JP Radar Kediri – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) resmi menyiagakan seluruh layanan informasinya guna mengawal kelancaran arus mudik dan balik Idul Fitri 1447 H.
Mengingat periode Lebaran 2026 jatuh di masa transisi musim, BMKG menekankan pentingnya akses informasi cuaca yang cepat dan akurat bagi para pemudik.
Dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi V DPR RI, Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani menjabarkan strategi utama tahun ini.
Langkah tersebut dilakukan untuk memantau seluruh titik jalur mudik utama, baik di sektor darat, laut, maupun udara.
Prakiraan Cuaca Selama Maret
Berdasarkan analisis atmosfer terbaru, BMKG membagi prakiraan cuaca bulan Maret ke dalam beberapa fase penting yang perlu dicermati pemudik:
- Fase Awal (1–10 Maret)
Cuaca diperkirakan didominasi hujan ringan hingga sedang. Namun, kewaspadaan ekstra diperlukan untuk wilayah Banten, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan, dan NTT karena adanya peluang hujan lebat.
- Fase Mudik dan Lebaran (11–30 Maret)
Potensi hujan lebat masih membayangi wilayah Lampung, Jawa Barat, Jawa Tengah, NTT, serta Papua Pegunungan, meski secara umum kondisi cuaca di wilayah lain diprediksi berawan hingga hujan ringan.
“Berdasarkan analisis BMKG, potensi peningkatan intensitas curah hujan utamanya terjadi pada minggu pertama hingga minggu kedua Maret 2026. Selanjutnya intensitas tersebut diperkirakan akan menurun,” ungkap Kepala BMKG tersebut.
Layanan Digital dan Modifikasi Cuaca
Sebagai langkah konkret, BMKG memperkuat platform digital untuk membantu navigasi pemudik.
Di jalur darat, pemudik bisa mengandalkan Digital Weather for Traffic (DWT) yang memberikan pantauan cuaca presisi di ruas jalan tol dan arteri.
Sementara itu, untuk jalur udara dan laut, layanan Ina-SIAM serta Ina-WIS tetap menjadi garda terdepan dalam keselamatan transportasi.
Baca Juga: Lebaran 2026 Kurang Berapa Hari Lagi? Yuk Hitung Mundur Menuju Idul Fitri 1447 H
Selain penguatan data, BMKG juga menyiapkan skenario Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) yang bersifat situasional untuk menekan potensi cuaca ekstrem seperti hujan badai atau gelombang tinggi.
Langkah antisipasi ini diambil guna mencegah hambatan perjalanan, terutama di area pelabuhan maupun jalur yang rawan terkena longsor.
Kesiagaan Personel di Lapangan
Dukungan operasional tidak hanya dilakukan dari pusat. Sebanyak 38 Unit Pelaksana Teknis (UPT) di daerah telah diinstruksikan.
Layanan informasi cuaca ini akan tersebar di 96 bandara, 15 pelabuhan utama, hingga posko-posko di rest area jalan tol.
BMKG juga memberikan perhatian khusus pada destinasi wisata populer seperti Danau Toba, Bromo, hingga Labuan Bajo yang diprediksi akan mengalami lonjakan pengunjung selama libur Idulfitri.
Untuk mendapatkan berita- berita terkini Jawa Pos Radar Kediri , silakan bergabung di saluran WhatsApp " Radar Kediri ". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : Shinta Nurma Ababil