JP Radar Kediri - Syarifah Suraidah istri dari Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud belakangan ini juga turut jadi sorotan publik.
Media sosial ramai mengomentari tak hanya soal anggaran mobil dinas mewah seharga Rp8,5 miliar yang dibeli Rudy, namun gaya pakaian istri dari Gubernur Kaltim itu juga jadi gunjingan karena berpakaian ala noni belanda.
Salah satu akun X yakni @N——–g pada Kamis (26/6/2026) mengomentari gaya berpakaian Syarifah Suraidah dengan menuliskan gaya berpakaian Syarifah Suraidah seperti gaya berpakaian era zaman Belanda.
“Ini ibu gubernur Kalimantan vibes nya kayak nyonya menir Belanda,” tulisnya.
Cuitan itu pun mendapat banyak respon dari warganet dengan total 1.100 repost dan 3.900 likes.
Tak hanya itu, dalam video yang diunggah akun Instagram @peopletoday.id, Sarifah tampak berbincang dengan nenek pedagang sayur di pinggir jalan dan memberikan sejumlah uang.
Terlihat pula gaun putih bermotif bunga yang ia kenakan dengan dipadukan kalung mutiara, anting, cincin berukuran besar, serta topi bertepi lebar senada dengan busananya.
Penampilan itu kemudian menjadi bahan komentar warganet. Sebagian menyebut gaya berbusananya mirip “noni Belanda”, istilah yang merujuk pada perempuan muda Belanda pada masa kolonial.
Profil Syarifah Suraidah Istri Gubernur Kaltim
Syarifah Suraidah merupakan anggota DPR RI dari Dapil Kaltim. Yang juga merupakan anggota Partai Golkar, sama seperti suaminya.
Saat ini Syarifah Suraidah duduk di Komisi VI DPR RI yang membidangi soal Perdagangan, Kawasan Perdagangan dan Pengawasan Persaingan Usaha, dan BUMN.
Selain menjadi wakil rakyat di Senayan, Syarifah Suraidah juga aktif sebagai Ketua TP PKK Provinsi Kaltim.
Perempuan berusia 44 tahun itu selain aktif di dunia politik, Syarifah juga tercatat aktif di dunia bisnis.
Di mana ia sempat menjabat sebagai Direktur PT Barokah Agro Perkasa pada tahun 2014-2023.
Saat ini Syarifah Suraidah aktif menjabat sebagai Anggota DPR RI serta sebagai Ketua TP PKK Provinsi Kaltim.
Dia juga kerap mendampingi sang suami yakni Rudy Mas’ud sangat kunjungan kerja ke sejumlah daerah di Kaltim.
Editor : Shinta Nurma Ababil