Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Polisi Beberkan Penyebab Kematian Dua Mayat Ibu-Anak di Bekas Asrama Polisi Ploso Jombang

Zeyra Putri Widhianingtyas • Kamis, 26 Februari 2026 | 23:51 WIB

Kasatreskrim Polres Jombang AKP Dimas Robin Alexander
Kasatreskrim Polres Jombang AKP Dimas Robin Alexander

JP Radar Kediri-  Hasil otopsi sementara terhadap dua jasad perempuan yang ditemukan di bekas asrama Polri terbengkalai di Desa Rejoagung, Kecamatan Ploso, Kabupaten Jombang menunjukkan bahwa korban meninggal akibat mati lemas dan terbakar dalam kondisi masih hidup.

 Kasatreskrim Polres Jombang AKP Dimas Robin Alexander menyebutkan bahwa berdasarkan pemeriksaan forensik, waktu kematian diperkirakan terjadi sekitar 48 hingga 120 jam sebelum kedua korban ditemukan di lokasi kejadian.

Hasil pemeriksaan visual tim forensik di wilayah Jombang tidak menemukan tanda-tanda kekerasan akibat benda tumpul maupun benda tajam pada tubuh korban.

Berdasarkan kesimpulan dokter forensik, korban meninggal akibat mengalami mati lemas, yang dipicu oleh menghirup asap serta adanya luka bakar pada beberapa bagian tubuh.  

“Mati lemas karena hirup asap, kemudian juga ada luka bakar di area kulit,” ucapnya, dikutip dari Radar Jombang, Kamis, (26/2).

Selain itu, temuan lain yang menjadi perhatian adalah kondisi tubuh korban anak, yang mengalami pelepuhan pada area pipi diduga akibat paparan zat kimia cair yang bersifat keras.

Temuan tersebut menjadi bagian dari hasil pendalaman forensik dalam mengungkap penyebab kematian kedua korban.

Sementara itu, pada tubuh korban ibu ditemukan kerusakan pada bagian tenggorokan hingga organ dalam tubuh. Penyidik juga menemukan satu botol cairan pembersih lantai merek Porsek.

Meski demikian, pihak kepolisian belum dapat memastikan apakah cairan tersebut menjadi penyebab utama kerusakan yang ditemukan pada tubuh korban dan masih terus melakukan pendalaman penyelidikan.

“Secara medis disebut zat kimia basah kuat. Apakah berasal dari Porsek, itu masih harus melalui uji laboratorium,” tegas Dimas.

Ia menambahkan bahwa secara sementara terdapat indikasi dampak dari zat tersebut, meskipun kepastiannya masih menunggu hasil uji laboratorium.

Baca Juga: Bersihkan Sawah, Petani Temukan Mayat Lansia di Saluran Irigasi Desa Tawang Kediri

Pihak kepolisian juga memastikan bahwa korban meninggal di tempat kejadian perkara (TKP) di wilayah Jombang.

Selain botol cairan kimia, penyidik turut mengamankan kunci motor dan korek api yang ditemukan di lokasi kejadian sebagai barang bukti untuk pendalaman kasus.

Saat ini, proses penyelidikan juga difokuskan pada penelusuran rekaman kamera pengawas di sekitar lokasi, pemeriksaan keterangan para saksi, serta pengujian laboratorium terhadap barang bukti yang mengandung bahan kimia untuk memperjelas penyebab kematian kedua korban.

“Nanti akan kami gelarkan hasil penyelidikan secara lengkap setelah seluruh rangkaian selesai,” tandasnya.

Jenazah kedua korban telah dimakamkan oleh pihak keluarga, sementara proses penyidikan oleh kepolisian di wilayah Jombang masih terus berlangsung untuk mengungkap secara menyeluruh rangkaian peristiwa yang terjadi.

Pihak berwenang berupaya menuntaskan penyelidikan guna memastikan seluruh fakta terkait kasus tersebut dapat terungkap secara jelas.

 

Editor : Andhika Attar Anindita
#viral #berita jombang hari ini #penemuan mayat #kriminal #berita jombang