JP Radar Kediri – Memasuki bulan puasa ramadan ini, sederet bansos dilakukan percepatan pencairan oleh pemerintah. Langkah percepatan ini menjadi angin segar bagi masyarakat, mengingat kebutuhan pokok biasanya melonjak drastis menjelang Hari Raya Idulfitri yang diprediksi jatuh pada akhir Maret mendatang
Namun, muncul informasi yang membuat gaduh KPM. Pasalnya sejumlah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) melaporkan menerima pencairan bansos BPNT tahap 1 2026 sebanyak 2 kali.
KPM yang melapor melalui kanal youtube Diary Bansos, hal ini dialami oleh KPM yang pencairannya lewat Bank BNI. Bantuan senilai Rp600.000 itu diterima sebanyak 2 kali.
Diketahui, kode pencairan bansos Program Keluarga Harapan (PKH) berbeda dengan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).
Mayoritas kode pencairan bansos tahap 1 2026 kodenya adalah JSK yang merupakan bantuan PKH, namun saldo bantuan yang masuk ke rekening KPM senilai Rp600.000.
Fakta Masuknya Saldo Rp600 Ribu 2 Kali
Menurut aturan penyaluran bantuan, bansos yang sudah dianggarkan di tahun 2025 akan disalurkan di tahun yang sama dan tidak bisa disalurkan di tahun 2026.
Sehingga, saldo Rp600.000 yang masuk dua kali melalui KKS merupakan dua jenis bantuan yang berbeda, yakni PKH dan BPNT.
Penerima manfaat tersebut merupakan KPM PKH plus BPNT yang menerima pencairan bansos senilai Rp600.000 dua kali, khususnya yang memiliki komponen lansia atau disabilitas.
Sama halnya dengan KPM yang memiliki komponen anak sekolah SD dan SMP akan menerima saldo bansos senilai Rp600.000.
Setelah cair Rp600.000 yang diduga kuat pencairan bansos PKH tahap 1 2026, beberapa hari kemudian saldo senilai Rp600.000 masuk lagi yang merupakan bansos BPNT.
Bisa disimpulkan, saldo Rp600.000 yang masuk dua kali ke dalam kartu KKS, bukan bansos PKH atau BPNT yang cair sebanyak 2 kali di pencairan bansos tahap 1 2026.
Baca Juga: Cek Bansos PKH BPNT Tahap 1 Awal Puasa, Lihat Nama Penerima Pakai NIK dan Kenali Desil DTSEN
2 Bantuan Tambahan untuk KPM PKH
Selain bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) rutin, KPM dengan kategori tertentu juga berpeluang mendapatkan dua bantuan tambahan untuk memperkuat daya beli selama bulan puasa:
1. Bansos BPNT (Sembako) Rp600.000
Bagi KPM yang terdaftar dalam kategori "PKH + BPNT", pemerintah akan merapel bantuan pangan non-tunai untuk tiga bulan sekaligus. Total dana sebesar Rp600.000 akan dicairkan guna membantu memenuhi kebutuhan pangan pokok keluarga.
2. Bonus Program Indonesia Pintar (PIP) 2026
Keluarga yang memiliki anak usia sekolah (6–21 tahun) berkesempatan menerima bantuan pendidikan PIP. Namun, pencairan ini sangat bergantung pada sinkronisasi data antara Dapodik di sekolah dengan data kependudukan di kementerian.
Baca Juga: 7 Bansos Februari 2026 Mulai Cair Awal Puasa: PKH, BPNT, BLT Rp900 Ribu, Beras, Hingga Minyak Goreng
Syarat Agar PIP Cepat Cair
Agar bantuan dapat diterima tanpa kendala administrasi, KPM diharapkan memastikan poin-poin berikut:
Keaktifan Siswa: Pastikan anak sekolah terdaftar aktif di Dapodik dan data keluarga sinkron dengan Dukcapil.
Usulan Sekolah: Pastikan pihak sekolah telah mengusulkan nama siswa ke Dinas Pendidikan agar masuk dalam SK Nominasi penerima.
Kelayakan Data: Penerima harus tetap terverifikasi sebagai keluarga kurang mampu dalam data terpadu pemerintah.
Penyaluran bansos di awal tahun 2026 ini diharapkan menjadi bantalan ekonomi yang efektif bagi masyarakat, sekaligus meringankan beban biaya pendidikan dan konsumsi rumah tangga selama momentum lebaran.
Untuk mendapatkan berita- berita terkini Jawa Pos Radar Kediri , silakan bergabung di saluran WhatsApp " Radar Kediri ". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : Shinta Nurma Ababil