Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Update Kasus Viral Pramugari Gadungan Batik Air, Begini Progres Tawaran Beasiswa di Kediri

Emilia Susanti • Sabtu, 17 Januari 2026 | 07:30 WIB
Khairun Nisa perempuan cantik nyamar jadi pramugari Batik Air
Khairun Nisa perempuan cantik nyamar jadi pramugari Batik Air

KEDIRI, JP Radar Kediri– Sosok Khairun Nisa, 23, pramugari gadungan Batik Air viral di media sosial. Banyak yang menghujatnya.

Namun ada juga yang bersimpati. Seperti lembaga pelatihan awak kabin di Kediri yang menawarkan beasiswa kepada Nisya.

Jika Nisya menerima pendidikan gratis yang ditawarkan tersebut maka pelatihan itu direncanakan berlangsung pada Maret mendatang.

Itu merupakan jadwal tercepat. Sementara, pelatihan tersebut akan berlangsung di Pare, Kediri.

“Insyaallah paling cepat dimulai pada bulan Maret, menyesuaikan dengan kesiapan saudara Nisya serta jadwal angkatan pelatihan lainnya,” ujar Pengelola dan Pengajar Aeronef Academy Miftakhul Rohmah.

Pihaknya berharap pendidikan gratis yang diberikan bisa menjadi bekal bagi Nisya untuk mengejar mimpinya.

Selain keterampilah profesional, pendidikan gratis tersebut juga diharapkan mampu bermanfaat sebagai ruang pemulihan.

“Kami ingin menumbuhkan kembali rasa percaya diri dan keberanian untuk bermimpi,” ungkap Mifta.

Meski apa yang dilakukan tidak bisa dibenarkan, pihaknya melihat ada semangat dan tekad kuat untuk bangkit memperbaiki masa depan.

Menurutnya, Nisya memiliki niat yang tulus untuk membahagiakan orang tuanya. Karena itulah pihaknya ingin memberikan pendidikan gratis.

“Kami terus berupaya dengan penuh kehati-hatian dan empati sembari menghormati ruang pribadi serta kondisi emosional yang sedan dia jalani,” ungkapnya.

Untuk diketahui, Nisya kedapatan melakukan aksi penyamaran sebagai pramugari Batik Air. Tentu saja banyak warganet yang mengkritik aksi nekatnya tersebut.

Namun demikian, wanita asal Pulau Sumatera itu disebut memiliki alasan tersendiri dibalik aksi tersebut.

Nisya mengklaim pernah mengikuti proses seleksi pramugari dengan biaya yang besar. Kurang lebih Rp 30 juta.

Tetapi, panggilan kerja itu tak kunjung datang. Padahal, keluaganya telah menaruh ekspektasi tinggi.

Hal itu membuat dirinya tertekan. Tak ingin membuat malu keluarga, dia pun melakukan aksi nekat tersebut. Ya walaupun penyamarannya akhirnya tetap terbongkar. (em/tar)

Editor : Andhika Attar Anindita
#kediri #beasiswa #pramugari gadungan batik air