JP Radar Kediri – Di tengah meningkatnya ancaman cuaca ekstrem akibat perubahan iklim, istilah Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) semakin sering terdengar.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memberikan pernyataan tegas terkait isu yang beredar mengenai dampak negatif OMC.
BMKG memastikan bahwa langkah mitigasi tersebut aman, terukur, dan sepenuhnya didasarkan pada data ilmiah untuk melindungi masyarakat dari ancaman bencana hidrometeorologi.
Menepis Isu "Cold Pool" dan Ketidakstabilan Cuaca
Direktur Operasional Modifikasi Cuaca BMKG, Budi Harsoyo menanggapi narasi media sosial yang menyebut OMC sebagai pemicu ketidakstabilan cuaca dan pembentukan cold pool yang berbahaya.
Ia menegaskan bahwa fenomena tersebut sebenarnya adalah proses atmosfer yang sepenuhnya terjadi secara alami.
“Dalam hujan alami tanpa penyemaian sekalipun, cold pool pasti terbentuk. Jadi tidak logis jika modifikasi cuaca dianggap sebagai pemicu cold pool. Itu proses alamiah,” tegasnya Direktur OMC BMKG tersebut.
Prosedur Ketat Berbasis Sains
Keamanan operasi ini didukung penuh oleh pengawasan teknologi tingkat tinggi guna menjamin akurasi di lapangan.
Tim Teknik OMC BMKG, Muhammad Aziz Lazuardi, menegaskan bahwa prosedur ini berbasis pengamatan atmosfer komprehensif serta pemodelan cuaca yang sangat ketat.
Menurut Aziz, BMKG memanfaatkan berbagai instrumen canggih seperti radar cuaca, satelit, hingga radiosonde untuk mengetahui tingkat kelabilan udara secara akurat.
Data tersebut dipadukan dengan pemantauan arah serta kecepatan angin yang dilakukan mulai dari lapisan bawah hingga lapisan atas atmosfer.
Bahan Semai Ramah Lingkungan
Keamanan lingkungan juga menjadi prioritas utama. Bahan semai yang digunakan dalam setiap operasi adalah Natrium Klorida (NaCl) atau garam.
BMKG telah melakukan uji laboratorium secara berkala terhadap kualitas air hujan, sungai, dan danau selama periode operasi.
Hasilnya menunjukkan tidak ada perbedaan signifikan pada kualitas air yang berarti tidak ditemukan dampak negatif terhadap lingkungan.
Strategi Perlindungan Wilayah
Untuk menjawab kekhawatiran mengenai perpindahan hujan, BMKG menerapkan dua metode utama, yaitu
- Jumping Process, yaitu menyemai awan yang bergerak dari laut agar hujan jatuh di perairan sebelum mencapai daratan pemukiman.
- Competition Method, yaitu mengintervensi awan yang tumbuh di atas daratan sejak dini guna mencegah terbentuknya awan Cumulonimbus yang masif.
Untuk mendapatkan berita- berita terkini Jawa Pos Radar Kediri , silakan bergabung di saluran WhatsApp " Radar Kediri ". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : Andhika Attar Anindita