JP Radar Kediri – Bantuan sosial (bansos) susulan tahap 1 mulai bermunculan masuk rekening Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) Merah Putih. Beberapa waktu ini, PKH susulan tahap 1 disalurkan untuk Keluarga Penerima Manfaat.
Namun jangan kaget, jika nominal yang diterima tiap KPM bervariatif di beberapa daerah. Nominal yang cair berkisar antara Rp225.000 hingga Rp750.000, tergantung pada jumlah komponen yang dimiliki (anak sekolah, lansia, atau ibu hamil).
Sehingga KPM diminta untuk segera cek aplikasi mobile banking atau mesin ATM terdekat.
Bansos PKH susulan tahap 1 2026 banyak yang mengaku pencairan di Bank Mandiri (via Livin'), BNI, dan BRI.
Adapun mereka yang mendapatkannya merupakan KPM yang pada termin pertama bulan Januari-Februari lalu sempat mengalami kendala sinkronisasi data perbankan yang tidak padan.
Guna meminimalisir kendala sinkronisasi data di masa mendatang, Kementerian Sosial menekankan pentingnya akurasi data yang berbasis pada keterlibatan publik.
“Saya mengajak semua pihak untuk terlibat dalam proses pemutakhiran data yang terus kita lakukan melalui jalur formal maupun partisipasi,” ujar Menteri Sosial, mengutip dari instagram @kemensosri.
Tahapan saldo Bansos Cair di laman SIKS-NG:
-Berhasil cek rekening dan lakukan divalidasi.
-SPM (Surat Perintah Membayar) sudah diterbitkan oleh Kemensos.
-Data penerima sudah dikirim ke bank penyalur,SP2D (Surat Perintah Pencairan Dana)
SI(Standing Instruction), Instruksi pemindahbukuan dari bank ke rekening KKS Anda. Jika status sudah SI, maka dalam hitungan 1x24 jam hingga 3 hari kerja, dana biasanya sudah bisa ditarik.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf mengatakan, pemutakhiran Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) merupakan hal penting untuk bansos.
Uniknya, beberapa KPM justru mengaku menerima bansos cair secara tiba-tiba. Usai di cek, itu ternyata sebelumnya memiliki status buka rekening kolektif (burekol) pada tahap 4 2025.
KPM di Sidoarjo itu mengungkapkan, melakukan pengecekan pencairan bansos tahap 4 pada proses penyaluran bantuan tahap 1 2026.
Setelah melakukan pengecekan, status yang awalnya burekol, tiba-tiba berubah dan dapat dilakukan pencairan bansos tahap 4 2025 yang kini statusnya sudah berhasil cek rekening.
Kanal PKH yang dari awalnya status KPM tersebut awalnya burekol, kemudian berhasil cek rekening dan sekarang sudah Standing Instruction (SI).
Perubahan status pencairan bansos tahap 4 2025 bisa terjadi tiba-tiba karena penambahan KPM Program Keluarga Harapan dan Bantuan Pangan Non Tunai (PKH dan BPNT) by system.
Bantuan Beras dan Minyak Goreng
Salah satu program yang sedang diprioritaskan pemerintah menjelang Idul Fitri 2026 adalah penyaluran bantuan pangan berupa beras dan minyak goreng bagi keluarga penerima manfaat (KPM).
Dalam program ini, masyarakat menerima paket bantuan berisi 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng untuk membantu memenuhi kebutuhan pokok selama Ramadan hingga menjelang Lebaran.
Seiring dengan program tersebut, proses distribusi bantuan juga mulai berjalan secara bertahap di berbagai wilayah.
Sejauh ini, penyaluran terpantau lebih dulu difokuskan di sejumlah daerah Indonesia bagian Timur seperti Nusa Tenggara Timur (NTT), Nusa Tenggara Barat (NTB), Maluku Utara, Papua Barat, Jayapura, dan Manokwari.
Namun, distribusi tidak hanya terjadi di kawasan Timur. Beberapa wilayah lain seperti Kabupaten Tangerang, Yogyakarta, dan Bandung Barat juga dilaporkan mulai memproses pembagian undangan bagi penerima bantuan.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di saluran WhatsApp "Radar Kediri". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : Shinta Nurma Ababil