Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Geger! Dwi Sasetyaningtyas Pamer Paspor WNA Anak, Publik Bongkar Dugaan Pelanggaran LPDP dan Sorot Status Mertua Eks Pejabat

Zeyra Putri Widhianingtyas • Selasa, 24 Februari 2026 | 03:04 WIB

Dwi Sasetyaningtyas
Dwi Sasetyaningtyas
JP Radar Kediri - Media sosial tengah diramaikan oleh kontroversi yang menyeret nama influencer Dwi Sasetyaningtyas, atau yang akrab disapa Tyas.

Polemik ini bermula dari unggahannya yang memperlihatkan paspor WNA Inggris milik sang anak. Postingan tersebut memicu berbagai reaksi dan perdebatan di kalangan warganet.

Isu kemudian melebar hingga menyoroti suaminya, Arya Iwantoro, yang diketahui merupakan penerima beasiswa dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Status sebagai awardee LPDP ikut dipertanyakan, terutama terkait kewajiban pengabdian yang harus dipenuhi. Latar belakang keluarga mertuanya pun tak luput dari sorotan publik.

Menanggapi polemik yang berkembang, pihak LPDP dikabarkan akan mengambil langkah dengan melakukan pemanggilan terhadap pihak terkait guna meminta klarifikasi. Langkah ini dilakukan untuk memastikan kepatuhan terhadap aturan dan kewajiban yang berlaku bagi penerima beasiswa.

Kisruh ini bermula ketika Dwi Sasetyaningtyas atau Tyas mengunggah konten mengenai anaknya yang disebut telah resmi menyandang kewarganegaraan Inggris (UK). Unggahan tersebut langsung menyita perhatian dan memicu beragam komentar dari warganet.

Meski video itu kini telah dihapus, rekamannya terlanjur tersebar luas. Sejumlah pengguna menyimpan dan membagikannya kembali di platform X (dahulu Twitter), salah satunya melalui akun @blaugrana1O pada Sabtu, (21/2).

"Akhirnya paket yang aku tunggu-tunggu selama empat bulan ke belakang nyampe juga. Ini paket bukan sembarang paket, isinya adalah sebuah dokumen yang penting banget yang mengubah nasib dan masa depan anak-anakku," kata Dwi Sasetyaningtyas.

Namun, kalimat yang memicu kemarahan netizen adalah pilihannya untuk menjauhkan status WNI dari sang anak.

"Aku tahu dunia terlihat nggak adil, tapi cukup aku aja yang WNI, anak-anakku jangan. Kita usahakan anak-anak dengan paspor kuat WNA itu," ungkapnya.

Pernyataan tersebut menuai kritik karena dianggap merendahkan identitas bangsa dan mencerminkan sikap yang tidak nasionalis. Apalagi, Dwi Sasetyaningtyas diketahui merupakan alumni beasiswa dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), program pendidikan yang dibiayai oleh negara.

Merespons nada yang dinilai menantang dari Dwi Sasetyaningtyas di kolom komentar, warganet mulai menelusuri latar belakang sang suami, Arya Iwantoro. Sorotan publik pun melebar, tidak lagi hanya pada unggahan awal, tetapi juga pada rekam jejak keluarga mereka.

Dalam beberapa balasannya, Tyas sempat memainkan diksi saat menanggapi komentar keras netizen.

Ia menyebut suaminya tidak sedang kuliah dan tidak menerima beasiswa, melainkan bekerja secara mandiri di Inggris. Pernyataan itu justru memicu rasa penasaran publik dan memperpanjang polemik yang sudah terlanjur berkembang.

"Gak usah sok tahu. Suamiku kerja di Inggris, bukan sekolah LPDP," tepis Tyas.

Namun, sejumlah temuan justru menunjukkan hal berbeda. Akademisi Aprina Murwanti dan kreator konten Bima Yudho Saputro mengungkap bahwa Arya Iwantoro merupakan lulusan Institut Teknologi Bandung angkatan 2013 yang melanjutkan studi S2 dan S3 (PhD) di Utrecht University, Belanda, dengan pendanaan dari negara melalui Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).

Informasi tersebut merujuk pada bagian kata pengantar tesis Arya di Utrecht University yang secara eksplisit mencantumkan ucapan terima kasih kepada Indonesia Endowment Fund for Education (LPDP), sebagai pihak pemberi pendanaan studinya.

Arya Iwantoro disebut-sebut diduga melanggar code of conduct Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) karena langsung bekerja di Inggris sebagai peneliti setelah lulus PhD pada 2022. Ia dinilai belum memenuhi kewajiban pengabdian di Indonesia sesuai ketentuan 2 kali masa studi ditambah 1 tahun (2N+1).

Kreator konten Bima Yudho Saputro turut menyoroti bahwa Dwi Sasetyaningtyas bisa menetap di Inggris diduga karena menggunakan dependent visa dari sang suami yang belum kembali ke Tanah Air. Di tengah derasnya kritik, Tyas sempat membangun narasi bahwa suaminya berasal dari keluarga sederhana dengan memperlihatkan foto rumah neneknya yang disebut tidak terlihat di Google Maps.

Namun, sorotan publik justru mengarah pada latar belakang keluarga Arya. Ayah Arya, Syukur Iwantoro, diketahui merupakan mantan pejabat eselon I di Kementerian Pertanian (Kementan). Namanya juga pernah disebut diperiksa oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai saksi dalam sejumlah kasus impor pada masa jabatannya.

Dugaan penyalahgunaan fasilitas negara ikut mencuat setelah warganet menemukan unggahan lama Dwi Sasetyaningtyas tertanggal 29 Januari 2026 terkait kegiatannya di Sumba. Dalam unggahan tersebut, ia menceritakan pengalaman saat hamil empat bulan berada di Sumba dan mengaku mendapat berbagai fasilitas.

Tyas menuliskan bahwa dirinya “dijagain, diurusin, dikasih mobil, sopir, hotel, sampai dikasih ajudan oleh Papa Mertua”. Pernyataan itu kemudian memicu tanda tanya di kalangan publik.

Warganet mempertanyakan urgensi serta etika penggunaan fasilitas seperti ajudan dan sarana dinas apabila benar digunakan untuk kepentingan pribadi, terlebih mengingat mertuanya, Syukur Iwantoro, merupakan mantan pejabat di Kementerian Pertanian.

Setelah gelombang kritik terus berdatangan, Dwi Sasetyaningtyas akhirnya menyampaikan permintaan maaf secara terbuka pada Kamis, 19 Februari 2026. Ia merespons polemik yang berkembang luas di media sosial terkait pernyataannya sebelumnya.

Tyas mengklaim ucapannya soal “anak jangan WNI” merupakan luapan emosi dan kelelahan pribadi terhadap berbagai kondisi yang ia rasakan. Ia juga mengakui bahwa sebelumnya sempat menanggapi komentar netizen dengan nada keras.

Dalam klarifikasinya, Tyas menyadari pernyataan tersebut tidak pantas dan berpotensi melukai rasa nasionalisme publik. “Terkait unggahan saya sebelumnya yang memuat kalimat ‘cukup saya saja yang WNI, anak-anak saya jangan’, saya ingin memohon maaf kepada publik,” tulisnya.

 

 

 

Editor : rekian
#Dwi Sasetyaningtyas viral #Paspor WNA anak #Dwi Sasetyaningtyas alumni LPDP #Syukur Iwantoro #Arya Iwantoro #lpdp #Dwi Sasetyaningtyas