JP Radar Kediri - Penyaluran bantuan sosial (bansos) reguler seperti PKH BPNT Tahap 1 oleh pemerintah nampaknya progresnya sudah mulai terlihat. Menuju akhir buln Januari 2026, Keluarga Penerima Manfaat (KPM) mengabarkan mulai adanya saldo masuk hingga Rp1,8 juta ke sejumlah rekening penyalur, khususnya BNI.
Kabar pencairan bansos ini juga berkaitan langsung dengan pencairan bansos yang sempat tertunda. Pun kelanjutan bantuan pangan non-tunai berupa beras, serta batas waktu krusial aktivasi rekening bantuan pendidikan.
Untuk diketahui, bantuan PKH BPNT Tahap 4 2025 sebelumnya penyelesaiannya tak sesuai jadwal. Yang seharusnya selesai di akhir Desember, mendapat toleransi hingga Januari.
Sehingga bagi penerima yang pada Desember sama sekali belum menerima saldo masuk, terdapat peluang pencairan susulan pada Januari 2026.
Baca Juga: Heboh Kabar BSU 2026 Cair Rp900 Ribu Januari-Februari, Kemnaker Buka Faktanya
Status SI di SIKS-NG
Dikutip dari kanal Klik Bansos, indikasinya dapat dilihat melalui perubahan status di sistem penyaluran yang mulai menunjukkan kode tertentu seperti “SI”, yang menandakan proses lanjutan sedang berjalan.
Kondisi ini membuat KPM disarankan untuk rutin mengecek saldo rekening atau notifikasi penyaluran, terutama bagi pengguna rekening BNI, BRI, maupun bank penyalur lain yang terdaftar.
Masyarakat diimbau untuk memperhatikan jadwal dan prosedur pencairan agar hak bantuan tidak hangus atau dialihkan kepada pihak lain.
Baca Juga: Alhamdulillah! Bansos BLTS Rp900 Ribu Pencairannya Diungkap Kemensos Peluangnya
Bantuan Pangan Beras: Total 40 Kg hingga April
Kekhawatiran masyarakat mengenai penghentian bantuan pangan non-tunai kini terjawab. Pemerintah menetapkan bahwa distribusi beras seberat 10 kilogram per bulan akan terus digulirkan selama empat bulan berturut-turut, terhitung mulai Januari hingga April 2026.
Jika diakumulasikan, setiap Keluarga Penerima Manfaat (KPM) berpotensi menerima total 40 kilogram beras. Mengingat harga beras di pasaran yang masih fluktuatif, bantuan ini dinilai sangat signifikan untuk menopang kebutuhan pokok harian.
Mekanisme Pengambilan Bansos Beras
Penyaluran dilakukan melalui titik komunitas seperti Kantor Pos, balai desa, atau kantor kelurahan setempat. Warga yang telah menerima undangan pengambilan wajib hadir sesuai jadwal yang ditentukan.
Penting untuk dicatat, keterlambatan pengambilan tanpa alasan yang jelas berisiko fatal. Kuota bantuan yang tidak segera diambil dalam jangka waktu tertentu dapat dialihkan kepada penerima cadangan yang dianggap lebih membutuhkan dan siap menerima.
Baca Juga: Pencairan Bansos PKH Tahap 1 2026 Mulai Disalurkan, Ini Jadwal dan Wilayah yang Cair Awal
Bantuan Pendidikan (PIP)
Selain bantuan pangan, fokus utama pada Januari 2026 tertuju pada Program Indonesia Pintar (PIP). Bantuan tunai dengan nominal bervariasi—mulai dari ratusan ribu untuk SD hingga Rp1,8 juta untuk jenjang SMA/SMK—ini memiliki batas waktu aktivasi rekening yang ketat.
Batas akhir aktivasi rekening SimPel (Simpanan Pelajar) jatuh pada 31 Januari 2026.
Peringatan ini ditujukan khusus bagi siswa yang telah ditetapkan sebagai nominasi penerima namun belum melakukan aktivasi rekening di bank penyalur. Jika melewati tanggal tersebut, dana bantuan akan otomatis dikembalikan ke kas negara dan status penerima dibatalkan.
Langkah Antisipasi agar Bansos Tidak Hangus
Untuk memastikan dana pendidikan dan bantuan pangan dapat diterima dengan lancar, masyarakat disarankan melakukan langkah-langkah berikut:
Cek Status Penerima: Orang tua atau wali murid harus segera memeriksa status penerimaan melalui laman resmi PIP Kemdikbud.
Urus Administrasi: Jika terdaftar sebagai penerima PIP, segera minta surat keterangan dari sekolah.
Kunjungi Bank Penyalur: Bawa persyaratan ke bank yang ditunjuk (BRI, BNI, atau BSI) sebelum 31 Januari 2026 untuk aktivasi rekening.
Disiplin Jadwal: Bagi penerima beras, patuhi jadwal undangan dari desa/kelurahan untuk menghindari pengalihan kuota.
Periode Januari 2026 adalah momen krusial. Keterlambatan administratif sekecil apa pun dapat menyebabkan hilangnya hak bantuan yang seharusnya diterima.
Untuk mendapatkan berita- berita terkini Jawa Pos Radar Kediri , silakan bergabung di saluran WhatsApp " Radar Kediri ". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : Shinta Nurma Ababil