JP Radar Kediri - Konflik antara Rachel Vennya dan Niko Al Hakim kembali memanas dan menyita perhatian publik, terutama terkait polemik rumah yang diduga akan dijual meski disebut sebagai pengganti nafkah anak. Di tengah sorotan tersebut, warganet ramai mempertanyakan sumber penghasilan Okin.
Terlepas dari konflik yang terjadi, Okin dikenal sebagai figur publik dengan berbagai sumber pendapatan. Ia berkarier sebagai selebgram, musisi, pebisnis, sekaligus influencer.
Di dunia musik, Okin pernah tergabung dalam band Lyon bersama Onadio Leonardo, dan kini aktif bersama grup duo OKAAY sebagai bassis.
Selain di dunia hiburan, Okin juga merambah bisnis kuliner dengan sejumlah brand yang cukup dikenal, seperti Sate Taichan Goreng, Ngikan, hingga Dikebab-in. Ia juga menjalankan bisnis clothing line seperti Serval.co dan Nineties.
Dari sisi digital, Okin turut memanfaatkan media sosial untuk membuka jasa endorse serta konten eksklusif. Dengan beragam sumber penghasilan tersebut, Okin disebut memiliki kekayaan yang tidak sedikit.
Mengutip Digital Net Worth, kekayaannya diperkirakan mencapai sekitar Rp14,4 miliar hingga Rp57,9 miliar, dengan penghasilan bulanan yang bisa mencapai puluhan juta rupiah.
Berikut biodata Okin
- Nama Lengkap: Niko Al Hakim
- Nama Panggilan: Okin
- Tempat, Tanggal Lahir: Jakarta, 27 Maret 1994
- Profesi: Musisi, Pengusaha, Influencer
- Band/Grup: Okaay (sekarang), Lyon (mantan)
- Karier Musik: Memulai karier sebagai basis sejak 2009, dikenal luas melalui lagu "Lupa Nama Ingat Rasa" bersama OKAAY
- Bisnis: Sate Taichan Goreng, Ngikan, Several.co
- Mantan Istri: Rachel Vennya (menikah 2017, bercerai 2021)
- Anak: Xabiru Oshe Al Hakim dan Aurorae Chava Al Hakim
Sebelumnya diberitakan, selebgram Rachel Vennya tak bisa lagi menahan emosinya usai melihat sikap mantan suaminya yang dinilai sudah keterlaluan.
Kekecewaan Rachel muncul setelah mengetahui rencana Okin yang disebut ingin menjual rumah yang selama ini diperuntukkan bagi anak-anak mereka.
Ia merasa semakin terpukul karena rumah tersebut telah direnovasi olehnya, sementara rencana penjualan itu disebut tidak pernah dibicarakan sebelumnya.
Menurut Rachel, sejak awal Okin menyatakan rumah tersebut akan diberikan untuk anak sebagai bentuk tanggung jawab, sehingga dirinya tidak lagi memberikan nafkah pasca perceraian. Namun, dalam perjalanannya, rumah itu sempat ditempati Okin dan kondisinya disebut tidak terawat.
Rachel kemudian mengambil inisiatif untuk merenovasi rumah tersebut hingga kembali layak huni, bahkan sempat ditempati oleh anggota keluarganya. Namun tak lama setelah itu, Okin disebut berniat menjual rumah tersebut.
Hal inilah yang membuat Rachel sangat kecewa. Ia menilai keputusan tersebut diambil tanpa komunikasi dan berpotensi merugikan kepentingan anak-anak mereka.
Editor : Anwar Bahar Basalamah