JP Radar Kediri - Polemik antara Niko Al Hakim dan Rachel Vennya kembali mencuat ke publik. Kali ini, keduanya berselisih pandangan terkait status sebuah rumah yang dikaitkan dengan nafkah untuk anak-anak mereka.
Niko Al Hakim alias Okin akhirnya angkat bicara menanggapi pernyataan mantan istrinya, Rachel Vennya, terkait isu penjualan rumah yang disebut-sebut milik anak-anak mereka. Ia menilai pernyataan tersebut tidak sesuai dengan fakta yang sebenarnya.
Okin menegaskan, rumah yang dimaksud merupakan aset miliknya berdasarkan kesepakatan saat proses perceraian beberapa tahun lalu. Ia pun membantah anggapan bahwa dirinya berniat menjual rumah yang menjadi hak anak-anak.
Lebih lanjut, Okin mengakui bahwa Rachel sempat mengusulkan agar nafkah anak diberikan dalam bentuk rumah tersebut, mengingat nilainya setara dengan cicilan. Kesepakatan itu sempat dibicarakan, bahkan Okin sudah meminta agar dilakukan proses balik nama.
Namun, menurutnya, permintaan tersebut tidak ditindaklanjuti. Sejak awal, Okin mengaku sudah mengusulkan balik nama demi menghindari potensi konflik di kemudian hari, tetapi langkah itu tak mendapat respons positif dari Rachel.
"Harapan gue, hanya ingin menjalankan hubungan baik demi keberlangsungan hidup anak-anak tanpa ada sangkut paut mengenai harta benda," ujar Okin di akun media sosialnya, sebagaimana dikutip dari Jawapos, (6/4).
Di tengah prosesnya, konflik antara Niko Al Hakim dan Rachel Vennya pun tak terhindarkan. Perselisihan tersebut tak hanya menyangkut status rumah, tetapi juga hubungan keduanya setelah resmi bercerai. Okin menilai situasi itu sudah tidak lagi sehat dan berpotensi memicu konflik berkepanjangan di kemudian hari.
Melihat kondisi tersebut, Okin mengaku sempat berkomunikasi dengan Rachel untuk meminta kembali rumah itu agar kembali menjadi miliknya, sesuai dengan kesepakatan awal saat perceraian.
Baca Juga: Inara Rusli Kembali Patah Hati? Heboh Isu Cerai Lewat Chat WA, Ini Penjelasan Sebenarnya
Berdasarkan percakapan yang ditunjukkannya, Rachel disebut menyetujui hal tersebut dan memilih agar nafkah anak diberikan dalam bentuk uang.
Atas dasar itu, Okin pun memutuskan untuk menjual rumah tersebut. Langkah tersebut diambil sebagai upaya menghindari konflik yang terus berlarut antara dirinya dan sang mantan istri.
"Karena semua masalah ini sudah terlalu panjang dan terlalu jauh, gue memutuskan untuk menjual rumah tersebut karena gue merasa banyak timbulnya perselisihan," jelas Okin.
Dalam kesempatan tersebut, Niko Al Hakim juga membantah pernyataan Rachel Vennya yang menyebut dirinya tidak memberi tahu rencana penjualan rumah, termasuk soal kedatangan petugas untuk melakukan pengecekan.
Okin menegaskan, informasi itu sebenarnya sudah disampaikan kepada Rachel beberapa hari sebelumnya. Ia bahkan mengaku telah memberi tahu bahwa akan ada petugas yang datang ke rumah tersebut untuk melakukan proses pengecekan terkait rencana penjualan.
"Pada Rabu malam, gue menginfokan pada yang bersangkutan (Rachel Vennya) bahwa pada Kamis siang akan ada orang datang untuk mengecek kondisi rumah," ungkap Okin.
Baca Juga: Intip Tren "Indoor Jungle" di Rumah Rachel Vennya, Sulap Ruang Tamu Jadi Hutan Tropis yang Estetik
Sebelumnya diberitakan, selebgram Rachel Vennya tak bisa lagi menahan emosinya usai melihat sikap mantan suaminya yang dinilai sudah keterlaluan.
Kekecewaan Rachel muncul setelah mengetahui rencana Okin yang disebut ingin menjual rumah yang selama ini diperuntukkan bagi anak-anak mereka. Ia merasa semakin terpukul karena rumah tersebut telah direnovasi olehnya, sementara rencana penjualan itu disebut tidak pernah dibicarakan sebelumnya.
Menurut Rachel, sejak awal Okin menyatakan rumah tersebut akan diberikan untuk anak sebagai bentuk tanggung jawab, sehingga dirinya tidak lagi memberikan nafkah pasca perceraian. Namun, dalam perjalanannya, rumah itu sempat ditempati Okin dan kondisinya disebut tidak terawat.
Rachel kemudian mengambil inisiatif untuk merenovasi rumah tersebut hingga kembali layak huni, bahkan sempat ditempati oleh anggota keluarganya. Namun tak lama setelah itu, Okin disebut berniat menjual rumah tersebut.
Hal inilah yang membuat Rachel sangat kecewa. Ia menilai keputusan tersebut diambil tanpa komunikasi dan berpotensi merugikan kepentingan anak-anak mereka.
Editor : Anwar Bahar Basalamah