JP Radar Kediri - Pembahasan soal rekrutmen Calon Aparatur Sipil Negara (CASN), termasuk Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2026 ramai diperbincangkan masyarakat tanah air.
Prasetyo mengatakan update terbaru sedang dirumuskan.
Hal itu ia sampaikan usai rapat bersama para menteri terkait di Kantor Kementerian Pertahanan, dikutip Rabu (18/3/2026).
Dalam rapat itu juga dihadiri oleh Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, Menteri Koperasi Ferry Juliantono, Direktur Utama Agrinas Pangan Joao Angelo De Sousa, Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti, Wakil menteri Pertahanan Donny Ermawan, hingga Menpanrb Rini Widyantini.
Namun dia memastikan bahwa semua menteri yang hadir sudah menyampaikan kebutuhannya masing-masing. Kemampuan fiskal saat ini pasti menjadi pertimbangan, terutama setelah Presiden Prabowo Subianto meminta ada langkah penghematan.
"Kalau pertanyaan jumlah kita belum bisa menyampaikan jumlah secara pasti. Tetapi bahwa setiap tahun kalau pertanyaannya adalah berkenaan dengan fiskal, sebenarnya setiap tahun memang secara alami ada sejumlah ASN yang memang memasuki batas usia pensiun. Jadi mungkin kalau kita mau menjaga fiskal, maka kita mau menyesuaikan dengan jumlah tadi," kata Prasetyo.
Prasetyo juga menjelaskan alasan rapat ini digelar di Kementerian Pertahanan, karena nantinya ada pendidikan khusus yang akan dikerjasamakan saat rekrutmen ASN.
"Nanti pada saat kita memutuskan melakukan rekrutmen, maka kita minta Kementerian Pertahanan yang memiliki fasilitas lembaga-lembaga pendidikan cukup tersebar, nah itu menjalankan pendidikan dan pelatihannya. Itulah kenapa rapat kita selenggarakan di Kementerian Pertahanan," jelasnya.
Kemunculan surat edaran tertanggal 12 Maret 2026 dari Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) Rini Widyantini ramai jadi sorotan publik.
SE itu terkait kebutuhan aparatur sipil negara (ASN) untuk tahun anggaran 2026. Surat itu ramai disangkut pautkan dengan pembukaan seleksi CPNS 2026 yang kini semakin santer dibicarakan di media sosial.
Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) mengungkapkan,sekitar 160 ribu hingga 166 ribu aparatur sipil negara (ASN) tiap tahunnya pensiun, termasuk sepanjang tahun lalu hingga 2026.
"Setiap tahun ya sekitar 160.000-166.000 lah yang pensiun, termasuk juga yang di tahun 2025 kemarin. Nah, itu berarti kalau kita menggunakan prinsip zero growth, ya berarti yang 160.000 itulah yang akan kami rekrut," kata Deputi Bidang SDM Aparatur Kementerian PANRB, Jumat (13/03/2026).
Sehingga, untuk memenuhi kekosongan posisi dari ASN yang pensiun itu, maka pemerintah berencana menggelar proses rekrutmen calon aparatur sipil negara alias CASN, termasuk untuk formasi CPNS ataupun PPPK.
Akan tetapi proses ini tentu berlangsung lama, karena masih dalam tahap pembahasan antara Kementerian PANRB dengan Kementerian Keuangan, terutama terkait dengan proses penganggarannya.
Editor : Shinta Nurma Ababil