Penemuan jenazah Lula bermula dari kelemahan asisten rumah tangga (ART) korban, yang mendapati pintu kamar terkunci rapat sejak sore hari.
Kasi Humas Polres Metro Jakarta Selatan, Kompol Murodih, memaparkan kronologi lengkap detik-detik penemuan Lula Lahfah.
Peristiwa yang memilukan ini terjadi di Kamar 25 BN, Lantai 25, Apartemen Essence, Cipete Utara, Kebayoran Baru. Saksi pertama, Asiah, yang merupakan asisten rumah tangga (ART) korban, mulai merasa khawatir karena Lula tak kunjung keluar dari kamar.
Kekhawatiran Asiah bukan tanpa alasan. Ia tahu bahwa majikannya sedang dalam kondisi kurang sehat dan baru saja menjalani pemeriksaan medis pada malam sebelumnya.
Sekitar pukul 18.00 WIB, Asiah bersama empat orang dari pihak manajemen apartemen akhirnya membuka paksa pintu kamar. Saat pintu terbuka, mereka menemukan Lula terlentang di atas kasur.
Kondisinya saat ditemukan sudah tidak menunjukkan tanda-tanda kehidupan. Tubuh Lula terbalut selimut, mengenakan kaos putih dan celana pendek hitam.
Setelah saksi masuk bersama pihak Manajemen sekitar 4 orang, ternyata almarhum sudah kondisi terlentang silang dan kondisi mulut terbuka dan berwana kebiruan, dan cek denyut nadi, detak jantung sudah tidak berjalan/bergerak, jelasnya dikutip dari Jawapos, Minggu, (25/1).
ART Lula kemudian menghubungi Cindy Azzahra Putri, asisten pribadi mendiang. Saat kejadian, Cindy diketahui tengah bertugas menjaga bazar pakaian milik Lula di kawasan Fatmawati sejak pagi.
Setelah mendapat kabar, Cindy langsung mendatangi apartemen korban dan menemukan Lula sudah meninggal dunia.
Tak lama berselang, dokter pribadi mendiang, dr. Rizki Nirwandhi Putra, hadir di lokasi pada pukul 19.23 WIB untuk melakukan pemeriksaan awal sebelum jenazah dievakuasi. Di apartemen juga ditemukan sejumlah obat milik Lula.
Proses identifikasi jenazah selesai dilakukan pada pukul 20.20 WIB oleh tim identifikasi yang dipimpin Ipda Soleh.
Selanjutnya, pada pukul 21.20 WIB, jenazah Lula Lahfah dibawa ke RS Fatmawati menggunakan ambulans untuk menjalani visum lebih lanjut.
Dari pemeriksaan awal, pihak kepolisian tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Namun, petugas mencatat adanya sejumlah bukti medis yang ditemukan di dalam kamar.
“Tidak ada tanda tanda tangan, namun ditemukan obat obat sama surat rawat jalan dari RSPI,” ungkap Murodih.
Untuk mendapatkan berita- berita terkini Jawa Pos Radar Kediri , silakan bergabung di saluran WhatsApp " Radar Kediri ". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : rekian