JP Radar Kediri – Bak diguyur bantuan sosial (bansos), bulan Maret 2026 ini para Keluarga Penerima Manfaat (KPM) mendapat pencairan jelang lebaran.
Tak hanya bantuan tahap 1 periode Januari-Maret 2026 saja, bansos tambahan juga disalurkan di beberapa wilayah tanah air. KKS KPM disebut mulai kemasukan saldo bantuan tunai sebesar Rp600.000, salah satunya melalui Bank Mandiri.
Saldo tersebut merupakan pencairan susulan untuk alokasi bulan Januari, Februari, dan Maret (tahap pertama). Itu bukanlah bantuan tambahan atau dana "double", melainkan hak bagi KPM yang pencairannya sempat tertunda sebelumnya.
Adapun penerima BPNT Rp600 ribu tahap 1 adalah masyarakat yang masuk dalam kelompok desil 1 hingga 4 yang mengalami keterlambatan pencairan bantuan.
Baca Juga: Cek Rekening Sekarang! Tambahan Bansos Rp500 Ribu di Wilayah Ini, Saldo KKS Bisa Masuk Dua Kali
Update Status Bansos di SIKS-NG
Melihat bansos di aplikasi SIKS-NG (Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial Next Generation), statusnya saat ini masih menunjukkan keterangan "Berhasil Cek Rekening".
Meskipun rekening sudah terverifikasi, kolom nominal bantuannya masih kosong atau bertanda strip (-). Ini artinya:
Proses pengisian saldo (top-up) dana masih tertunda. Bantuan kemungkinan besar belum akan cair dalam waktu dekat
Kabar yang menyebut tahap keempat sudah cair adalah tidak benar karena belum ada konfirmasi resmi dari Kementerian Sosial.
Guna memastikan distribusi bantuan sosial yang akurat, pemerintah sedang giat melakukan penataan data.
“Selama satu tahun ini, saya dan Pak Yandri konsolidasi data menindaklanjuti Inpres Nomor 4 Tahun 2025. Dimana Inpres ini mengharuskan kita berpedoman pada DTSEN dalam menyalurkan bantuan sosial maupun program pemerintah,” ujar Menteri Sosial Saifullah Yusuf dilansir dari website resmi Kementerian Sosial.
Adanya dasar hukum tersebut membuat penyaluran bantuan menjadi lebih terarah, karena mengacu sepenuhnya pada data tunggal yang diverifikasi pemerintah pusat.
Kriteria Penerima Bansos Double Maret 2026
Berada pada skala ekonomi Desil 1 hingga Desil 4 dalam data DTKS.
Terjadi penambahan kuota nasional (10 juta KPM untuk PKH dan 18,8 juta untuk BPNT) masih tersedia di wilayah tersebut.
Data NIK dan Kartu Keluarga harus 100 persen sinkron dengan data kependudukan agar tidak tertahan di tahap cek rekening.
Jika bansos PKH reguler memiliki syarat dengan komponen seperti anak sekolah jenjang SD sampai SMA sederajat, anak usia dini, ibu hamil, lansia, dan disabilitas.
Sedangkan PKH Plus menyasar khusus PKH komponen Lansia yang tertua melalui sistem perangkingan.
Artinya, bansos tambahan PKH Plus ini melakukan seleksi dengan pengajuan cukup banyak lansia yang tidak mendapatkan bansos apapun karena KK tunggal.
Sebelum menjadi KPM PKH Plus, semua lansia dikunjungi dan menerima perlakukan ground check untuk memastikan domisili dan kelengkapan administrasi calon penerima.
"Kalau belum ada, kita bantu semuanya untuk kepengurusannya mulai dari pembuatan KKTP, KK dan lain sebagainya," jelas kanal PKH Tarik Sidoarjo.
Proses dana bansos senilai Rp500.000 dilakukan langsung di Bank Jatim ditemani oleh pendamping PKH.
Bila tidak bisa hadir karena sakit dan tida bisa ke Bank Jatim langsung, maka bisa diwakilkan dengan syarat-syarat tertentu.
Pengajuan penerima mulai dari umur 70 sampai yang tertinggi, bahkan ada lansia yang berusia 112 tahun.
Semua pengajuan disortir dari 32 penerima sekarang hanya tinggal 17 penerima manfaat PKH plus dengan usia termuda 84 tahun dan tertua berusia 102 tahun.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di saluran WhatsApp "Radar Kediri". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : Shinta Nurma Ababil