Namun, bagaimana keberlanjutan program ini saat memasuki puasa ramadan?
Terkait hal ini, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, memastikan bahwa MBG akan tetap berjalan selama Ramadan, Idul Fitri 1447 Hijriah, hingga Tahun Baru Imlek. Ia menegaskan bahwa pendistribusian akan dibagi ke dalam empat mekanisme utama.
"Untuk Ramadan, Makan Bergizi Gratis akan tetap berlanjut. Jadi, ada empat mekanisme yang akan kami kembangkan," ujarnya disampaikan saat berada di Masjid Istiqlal, Jakarta, pada Sabtu (7/2/2026).
Mekanisme Distribusi MBG Selama Ramadan
1. Bagi wilayah mayoritas berpuasa, menu tetap dikirim ke sekolah dalam bentuk makanan tahan lama agar bisa dibawa pulang untuk berbuka.
2. Bagi wilayah mayoritas tidak berpuasa, pelayanan MBG tetap berjalan normal seperti hari biasa.
3. Bagi kelompok rentan yaitu Ibu hamil, menyusui, dan balita tetap mendapat layanan penuh karena kebutuhan gizi mereka tidak dapat ditunda.
3. Bagi lingkungan pesantren, MBG dibagikan saat berbuka puasa, dengan proses memasak yang dilakukan pada siang hari oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di lokasi.
Sementara itu, untuk menyiasati libur Idul Fitri (18–24 Maret 2026), distribusi dilakukan lebih awal pada 17 Maret 2026 dalam bentuk paket harian dan tiga paket bundling kemasan sehat.
Mengingat makanan hanya bertahan maksimal tiga hari, petugas SPPG diwajibkan memberikan edukasi cara penyimpanan kepada penerima.
Melalui penyesuaian ini, Badan Gizi Nasional (BGN) berkomitmen agar pemenuhan gizi masyarakat tidak terganggu selama bulan puasa, dimana teknis pelaksanaannya telah disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat setempat.
Untuk mendapatkan berita- berita terkini Jawa Pos Radar Kediri , silakan bergabung di saluran WhatsApp " Radar Kediri ". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : Shinta Nurma Ababil