Buku tersebut diedarkan secara gratis dalam format PDF dan tersedia dalam dua bahasa: yakni Indonesia dan Inggris, sebagai upaya memberikan akses seluas-luasnya kepada pembaca.
"Namaku Aurelie, dan ini kisahku. Ikuti aku kembali ke tempat dan waktu yang membentuk diriku, bahkan ke momen-momen yang dulu ingin kulupakan," tulis perempuan berdarah Eropa-Asia dalam pembuka buku tersebut.
Baca Juga: Pandji Pragiwaksono Bisa Dipidanakan Atau Tidak? Ini Kata Mahfud MD Hingga ICJR
Melalui karya otobiografi tersebut, Aurelie membuka lembaran kelam masa mudanya yang selama ini jarang diketahui publik, sekaligus mengangkat isu sensitif yang menuai perhatian luas dari warganet dan pembaca.
Berbeda dari penerbitan konvensional, Aurelie menulis, mendesain sampul, hingga mengatur tata letak buku ini secara mandiri.
"Aku ingin mengubah tanggal traumatis itu menjadi hari kemenangan. Semua kubuat sendiri, tanpa editor maupun pihak ketiga," tulis Aurelie dalam keterangan pengantar buku setebal 220 halaman tersebut.
Baca Juga: Roasting Gibran Ngantuk di Mens Rea, Komika Pandji Pragiwaksono Tuai Kritik dari Dokter Tompi
Judul Broken Strings menjadi simbol hilangnya masa muda akibat trauma, sekaligus merepresentasikan perjalanan Aurelie dalam menerima luka, menyadari kenyataan, dan berusaha bangkit kembali.
Memoar ini menuai tanggapan emosional dari pembaca karena keberanian Aurelie mengungkap isu hubungan tidak sehat secara terbuka, sekaligus memberikan pemahaman mengenai pentingnya mengenali tanda-tanda manipulasi emosional.
Banyak pembaca yang mengaku ikut merasakan kepedihan, kesesakan, kesedihan, kekecewaan, hingga amarah saat menyelami pengalaman pahit yang dialami Aurelie pada masa mudanya.
Aurelie menegaskan bahwa buku ini tidak direncanakan untuk dicetak, melainkan dibagikan gratis agar siapa saja dapat membacanya.
Berikut link buku gratis Aurelie Moeremans dalam dua versi Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris
Buku ini sekaligus memperkuat peran Aurelie sebagai penulis yang berani menyuarakan pengalaman pribadi, sekaligus mendorong kesadaran publik dan proses pemulihan bersama bagi para korban trauma, khususnya korban child grooming.
Untuk mendapatkan berita- berita terkini Jawa Pos Radar Kediri , silakan bergabung di saluran WhatsApp " Radar Kediri ". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel
Editor : rekian