Juru bicara KPK, Budi Prasetyo, menyampaikan bahwa dalam OTT tersebut, Maidi diamankan bersama sekitar 15 orang lainnya.
Namun, hanya sembilan orang yang kemudian dibawa ke Gedung Merah Putih KPK di Jakarta untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Baca Juga: Breaking News! Belum Lama Kunjungi Kota Kediri, Wali Kota Madiun Maidi Kena OTT KPK
Dalam operasi tangkap tangan tersebut, tim penindakan KPK turut mengamankan barang bukti berupa uang tunai dengan nilai ratusan juta rupiah.
Uang tersebut disita untuk kepentingan penyelidikan dan akan diproses lebih lanjut sesuai dengan mekanisme hukum yang berlaku.
"Selain itu tim juga mengamankan barang bukti dalam bentuk uang tunai senilai ratusan juta rupiah," tegas Budi Prasetyo, pada Senin, 19/1, dikutip dari Jawapos.
KPK menduga terdapat praktik penerimaan fee proyek serta dana corporate social responsibility (CSR) di wilayah Kota Madiun.
Meski demikian, KPK belum membeberkan secara rinci konstruksi perkara maupun identitas pihak-pihak yang diamankan dalam operasi tangkap tangan tersebut.
"Peristiwa tertangkap tangan ini diduga terkait dengan fee proyek dan dana CSR di wilayah Kota Madiun," imbuhnya.
Berikut profil Wali Kota Madiun
Nama Maidi dikenal luas sebagai Wali Kota Madiun yang menempuh perjalanan panjang dari dunia pendidikan hingga pemerintahan. Ia lahir di Magetan, Jawa Timur, pada 12 Mei 1961.
Pendidikan dasar hingga menengah ia jalani di wilayah Jawa Timur, sebelum melanjutkan studi ke jenjang perguruan tinggi.
Maidi meraih gelar sarjana dari IKIP Surabaya, lalu melanjutkan pendidikan pascasarjana hingga memperoleh dua gelar magister dari Universitas Satyagama Jakarta dan Universitas PGRI Adi Buana Surabaya.
Sebelum terjun ke dunia pemerintahan, Maidi mengawali kariernya sebagai guru geografi di SMAN 1 Madiun pada akhir 1980-an.
Kiprahnya di bidang pendidikan terus berkembang hingga ia dipercaya menjabat sebagai Kepala SMAN 2 Madiun pada periode 2002–2006.
Baca Juga: Bupati Pati Sudewo Juga Kena OTT KPK, Usai Wali Kota Madiun Maidi
Dari dunia pendidikan, Maidi kemudian melangkah ke birokrasi pemerintahan daerah. Ia sempat menjabat sebagai Kepala Dinas Pendidikan Kota Madiun sebelum dipercaya mengemban posisi strategis sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Madiun.
Pada 2019, Maidi memutuskan terjun ke kontestasi politik dengan maju sebagai calon Wali Kota Madiun dalam pemilihan kepala daerah. Dalam Pilkada tersebut, ia berhasil meraih kemenangan dan resmi dilantik sebagai Wali Kota Madiun.
Maidi diketahui merupakan kader Partai Gerindra. Pada Pilkada 2024, ia kembali maju sebagai calon Wali Kota Madiun dan ditetapkan sebagai pemenang oleh KPU Kota Madiun pada Januari 2025.
Baca Juga: Bupati Ponorogo Kena OTT KPK Gara-gara ini
Namun kini, Maidi terjaring operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi. Meski demikian, KPK belum menetapkan status hukum terhadap Maidi.
Editor : rekian