Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Pilu! Anak SD di NTT Akhiri Hidup Diduga Karena Tak Mampu Beli Alat Tulis, Isi Suratnya Bikin Nyesek

Zeyra Putri Widhianingtyas • Jumat, 6 Februari 2026 | 07:00 WIB

Ilustrasi anak Sd di Ngada NTT bunuh diri
Ilustrasi anak Sd di Ngada NTT bunuh diri
Catatan Editor:Artikel ini tidak bertujuan menginspirasi tindakan bunuh diri. Jika Anda pernah memikirkan atau merasakan tendensi bunuh diri, mengalami krisis emosional, atau mengenal orang-orang dalam kondisi tersebut, jangan ragu bercerita dan berkonsultasi kepada ahlinya.

 

JP Radar Kediri–  Duka mendalam menyelimuti warga Dusun Sawasina, Desa Nuruwolo, Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT). Kabar kelam itu datang dari dunia pendidikan.

Seorang siswa sekolah dasar kelas IV berinisial YBS ditemukan meninggal dunia dan diduga mengakhiri hidupnya sendiri akibat tekanan ekonomi keluarga.

Peristiwa pilu ini bermula dari permintaan sederhana yang tak dapat terpenuhi.

Sehari sebelum kejadian, YBS sempat meminta ibunya dibelikan buku tulis dan pensil. Namun, keterbatasan ekonomi membuat sang ibu belum mampu mengabulkan permintaan tersebut.

Camat Jerebuu, Bernardus H. Tage, mengatakan YBS dikenal sebagai anak yang pendiam, sopan, dan rajin belajar.

Meski hidup dalam kondisi serba kekurangan, YBS jarang menunjukkan kesedihan atau keluh kesah di hadapan warga sekitar.

“Menurut keterangan tetangga, dia anak yang baik dan rajin sekolah. Tidak ada tanda-tanda yang mencolok bahwa dia menyimpan beban berat,” ujar Bernardus seperti dikutip dari Jawapos, Kamis, (5/2).

Ayah YBS diketahui telah meninggal dunia sebelum ia dilahirkan. Selama ini, YBS tinggal bersama neneknya yang berusia sekitar 80 tahun, sementara sang ibu, MGT (47), tinggal di kampung lain bersama lima anaknya yang lain.

Pada Kamis pagi, warga sempat melihat YBS duduk di depan rumah neneknya.

Padahal, pada waktu tersebut ia seharusnya sudah berangkat ke sekolah. Beberapa jam kemudian, warga yang sedang menggembalakan kerbau di sekitar lokasi menemukan tubuh YBS.

Sang ibu mengungkapkan bahwa YBS sempat menginap di rumahnya pada malam sebelum kejadian. Keesokan paginya, sekitar pukul 06.00 WITA, YBS diantar menggunakan ojek menuju rumah neneknya.

-Baca Juga: Siapa Ressa Rizky Rossano? Pemuda Banyuwangi yang Gugat Denada Rp 7 Miliar Terkait Status Anak

“Saya sempat berpesan supaya rajin sekolah dan mengerti kondisi keluarga yang sedang sulit,” ujar sang ibu dengan suara bergetar.

Tragedi ini kian mengiris hati setelah aparat Polres Ngada menemukan secarik kertas berisi surat wasiat tulisan tangan YBS.

Surat tersebut ditulis menggunakan bahasa daerah setempat dan berisi pesan perpisahan yang ditujukan untuk sang ibu serta keluarga.

Berikut isi surat yang ditinggalkan yang bersangkutan:

KERTAS TII MAMA RETI

MAMA GALO ZEE MAMA MOLO JA’OGALO MATA MAE RITA EE MAMA NE’E GAE NGAO EEMOLO MAMA

Artinya:

SURAT BUAT MAMA RETI
MAMA SAYA PERGI DULU
MAMA RELAKAN SAYA PERGI, JANGAN MENANGIS YA MAMA
MAMA SAYA PERGI TIDAK PERLU MAMA MENANGIS DAN MENCARI ATAU MERINDUKAN SAYA

 Untuk mendapatkan berita-  berita terkini   Jawa Pos   Radar Kediri  , silakan bergabung di saluran WhatsApp "  Radar Kediri  ". Caranya klik link join  saluran WhatsApp Radar Kediri.  Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.

Editor : rekian
#viral #bocah ntt bunuh diri tidak bisa membeli buku dan pena #bunuh diri #bocah ntt tewas #ybs ngada ntt #bocah ntt bunuh diri #ntt