Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Langit Lampung Heboh oleh Objek Bercahaya, Sampah Antariksa “Pulang” ke Bumi

Khansa Dhiya Ramadhania • Senin, 6 April 2026 | 19:26 WIB
Sampah Antariksa
Sampah Antariksa

JP Radar Kediri – Baru-baru ini, langit Lampung menjadi sorotan setelah muncul penampakan objek bercahaya yang melintas dengan sangat cepat.

Banyak warga awalnya mengira itu adalah komet atau meteor yang akan jatuh ke bumi.

Namun, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memberikan penjelasan mengejutkan bahwa objek tersebut adalah sampah antariksa yang kembali memasuki atmosfer bumi.

Fenomena Langka di Indonesia

Peneliti Pusat Riset Antariksa BRIN menjelaskan bahwa jatuhnya sampah antariksa hingga terlihat dengan mata telanjang di wilayah Indonesia termasuk kejadian langka.

Objek yang terbakar di langit Lampung itu diduga merupakan bagian dari roket atau satelit tua yang sudah tidak berfungsi.

Baca Juga: Lautan Bercahaya! Fenomena Bioluminescence yang Mengubah Pantai Menjadi Negeri Dongeng

Saat memasuki atmosfer, objek-objek ini bergerak dengan kecepatan ribuan kilometer per jam. Gesekan dengan udara menghasilkan panas ekstrem sehingga benda tersebut berpijar seperti ekor komet.

Meskipun terlihat indah, fenomena ini menunjukkan bahwa masalah sampah antariksa sudah mengkhawatirkan.

100 Juta Ton “Bom Waktu”

Data terbaru memperkirakan terdapat lebih dari 100 juta ton sampah antariksa mengelilingi bumi.

Sampah ini beragam ukurannya, mulai dari satelit mati, tingkatan roket yang terlepas, hingga serpihan cat kecil.

Sampah ini terlihat bercahaya karena Di ruang hampa, benda sekecil baut bisa bergerak hingga 28.000 km/jam.

Pada kecepatan ini, hantaman serpihan kecil dapat setara dengan ledakan granat, yang bisa melumpuhkan satelit aktif senilai triliunan rupiah.

Baca Juga: Pink Moon di April 2026, Benarkah Bulan Akan Berwarna Merah Jambu? Ini Jawabannya

Mungkin kita berpikir sampah antariksa tidak berpengaruh pada kehidupan sehari-hari. Nyatanya, dampaknya sangat besar karena manusia sangat bergantung pada satelit

Teori “Sindrom Kessler”

Para ilmuwan memperingatkan fenomena yang dikenal sebagai Kessler Syndrome.

Kondisi ini terjadi saat kepadatan sampah di orbit bumi terlalu tinggi sehingga satu tabrakan bisa memicu reaksi berantai.

Baca Juga: Aurora 2026 Akan Jadi yang Terindah, Tapi Kenapa Indonesia Selalu 'Absen'? Ini Faktanya

Satu tabrakan menciptakan ribuan serpihan baru yang menabrak satelit lain. Jika ini terjadi, orbit bumi bisa menjadi sangat berbahaya dan bahkan tidak bisa digunakan oleh generasi mendatang.

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di saluran  WhatsApp "Radar Kediri". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.

Editor : Shinta Nurma Ababil
#sampah antariksa #langit lampung #fenomena langit Indonesia #Objek Bercahaya di langit #BRIN