Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Deretan Fakta Tersembunyi Jumat Agung yang Bikin Penasaran! Benarkah Selalu Ditandai dengan Mendung dan Hujan?

Zeyra Putri Widhianingtyas • Kamis, 2 April 2026 | 15:52 WIB
Ilustrasi Jumat Agung
Ilustrasi Jumat Agung

JP Radar Kediri - Jumat Agung menjadi salah satu momen paling sakral dalam kalender umat Kristiani yang sarat makna pengorbanan dan kasih. Di balik peringatannya, tersimpan sejumlah fakta menarik yang jarang diketahui banyak orang.

Berikut sejumlah fakta menarik seputar Jumat Agung yang sarat makna dan tradisi di berbagai belahan dunia:

1. Asal-usul sebutan Good Friday

Istilah “Good Friday” dalam bahasa Inggris kerap memunculkan tanda tanya, karena merujuk pada peristiwa penuh penderitaan. Namun, kata “Good” diyakini berasal dari makna “suci” dalam bahasa Inggris Kuno. Ada pula pendapat yang menyebut istilah tersebut berakar dari “God’s Friday”, yang kemudian mengalami perubahan pelafalan. Bagi umat Kristiani, makna “baik” dalam Jumat Agung merujuk pada kemenangan atas dosa dan kematian.

Baca Juga: 25 Ucapan Jumat Agung 2025 Paling Menyentuh! Penuh Kasih dan Doa Terbaik, Bikin Hati Adem & Iman Menguat

2. Momen wafat sebagai bentuk pengorbanan

Jumat Agung menjadi waktu untuk mengenang wafatnya Yesus di kayu salib. Peristiwa ini dipandang sebagai pengorbanan besar bagi keselamatan umat manusia, sehingga diperingati dengan penuh kekhusyukan melalui ibadah dan perenungan mendalam.

3. Kerap dikaitkan dengan cuaca mendung

Tak sedikit yang merasa suasana Jumat Agung identik dengan langit mendung atau turunnya hujan. Meski tidak memiliki dasar ilmiah pasti, sebagian orang meyakini hal tersebut sebagai simbol duka atau bentuk penghormatan atas peristiwa penyaliban.

Baca Juga: Paskah 2026: Sejarah, Makna, dan Simbol Kebangkitan Yesus Kristus

4. Tradisi penghormatan salib

Dalam tradisi Gereja Katolik, terdapat ritual penghormatan salib, di mana umat mencium atau berlutut di hadapan salib. Tindakan ini menjadi simbol rasa syukur sekaligus kerendahan hati atas pengorbanan Yesus.

5. Ibadat tanpa lagu pembuka

Berbeda dengan perayaan liturgi pada umumnya, ibadah Jumat Agung dilaksanakan tanpa lagu pembuka. Suasana hening menjadi bagian penting agar umat dapat lebih menghayati penderitaan dan wafatnya Yesus secara mendalam.

6. Imam melakukan sujud (tiarap)

Dalam prosesi ibadah, imam akan mengenakan busana liturgi berwarna merah lalu bersujud di depan altar. Tindakan ini melambangkan kerendahan hati dan penghayatan atas pengorbanan Yesus.

Baca Juga: Apa Itu Kamis Putih? Makna, Sejarah, dan Pesan Penting di Balik Perayaannya

7. Doa umat yang bersifat universal

Doa umat dalam ibadah Jumat Agung mencakup berbagai intensi, mulai dari keselamatan dunia, pemimpin negara, hingga mereka yang sedang menderita. Hal ini mencerminkan makna universal dari pengorbanan Yesus bagi seluruh umat manusia.

8. Ragam tradisi di berbagai daerah

Perayaan Jumat Agung memiliki tradisi yang beragam di setiap daerah. Ada yang menggelar ibadah dari pukul 12 siang hingga 3 sore, mengikuti waktu penyaliban. Di beberapa tempat, digelar prosesi jalan salib, bahkan di Yerusalem umat mengikuti rute Via Dolorosa sebagai bentuk perenungan atas perjalanan penderitaan Yesus.

Melalui berbagai fakta dan tradisi tersebut, Jumat Agung tidak hanya menjadi momen peringatan, tetapi juga waktu untuk memperdalam iman dan refleksi diri.

 

 

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#jumat agung #katolik #paskah #kristen #good friday