JP Radar Kediri - Jelang lebaran Idul Fitri 1447 hijriah, sejumlah Keluarga Penerima Manfaat (KPM)!melaporkan adanya saldo masuk ke rekening KKS.
Tambahan saldo di rekening itu tak lain dari cairnya bantuan program reguler tahap 1 yakni Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).
Berdasarkan rangkuman data yang beredar, pencairan ini terjadi pada tanggal 17 hingga 18 Maret 2026, dengan nominal yang bervariasi tergantung kategori bantuan dan komponen penerima.
Tercatat adanya saldo masuk sebesar Rp225.000 pada 18 Maret 2026 dengan komponen bantuan pendidikan untuk anak tingkat sekolah dasar dalam program PKH.
Tak hanya itu, muncul laporan penarikan tunai sebesar Rp590.000 pada 18 Maret 2026 pukul 09.54.
Pencairan ini disebut berasal dari bantuan BPNT untuk penerima yang baru mendapatkan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS).
Sejumlah penerima melaporkan adanya dana masuk sebesar Rp600.000 pada tanggal 18 Maret 2026 melalui rekening KKS Bank BNI.
Di wilayah Banten, terdapat bukti saldo masuk sebesar Rp600.000 pada tanggal yang sama, menunjukkan bahwa penyaluran juga berlangsung di daerah tersebut.
Terdapat laporan penarikan tunai sebesar Rp600.000 pada 17 Maret 2026 pukul 09.58 melalui Bank BRI, yang disebut sebagai bagian dari pencairan susulan BPNT.
Saldo masuk sebesar Rp950.000 tercatat pada 18 Maret 2026 pukul 16.01 melalui Bank BNI, menunjukkan adanya pencairan untuk komponen PKH dengan jumlah lebih besar.
Laporan lain menunjukkan dana sebesar Rp600.000 telah masuk ke rekening KKS Bank BNI pada 18 Maret 2026 sekitar pukul 05.00 pagi.
Terdapat dua laporan saldo masuk dengan nominal cukup besar, yaitu Rp1.500.000 dan Rp950.000 pada 18 Maret 2026.
Pencairan ini berkaitan dengan penerima baru yang menggunakan KKS Bank BNI.
Di wilayah Wonosobo, juga terdapat laporan saldo masuk sebesar Rp600.000 pada tanggal yang sama.
Bagi penerima yang dalam sistem penyaluran tercatat melalui PT Pos Indonesia, proses pencairan memerlukan waktu tambahan karena harus menunggu jadwal resmi pembagian di wilayah masing-masing.
Parameter penerima bantuan sosial masih menggunakan acuan kelompok kesejahteraan Desil 1 hingga Desil 4.
Ke depan, terdapat rencana perubahan kebijakan yang akan memfokuskan bantuan pada Desil 1 dan Desil 2. Dengan adanya rencana tersebut, KPM yang berada pada Desil 3 dan Desil 4 dianjurkan mulai mempersiapkan diri melalui graduasi mandiri atau mengikuti program pemberdayaan seperti Program Pemberdayaan Sosial Ekonomi (PPSE).
Sementara, Program Indonesia Pintar (PIP) juga mulai disalurkan pada tahun 2026. Penyaluran tahap pertama berlangsung dalam rentang Februari hingga April.
Bahkan terdapat penambahan penerima untuk jenjang taman kanak-kanak. Program ini memberikan bantuan sebesar Rp450.000 per tahun kepada sekitar 880.000 siswa.
Pengusulan penerima untuk jenjang ini dilakukan melalui operator Dapodik di masing-masing sekolah.
Untuk penyaluran bantuan pangan juga berlangsung secara bertahap menjelang Ramadan dan Idul Fitri. Bantuan tersebut terdiri dari beras 20kg serta minyak goreng 4 liter untuk setiap penerima.
Di beberapa daerah, penyaluran bantuan pangan kepada masyarakat sudah mulai berjalan. Madiun, Surakarta, dan Blora termasuk wilayah yang lebih dahulu melakukan distribusi. Proses distribusi dilakukan melalui mekanisme undangan yang diberikan kepada penerima sesuai dengan data yang tercatat.
Untuk mendapatkan berita- berita terkini Jawa Pos Radar Kediri , silakan bergabung di saluran WhatsApp " Radar Kediri ". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : Shinta Nurma Ababil