KEDIRI, JP Radar Kediri-Pembangunan gedung Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 24 Kabupaten Kediri terus dikebut.
Meski hingga minggu pertama Maret ini progres fisik baru sekitar 12 persen, rekanan tetap optimistis bisa menyelesaikan proyek tepat waktu.
Site Operational Manager (SOM) PT Nindya Karya (Persero) Marantika Sugiarto mengatakan, hingga 4 Maret lalu progres pembangunan gedung SR mencapai 11,90 persen.
Meski demikian, menurutnya capaian riil di lapangan lebih besar dari persentase tersebut.
Alasannya, ada beberapa pekerjaan yang belum masuk dalam hitungan progres administrasi.
“Ada pekerjaan seperti kolom-kolom bangunan, timbunan, dan sejenisnya yang secara fisik sudah berjalan, tetapi belum masuk dalam progres perhitungan,” kata pria yang akrab disapa Rama itu.
Lebih jauh Rama mengatakan, pekerjaan yang belum masuk dalam perhitungan progres itu akan dimasukkan ke dalam laporan tahap akhir proyek.
Melihat perkembangan fisik, dia menegaskan keseluruhan proyek masih berjalan sesuai timeline yang direncanakan.
Untuk memastikan proyek bisa selesai Juni nanti, Rama menyebut pihaknya menerapkan percepatan.
Tak hanya menambah jumlah tenaga kerja, mereka juga menambah peralatan dan material.
Selebihnya, penggarapan proyek dilakukan 24 jam non-stop.
“Kami berusaha agar pekerjaan tetap produktif. Pengecoran bahkan bisa berlangsung hampir 24 jam,” bebernya.
Dengan cara demikian, Rama optimistis realisasi fisik bisa tetap sesuai jadwal.
“Secara komitmen kami masih on the track. Semangat kami menyelesaikan proyek ini tetap kami jaga sejak awal kontrak,” paparnya.
Dari beberapa item proyek yang dikerjakan, Rama mengklaim ada beberapa bangunan yang sudah masuk tahap persiapan finishing arsitektur.
Mulai bangunan masjid, tiga bangunan asrama, hingga satu bangunan untuk rumah susun (rusun) guru.
Selebihnya, ada bangunan yang mulai dikerjakan hingga lantai 2.
“Bulan ini rencananya ada dua bangunan yang bisa topping off. Setelah lebaran nanti kemungkinan sudah ada empat sampai lima bangunan yang topping off,” jelasnya.
Rama menegaskan, pembangunan gedung dan pekerjaan lain berjalan paralel. Misalnya, pembangunan akses jalan, hingga sarana penunjang lainnya.
Terkait kondisi cuaca ekstrem yang melanda Kediri selama beberapa hari terakhir, menurut Rama hal itu tidak menjadi kendala.
Meski saat hujan deras pekerjaan dihentikan, setelah hujan reda bisa langsung dilanjutkan.
“Kalau ada force majeure (bencana) baru akan berdampak signifikan. Mungkin kalau ada gempa atau sejenisnya,” jelasnya.
Seperti diberitakan, anggaran yang dibutuhkan untuk membangun gedung Sekolah Rakyat (SR) di Kabupaten Kediri cukup besar.
Untuk membangun kompleks sekolah yang jadi andalan program Presiden Prabowo Subianto itu, dibutuhkan dana Rp 243 miliar.
Tak hanya untuk membangun gedung yang representatif, anggaran juga digunakan untuk memenuhi fasilitas penunjang berstandar internasional yang lengkap.
Di antaranya sarana olah raga, tempat ibadah, toilet, hingga asrama dan kelengkapannya.
Jika seluruh bangunan fisik dibiayai oleh Kementerian PU, Pemkab Kediri mendapat jatah pemenuhan sarana dan prasarana (sarpras) penunjang.
Mulai instalasi air, listrik, dan jalan menuju lokasi SR.
Editor : Andhika Attar Anindita