Salah satu amalan yang sering dilakukan sebelum mulai berpuasa adalah mandi wajib atau mandi besar, terutama bagi mereka yang berada dalam keadaan hadas besar.
Mandi sebelum menjalankan puasa Ramadhan bukan sekedar kebiasaan turun-temurun, melainkan bagian dari ketentuan syariat dalam kondisi tertentu yang memang mewajibkannya.
Dalam kajian fikih, mandi wajib dilakukan untuk menyucikan diri dari hadas besar, seperti setelah berhubungan suami istri, keluarnya mani, haid, maupun nifas.
Apabila hadas besar terjadi pada malam hari, seseorang dianjurkan segera mandi sebelum masuk waktu Subuh agar dapat menjalankan puasa dalam kondisi suci.
Penjelasan tentang kewajiban mandi ini banyak dijumpai dalam berbagai referensi fikih. Salah satunya dalam buku Ensiklopedia Fikih Indonesia: Taharah karya Ahmad Sarwat, yang menerangkan bahwa bersuci dari hadas besar menjadi syarat sah beberapa ibadah, termasuk shalat dan puasa.
Niat mandi wajib dibaca di dalam hati saat air pertama kali disiramkan ke tubuh sebagai tanda dimulainya mandi besar.
Baca Juga: Panduan Membayar Utang Puasa Ramadhan, Lengkap dengan Niat Puasa Qadha dan Cara Mengerjakannya
Berikut bacaan niat mandi sebelum puasa Ramadhan dalam tulisan Arab, latin, dan artinya:
Arab:
نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ الْحَدَثِ الأَكْبَرِ لِلّٰهِ تَعَالَى
Latin:
Nawaitul ghusla li raf'il hadatsil akbari lillāhi ta'ālā.
Artinya:
“Saya niat mandi untuk menghilangkan hadas besar karena Allah Ta'ala.”
Pelaksanaan mandi wajib tidak dilakukan secara sembarangan. Ada tahapan yang dianjurkan dalam tuntunan fikih agar mandi dinilai sah sekaligus sempurna.
Baca Juga: Update Harga Pangan Ramadhan 2026: Cek 5 Tips Belanja Hemat untuk Kebutuhan Puasa
Berikut urutan tata caranya:
- Membaca niat mandi wajib sebelum mulai mandi.
- Membasuh kedua tangan sebanyak tiga kali.
- Membersihkan bagian tubuh yang terkena najis atau kotoran, seperti kemaluan dan sekitarnya, menggunakan tangan kiri.
- Cuci tangan kembali dengan sabun atau media pembersih hingga benar-benar bersih.
- Berwudu sebagaimana hendak melaksanakan shalat.
- Mengguyur kepala sebanyak tiga kali sampai udara merata hingga ke pangkal rambut.
- Menyiram seluruh tubuh, dimulai dari sisi kanan tiga kali, lalu sisi kiri tiga kali.
- mengoyak udara mengalir ke seluruh bagian tubuh, termasuk lipatan seperti ketiak, pusar, belakang telinga, serta sela-sela jari.
- Setelah seluruh tubuh terkena udara secara merata, mandi dapat dilanjutkan hingga benar-benar bersih.
Sebagian ulama juga menganjurkan untuk kembali berwudu setelah selesai mandi, sebelum keluar dari kamar mandi, sebagai bentuk penyempurnaan dalam bersuci. Anjuran ini dimaksudkan agar kondisi suci semakin terjaga sebelum melaksanakan ibadah.
Baca Juga: Hindari Saat Sahur! 5 Jenis Makanan yang Bikin Bau Mulut Makin Parah Sepanjang Hari
Doa Setelah Mandi Wajib
Usai menunaikan mandi wajib, umat Islam dianjurkan membaca doa sebagai penyempurna ibadah. Berikut bacaannya:
Arab:
أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، Panduan Pengguna yang Dapat Diatur
Latin:
Asyhadu allā ilāha illallāh wahdahu lā syarīka lah, wa asyhadu anna Muhammadan 'abduhū wa rasūluh.
Artinya:
“Aku mencerminkan bahwa tidak ada Tuhan selain Allah Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya. Dan aku mencerminkan bahwa Nabi Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya.”
Dengan memahami niat mandi sebelum puasa Ramadhan 2026 beserta urutan tata caranya, umat Islam dapat menjalankan ibadah dalam kondisi suci serta sesuai dengan ketentuan syariat yang telah diajarkan.
Untuk mendapatkan berita- berita terkini Jawa Pos Radar Kediri , silakan bergabung di saluran WhatsApp " Radar Kediri ". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : rekian