JP Radar Kediri – Belum lama kunjungi Kediri dan lakukan penjanjian kerja sama dengan Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati pada Selasa (13/1), Wali Kota Madiun Maidi hari ini, Senin (19/1) kena operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Dalam operasi tersebut, KPK mengamankan total 15 orang di wilayah Madiun.
Juru bicara KPK, Budi Prasetyo, dalam keterangannya, Senin (19/1) mengatakan timnya mengamankan barang bukti berupa uang tunai senilai ratusan juta rupiah.
Saat ini, barang bukti serta sembilan orang yang terjaring OTT telah dibawa ke Gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, untuk pemeriksaan lanjutan.
“Sebanyak sembilan orang di antaranya dibawa ke Jakarta untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Salah satunya Wali Kota Madiun,” ucap Budi.
Kesembilan orang tersebut akan menjalani pemeriksaan intensif. Sesuai ketentuan, KPK memiliki waktu 1x24 jam untuk menentukan status hukum sejumlah pihak yang diamankan.
Hasil pemeriksaan akan diumumkan melalui konferensi pers, termasuk konstruksi perkara, kronologi kejadian, serta peran masing-masing pihak dalam dugaan tindak pidana korupsi tersebut.
KPK menduga, adanya penerimaan fee proyek dan dana CSR di wilayah Kota Madiun. Namun, KPK belum mengungkap secara rinci konstruksi perkara maupun pihak-pihak yang diamankan dalam giat penindakan tersebut.
"Peristiwa tertangkap tangan ini diduga terkait dengan fee proyek dan dana CSR di wilayah Kota Madiun," imbuhnya.
Sebelumnya, Wali Kota Madiun Maidi yang hadir bersama para kepala organisasi perangkat daerah (OPD) juga disambut oleh jajaran pejabat Pemkot Kediri.
Selain menandatangani kerja sama, rombongan Pemkot Madiun juga berkeliling ke beberapa lokasi di Kota Kediri untuk melihat potensi yang bisa diadopsi dan dikembangkan di sana.
Salah satu kerja sama yang menurutnya potensial dilakukan Kota Madiun dan Kota Kediri saat ini adalah sektor ekonomi. Khususnya suplai hasil bumi seperti produk pertanian, hortikultura, hingga tanaman hias.
Maidi mencontohkan, saat Kota Madiun kesulitan suplai cabai, mereka bisa memasok dari Kediri yang produksinya lebih tinggi. Begitu juga untuk produk pangan dan perkebunan lain seperti buah-buahan.
Hal itu pula yang membuatnya tertarik mengadopsi konsep distribusi pangan dan produk pertanian dengan cakupan luas seperti Pasar Grosir Ngronggo dan Pasar Setonobetek.
Namun hari ini ia membuat gempar usai KPK melakukan OTT terhadap wali kota Madiun tersebut.
Untuk mendapatkan berita- berita terkini Jawa Pos Radar Kediri , silakan bergabung di saluran WhatsApp " Radar Kediri ". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : Shinta Nurma Ababil