JP Radar Kediri – Beberapa waktu lalu, fenomena masuknya saldo dua kali ke rekening KKS Keluarga Penerima Manfaat (KPM) membuat heboh.
Pasalnya, bantuan ini juga cair di momen puasa ramadan, dimana kebutuhan masyarakat meningkat. Kabar gembira ini disampaikan beberapa KPM dari berbagai wilayah.
Saldo KKS yang terisi dua kali merupakan hal normal bagi penerima yang mendapatkan bantuan tambahan, seperti PKH validasi atau BPNT komplementer.
Kondisi ini menunjukkan bahwa penerima telah memenuhi kriteria tambahan dalam sistem bantuan sosial.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf juga memberikan arahan agar dana bantuan dapat menjadi pendongkrak kemandirian ekonomi bagi keluarga penerima manfaat (KPM).
“Kepada seluruh penerima manfaat, pergunakanlah bansos dengan bijak untuk membeli makanan bergizi, kebutuhan sekolah anak, mendukung kesehatan keluarga atau bahkan memulai usaha kecil yang produktif,” himbau Mensos, seperti dikutip dari akun instagram @kemensosri.
Baca Juga: Bansos PKH BPNT Maret 2026 Tertunda? Gus Ipul Minta Warga Perbarui Data DTSEN
Banyak yang masih bertanya-tanya saldo bantuan apakah itu?
Fenomena saldo masuk dua kali ternyata berkaitan dengan proses validasi dan penambahan penerima bansos oleh sistem pemerintah.
Ini bukanlah kesalahan, melainkan justru bagian dari proses penyaluran bantuan bagi penerima yang memenuhi kriteria tambahan.
Beberapa penerima BPNT yang sebelumnya hanya menerima bantuan sembako kini ditetapkan sebagai penerima PKH setelah melalui proses validasi sistem.
Akibatnya, saldo bantuan yang diterima menjadi dua jenis, yaitu BPNT yang sudah cair lebih dulu, atau PKH yang ditambahkan setelah validasi.
Hal ini lah yang menyebabkan saldo KKS bertambah dua kali dalam periode yang berdekatan.
Alasan Lain Bansos Masuk Rekening 2 Kali
Penerima PKH juga bisa ditambahkan sebagai penerima BPNT komplementer.
Dalam kondisi ini, penerima mendapatkan PKH sebagai bantuan utama, dan BPNT sebagai bantuan tambahan. Kedua bantuan tersebut masuk secara terpisah ke dalam rekening KKS.
Pencairan bantuan sosial tahap pertama masih berlangsung hingga Maret 2026. Oleh karena itu, penerima disarankan untuk rutin memeriksa saldo KKS secara berkala.
Jika memenuhi syarat dan telah diverifikasi, bantuan tambahan dapat masuk kapan saja selama periode pencairan berlangsung.
Penerima bantuan disarankan untuk memastikan data tetap valid agar tetap berpeluang menerima bantuan sosial tambahan.
Syarat dan Kriteria Penerima Bansos Double Maret 2026
-Termasuk kelompok desil 1 sampai desil 4
-Terdaftar dalam data kesejahteraan sosial nasional
-Memiliki komponen keluarga seperti pendidikan, kesehatan, atau kesejahteraan sosial
-Tersedia kuota bantuan di wilayah masing-masing.
Terjadi penambahan kuota nasional (10 juta KPM untuk PKH dan 18,8 juta untuk BPNT) masih tersedia di wilayah tersebut.
Data NIK dan Kartu Keluarga harus 100 persen sinkron dengan data kependudukan agar tidak tertahan di tahap cek rekening.
Jika bansos PKH reguler memiliki syarat dengan komponen seperti anak sekolah jenjang SD sampai SMA sederajat, anak usia dini, ibu hamil, lansia, dan disabilitas.
Sedangkan PKH Plus menyasar khusus PKH komponen Lansia yang tertua melalui sistem perangkingan.
Artinya, bansos tambahan PKH Plus ini melakukan seleksi dengan pengajuan cukup banyak lansia yang tidak mendapatkan bansos apapun karena KK tunggal.
Sebelum menjadi KPM PKH Plus, semua lansia dikunjungi dan menerima perlakukan ground check untuk memastikan domisili dan kelengkapan administrasi calon penerima.
"Kalau belum ada, kita bantu semuanya untuk kepengurusannya mulai dari pembuatan KKTP, KK dan lain sebagainya," jelas kanal PKH Tarik Sidoarjo.
Proses dana bansos senilai Rp500.000 dilakukan langsung di Bank Jatim ditemani oleh pendamping PKH.
Bila tidak bisa hadir karena sakit dan tida bisa ke Bank Jatim langsung, maka bisa diwakilkan dengan syarat-syarat tertentu.
Pengajuan penerima mulai dari umur 70 sampai yang tertinggi, bahkan ada lansia yang berusia 112 tahun.
Semua pengajuan disortir dari 32 penerima sekarang hanya tinggal 17 penerima manfaat PKH plus dengan usia termuda 84 tahun dan tertua berusia 102 tahun.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di saluran WhatsApp "Radar Kediri". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : Shinta Nurma Ababil