Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Mertua Dwi Sasetyaningtyas Ternyata Bukan Orang Sembarang! Ini Rekam Jejak Syukur Iwantoro di Kementan dan Isu KPK

Zeyra Putri Widhianingtyas • Selasa, 24 Februari 2026 | 02:57 WIB

Dwi Sasetyaningtyas dan Syukur Iwantoro
Dwi Sasetyaningtyas dan Syukur Iwantoro
JP Radar Kediri - Kontroversi yang melibatkan Dwi Sasetyaningtyas atau Tyas kembali menjadi perbincangan publik setelah polemik terkait pernyataannya soal kewarganegaraan semakin meluas.

Sorotan kini tidak hanya tertuju pada dirinya, tetapi juga pada keluarga, khususnya sosok mertuanya yang ikut menjadi perhatian warganet.

Sosok tersebut adalah Syukur Iwantoro, yang diketahui merupakan mantan pejabat di Kementerian Pertanian (Kementan). Namanya juga pernah disebut-sebut dalam pemeriksaan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai saksi dalam sejumlah kasus terkait impor.

Permintaan maaf yang disampaikan Dwi Sasetyaningtyas sebelumnya dinilai belum sepenuhnya meredam kritik publik. Polemik justru berkembang lebih luas setelah sejumlah warganet melakukan penelusuran mandiri terhadap berbagai pernyataan yang pernah ia sampaikan.

Sejumlah pengguna media sosial kemudian mengaitkan narasi “hidup susah” yang pernah disampaikan Tyas dengan latar belakang keluarga suaminya, Arya Iwantoro.

Dalam salah satu unggahan di platform Threads, disebutkan bahwa Tyas pernah mengungkapkan kehidupan dirinya dan suami yang diklaim berada dalam kondisi sulit pada masa lalu.

Namun, hasil penelusuran publik menunjukkan bahwa ayah mertua Tyas, Syukur Iwantoro, diketahui pernah menjabat sebagai pejabat di Kementerian Pertanian. Fakta tersebut kemudian memicu diskusi publik mengenai kesesuaian narasi yang beredar dengan latar belakang keluarga yang sebenarnya.

Nama Syukur Iwantoro memang bukan sosok baru di lingkungan birokrasi sektor pertanian. Pria kelahiran Situbondo, 30 Mei 1959 ini memiliki rekam jejak panjang sebagai mantan pejabat di Kementerian Pertanian dengan berbagai posisi strategis selama kariernya.

Secara akademik, Syukur merupakan lulusan Fakultas Peternakan dari Institut Pertanian Bogor (IPB). Setelah lulus, Ia melanjutkan pendidikan S2 di bidang Perencanaan Wilayah dan Perdesaan di kampus yang sama.

Ia juga tercatat pernah menempuh pendidikan MBA Agribisnis di Inggris pada 1994, yang memperkuat kompetensinya di bidang agribisnis dan manajemen pertanian.

Karier birokrasi Syukur dimulai dari posisi staf di Biro Kerja Sama Luar Negeri. Sepanjang perjalanan kariernya, ia pernah mengemban sejumlah jabatan penting, antara lain Kepala Subbagian Kebijakan Subsidi dan Harga, Kepala Bagian Program Badan Agribisnis, Direktur Pengembangan Mutu Hasil Pertanian, hingga pernah menjabat sebagai Kepala Badan Karantina Pertanian.

Puncak karier Syukur Iwantoro terjadi pada 2011 ketika ia dipercaya menjabat sebagai Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan. Setelah itu, ia kembali mendapatkan amanah sebagai Sekretaris Jenderal di Kementerian Pertanian.

Jabatan tersebut menempatkannya pada posisi strategis dalam pengambilan kebijakan sektor pertanian nasional.

Meski memiliki rekam jejak panjang di birokrasi, nama Syukur Iwantoro juga pernah muncul dalam proses hukum di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Ia pernah diperiksa sebagai saksi dalam kasus dugaan suap pengurusan izin impor bawang putih pada 2019 saat masih menjabat Sekretaris Jenderal Kementan.

Serta dalam kasus dugaan suap impor daging sapi pada 2013 saat menjabat Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan. Dalam kedua perkara tersebut, statusnya hanya sebagai saksi, bukan tersangka.

Sebelumnya diberitakan, kontroversi ini bermula dari unggahan Dwi Sasetyaningtyas pada Sabtu (21/2) yang membagikan kebahagiaannya atas kewarganegaraan Inggris anak-anaknya.

Unggahan tersebut memicu perdebatan di media sosial, karena sebagian warganet menilai hal itu bertentangan dengan nilai nasionalisme yang dianggap melekat pada penerima beasiswa negara, termasuk alumni Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).

Sorotan publik kemudian meluas ke suaminya, Arya Iwantoro, yang diduga terkait dengan kewajiban pengabdian LPDP. Tidak berhenti di situ, perhatian warganet juga mengarah pada keluarga, khususnya mertua Tyas, Syukur Iwantoro, yang ikut menjadi bahan perbincangan publik di tengah polemik yang berkembang.

Editor : rekian
#pejabat kementan #Dwi Sasetyaningtyas viral #Dwi Sasetyaningtyas alumni LPDP #Syukur Iwantoro #kpk #kementan