JP Radar Kediri– Bencana alam sepeti angin kencang kerap melanda Indonesia. Seperti yang terjadi di sejumlah desa di Tulungagung pada awal tahun ini. Akibat peristiwa itu, puluhan rumah warga rusak dan menumbangkan pepohonan. Warga sempat panik karena fenomena ini datang tiba-tiba dan hanya berlangsung beberapa menit.
Namun, masih banyak orang yang berasumsi bahwa puting beliung sama dengan tornado yang menerjang negara lainnya. Lalu apakah puting beliung dan tornado ini merupakan fenomena yang sama?
Puting beliung merupakan kolom udara kecil yang berputar di permukaan tanah dan terbentuk dari badai lokal atau awan konvektif (awan yang terbentuk karena udara panas naik ke atas dengan cepat). Biasanya fenomena ini hanya berlangsung selama beberapa menit. Selain itu dampak kerusakannya tergolong ringan samapi sedang, seperti atap rumah terangkat, bangunan ringan yang rusak, sampai pohon yang tumbang.
Baca Juga: Gempa Bumi 6,3 SR Guncang Bengkulu Dini Hari 23 Mei 2025
Sedangkan tornado skalanya lebih besar. Tornado adalah kolom udara yang berputar sangat kuat dan terstruktur dari dasar awan badai kuat sampai ke tanah. Selain skalanya yang lebih besar, fenomena ini juga berlangsung lebih lama dengan jalur yang lebih panjang dari puting beliung. Kecepatan anginnya juga lebih ekstrem, sehingga dampak kerusakan yang ditimbulkan lebih besar.
Dilansir dari WMO, puting beliung yang terjadi di Tulungagung atau di beberapa daerah Indonesia dapat dikatakan sebagai angin puyuh atau gustnado . Tornado skala besar jarang terjadi di Indonesia karena Indonesia tidak berada di jalur utama tornado. Lalu kenapa puting beliung bisa terjadi di Indonesia?
Puting beliung dapat menerjang wilayah Indonesia karena Indonesia memiliki atmosfer tropis yang labil. Hal ini terlihat ketika pancaroba, udara panas di permukaan bertemu udara dingin di atas sehingga menimbulkan energi konvektif yang tinggi. Terdapat juga awan cumulonimbus yang membuat pertumbuhan awan badai yang cepat. Selain itu Indonesia memiliki area terbuka yang luas seperti persawahan sehingga memudahkan terbentuknya angin pusar lokal.
Baca Juga: Angin Puting Beliung Terjang Ngancar Kediri, Sebabkan Belasan Bangunan Rusak
Dengan memahami perbedaan antara puting beliung dan tornado, masyarakat tida]k perlu panik atau salah kaprah dalam menyebut fenomena cuaca ekstrem yang terjadi di sekitar mereka. Meski skalanya lebih kecil dibandingkan angin puting beliung, puting beliung tetap berpotensi menimbulkan kerusakan dan membahayakan keselamatan.
Kewaspadaan saat cuaca mendung gelap, angin kencang mendadak, dan munculnya awan cumulonimbus perlu ditingkatkan. Edukasi kebencanaan dan kesiapan menjadi kunci agar masyarakat dapat bertindak cepat dan aman ketika fenomena ini kembali terjadi.
Penulis adalah Khansa Dhiya Ramadhania, Mahasiswa Universitas Negeri Malang. Untuk mendapatkan berita- berita terkini Jawa Pos Radar Kediri , silakan bergabung di saluran WhatsApp " Radar Kediri ". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : rekian