Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Harga BBM Masih Aman, Menkeu Purbaya Siap Tambah Rp100 T untuk Subsidi Energi

Shinta Nurma Ababil • Sabtu, 4 April 2026 | 18:46 WIB
Menkeu Purbaya
Menkeu Purbaya

JP Radar Kediri - Meski Pemerintah memutuskan untuk tidak menaikkan harga BBM, nampaknya masyarakat masih memiliki ketakutan terkait kabar naiknya harga minyak yang juga dialami negara lainnya.

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya berencana menambah anggaran subsidi energi hingga Rp90 triliun sampai Rp100 triliun tahun ini.

"Iya kira-kira (sekitar Rp90-100), nanti kita hitung lagi. Itu subsidi doang ya," ujar Purbaya saat ditemui di Wisma Danantara, Rabu (1/4).

Hal itu seiring keputusan pemerintah menahan harga bahan bakar minyak (BBM) di tengah kenaikan harga minyak dunia.

Baca Juga: Stok BBM SPBU Wonorejo Puncu Kediri Aman, Polisi Imbau Warga Tak Panic Buying

Tambahan anggaran ini  untuk mengantisipasi gejolak harga minyak global yang berpotensi meningkatkan beban subsidi energi.

Terkait harga BBM, Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi buka suara.

"Perlu kami sampaikan bahwa setelah kami melakukan koordinasi dalam hal ini pemerintah dan Kementerian ESDM bersama dengan Pertamina dan atas petunjuk dari Bapak Presiden. Bapak Presiden selalu mengedepankan kepentingan rakyat dan kepentingan masyarakat di dalam mengambil sebuah keputusan," ujar Prasetyo dalam keterangan tertulis, Selasa (31/3/2026).

Sehingga dihasilkan keputusan, Pertamina menyatakan belum akan melakukan penyesuaian harga baik untuk BBM subsidi maupun BBM non subsidi. Dengan kata lain harga BBM per 1 April 2026 tidak naik.

Baca Juga: Isu Kenaikan Harga BBM, Antrean Mengular Panjang di SPBU Kediri Raya

Harga BBM Pertamina nonsubsidi, yaitu Pertamax (RON 92), Pertamax Turbo (RON 98), Pertamax Green (RON 95), Dexlite (CN 51), dan Pertamina Dex (CN 53), tetap sama seperti Maret.

Selain itu, BBM subsidi yaitu Pertalite dan Solar subsidi (Biosolar) tidak berubah. Harga Pertalite tetap Rp 10.000 per liter dan solar subsidi Rp 6.800 per liter.

Meski demikian, Purbaya belum merinci sumber pendanaan tambahan tersebut. Ia hanya memastikan kondisi fiskal pemerintah masih cukup kuat untuk menopang kebijakan tersebut.

"Kondisi keuangan negara kita amat baik. Saya punya bantalan cukup banyak," ujarnya.

Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat, hingga akhir Februari 2026 realisasi belanja subsidi dan kompensasi energi telah mencapai Rp51,5 triliun atau 11,5 persen dari target APBN tahun ini.

Baca Juga: Daftar Harga BBM 1 April 2026: Rincian Pertalite hingga Pertamax di Seluruh Indonesia

Angka tersebut melonjak 382,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu

Lonjakan itu terutama didorong oleh peningkatan belanja kompensasi yang mencapai Rp44,1 triliun, sementara belanja subsidi tercatat sebesar Rp7,4 triliun.

Secara keseluruhan, kenaikan belanja energi dipengaruhi oleh fluktuasi harga minyak mentah Indonesia (ICP), pelemahan nilai tukar rupiah, serta meningkatnya konsumsi BBM, LPG, dan listrik.

Kemenkeu juga mencatat volatilitas harga minyak global yang dipicu dinamika geopolitik turut menekan anggaran subsidi energi, meskipun pemerintah telah memiliki pengalaman menghadapi lonjakan serupa, termasuk saat krisis energi akibat konflik Rusia-Ukraina pada 2022.

Editor : Shinta Nurma Ababil
#bbm #Menkeu Purbaya #subsidi bbm #harga bbm #bbm naik