Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Cara Fadia Arafiq Balas Komentar di Sosmed Viral Diduga Banyak Blokir Netizen Usai Dapat Kritik, Jejak Digitalnya Kini Disorot Usai Kasus Korupsi

Zeyra Putri Widhianingtyas • Jumat, 6 Maret 2026 | 09:54 WIB

Fadia Arafiq
Fadia Arafiq
JP Radar Kediri - Setelah penetapan tersangka dalam kasus korupsi yang menjerat Fadia Arafiq, berbagai jejak digital lama miliknya kembali ramai diperbincangkan publik.

Salah satu yang kembali disorot adalah cara dirinya, atau admin akun resminya, membalas komentar warganet di media sosial yang sebelumnya sempat viral dan memicu perdebatan.

Bupati Kabupaten Pekalongan itu diamankan pada Selasa (3/3) terkait dugaan korupsi pengadaan jasa outsourcing dengan nilai aliran dana yang disebut mencapai sekitar Rp19 miliar.

Saat proses penangkapan, Fadia Arafiq sempat menyampaikan bahwa dirinya tidak terlalu memahami aturan, dengan alasan latar belakangnya yang berasal dari dunia hiburan sebagai mantan penyanyi dangdut.

Selain dikenal sebagai kepala daerah, Fadia juga merupakan kakak dari Fairuz A. Rafiq dan putri dari pedangdut legendaris A. Rafiq.

Di tengah mencuatnya kasus korupsi yang sedang menjadi sorotan, warganet kembali mengungkit jejak digital lama Fadia Arafiq yang sempat ramai diperbincangkan publik pada Maret 2025.

Saat itu, cara Fadia menanggapi komentar di akun Instagram pribadinya dinilai terlalu keras terhadap warga yang menyampaikan kritik maupun pertanyaan.

Salah satu pengguna Instagram dengan akun @raya_aulia*** sempat menanyakan jadwal peresmian RS Ki Ageng Sedayu sekaligus mempertanyakan isu anggaran yang disebut belum cair. Namun, pertanyaan tersebut justru dibalas dengan nada tinggi hingga menuai perhatian warganet.

“Mulutmu kalau ngomong jangan kurang aja. Diperiksa penegak hukum, mampus kamu nanti! Urusan anggaran tidak keluar, anggaran apa? Jangan sampai dicari kamu, nggak bisa kasih pertanggungjawaban omonganmu!” demikian bunyi balasan dari akun tersebut.

Di bagian akhir komentar itu juga tercantum tagar #admin, yang menandakan kemungkinan balasan tersebut ditulis oleh pengelola akun media sosial, bukan langsung oleh Fadia Arafiq.

Setelah jejak digital tersebut kembali viral, sejumlah warganet mengaku pernah mengalami respons serupa ketika menyampaikan kritik melalui media sosial.

“Aku pernah komen di IG-nya tentang jalan rusak, dijawab ‘jangan ngasih tau bupati’ terus IG-ku diblokir,” tulis akun @pamungkas1***.

Baca Juga: Wow! Barang Bukti Rp 40,5 Miliar Diamankan KPK Usai OTT di Kantor Bea Cukai

“Akunku sampai sekarang masih diblokir,” timpal akun @bich****.

“Bupati anti kritik,” sindir akun @watyriwayat****.

Ada pula warganet yang menyoroti pola komunikasi di akun tersebut. “Bukan cuma dia yang anti kritik, yang lain pernah kukritik soal sampah, buzzernya ngamuk. Gak bakalan maju kalau anti kritik,” tulis akun @deefer***.

Terkait polemik gaya balasan tersebut, Fadia Arafiq sebelumnya telah memberikan klarifikasi. Ia menyebut respons keras itu muncul karena emosi admin yang terpancing setelah menerima pesan langsung (DM) berisi kata-kata tidak pantas dari akun yang sama.

“Sebelumnya nge-DM kalimat yang tidak pantas, hingga admin terpancing emosi dengan jawaban seperti itu,” jelas Fadia saat itu.

Meski telah memberikan penjelasan, klarifikasi tersebut tidak sepenuhnya diterima publik. Sejumlah warganet meragukan bahwa seorang admin dapat membalas komentar dengan nada seperti itu tanpa sepengetahuan atau arahan dari pemilik akun.

Kini, di tengah bergulirnya kasus korupsi yang menyeret namanya, jejak digital Fadia Arafiq kembali menjadi sorotan. Polemik lama terkait cara membalas komentar di media sosial pun kembali dibicarakan publik, memperlihatkan bagaimana rekam jejak komunikasi seorang pejabat dapat kembali mencuat ketika tersandung persoalan hukum.

Editor : Andhika Attar Anindita
#ott kpk #Fadia Arafiq #kpk #korupsi #komisi pemberantasan korupsi #bupati pekalongan