyarakat," pungkasnya.

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di saluran  WhatsApp "Radar Kediri". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.

Editor : Shinta Nurma Ababil
#bbm subsidi #bbm nonsubsidi #pertamina #bbm #harga bbm