Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Status Bansos 2026 Berubah Jadi 'Tidak', Lihat Apakah Termasuk dalam Kriteria Penerima Terbaru?

Shinta Nurma Ababil • Minggu, 11 Januari 2026 | 22:48 WIB
Ilustrasi pekerja sosial saat mendampingi pendataan bansos di Kota Kediri. Tahun 2025, salah satu perda yang disetujui DPRD Kota Kediri adalah Perda tentang Penyelenggaraan Kesejahteraan Sosial.
Ilustrasi pekerja sosial saat mendampingi pendataan bansos di Kota Kediri. Tahun 2025, salah satu perda yang disetujui DPRD Kota Kediri adalah Perda tentang Penyelenggaraan Kesejahteraan Sosial.

JP Radar Kediri - Perubahan status Penerima bansos dari “Ya” menjadi “Tidak” membuat banyak Keluarga Penerima Manfaat (KPM) PKH dan BPNT panik.

Bagaimana tidak, banyak status KPM saat di cek di laman cek bansos berubah total.

Namun, perubahan tersebut diketahui tidak serta-merta berarti bantuan dihentikan secara permanen.

Berdasarkan penjelasan administratif dan teknis Kementerian Sosial yang dihimpun dari kanal YouTube Klik Bansos, kondisi tersebut merupakan bagian dari proses normal transisi sistem di awal tahun anggaran.

Dijelaskan, setiap awal Januari, Kementerian Sosial melakukan penutupan buku anggaran tahun sebelumnya dan membuka data untuk tahun anggaran baru.

Kriteria KPM yang Dapat Bansos Tanpa Batas

Di sisi lain, Kementerian Sosial telah menetapkan tiga golongan KPM yang berhak menerima bantuan PKH dan BPNT tanpa batas waktu atau seumur hidup.

Kelompok pertama adalah KPM dengan komponen lansia.

Selama bantuan digunakan sesuai peruntukan, kelompok ini tetap mendapatkan bansos secara berkelanjutan

Golongan kedua adalah KPM dengan anggota keluarga penyandang disabilitas berat.

Pemerintah memastikan bantuan bagi kelompok ini tetap diberikan seumur hidup sebagai bentuk perlindungan sosial berkelanjutan.

Golongan ketiga adalah KPM dengan anggota keluarga Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ).

Penyebab Status Berubah Menjadi Tidak Penerima Bansos

Masa Transisi Bantuan Tahap 1

Dalam masa transisi ini, sistem sedang memproses Surat Keputusan (SK) penetapan penerima bantuan untuk periode Januari–Maret 2026.

Akibatnya, status penerima bisa sementara berubah menjadi “Tidak” atau kosong karena data belum sepenuhnya ditarik ke tampilan publik.

Pembersihan DTSEN

Selain itu, mulai 2026 pemerintah resmi memigrasikan basis data penerima dari Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) ke Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

Proses migrasi ini disertai pembersihan dan pencocokan ulang Nomor Induk Kependudukan (NIK) dengan data Dukcapil.

Selama verifikasi berlangsung, status penerima di laman cek bansos dapat berubah sementara.

Pengecekan Keaktifan Rekening

Tak hanya itu, Bank penyalur Himbara melakukan pengecekan ulang keaktifan rekening KPM.

Jika terdapat perbedaan data, sistem otomatis menampilkan status “Tidak” hingga proses validasi rekening selesai.

KPM diminta tidak panik dan disarankan menunggu hingga minggu kedua atau ketiga Januari 2026, saat data biasanya kembali stabil.

Namun demikian, pemerintah menegaskan bahwa ada kelompok KPM yang memang akan dicoret dari kepesertaan PKH dan BPNT.

penyebab lainnya seperti:

-Keluarga yang dalam satu KK memiliki anggota bekerja sebagai ASN, TNI, Polri, atau pekerja dengan penghasilan di atas UMR/UMP.

-KPM yang dinilai sudah mampu secara ekonomi atau terbukti menyalahgunakan bantuan untuk rokok.

-Minuman keras hingga game online terlarang juga dipastikan tidak lagi menerima bansos.

Daftar Bansos yang Tetap Cair di 2026

Berdasarkan informasi dari kanal YouTube Info Bansos, program-program yang bersifat fundamental tetap menjadi tulang punggung perlindungan sosial di Indonesia antara lain:

1. Program Keluarga Harapan (PKH): Tetap menyasar ibu hamil, anak sekolah, disabilitas, dan lansia.

2. BPNT (Program Sembako): Tetap fokus pada pemenuhan pangan namun dengan skema penyaluran yang lebih modern.

3. PIP (Program Indonesia Pintar): Berlanjut untuk menjamin keberlangsungan pendidikan anak dari keluarga kurang mampu.

4. PBI JKN: Jaminan iuran BPJS Kesehatan bagi masyarakat miskin tetap dialokasikan.

5. Program Atensi & Rehabilitasi: Dukungan untuk satu juta lansia dan disabilitas berupa alat bantu serta pelatihan.

6. Program Pemberdayaan: Modal Rp5 Juta untuk KPM Mandiri

Salah satu gebrakan di tahun 2026 adalah penguatan Program Pahlawan Ekonomi Nusantara (PPSE).

Program ini bukan sekadar bantuan cuma-cuma, melainkan jembatan bagi Keluarga Penerima Manfaat (KPM) untuk "naik kelas".

Pemerintah menyediakan modal usaha hingga Rp5 juta beserta pendampingan intensif. Namun, ada konsekuensi yang harus dipahami: "Penerima harus siap tidak lagi menerima bantuan sosial setelah dinyatakan mandiri."

Cara cek bansos Menggunakan KTP Lewat Hp

Untuk mengetahui sebagai penerima atau tidak, pertama, akses laman https://cekbansos.kemensos.go.id/

Lalu, masukkan provinsi, kabupaten, kecamatan dan desa/kelurahan

Masukkan pula nama penerima manfaat sesuai KTP. Kemudian isikan huruf kode yang tertera dalam kotak kode (captcha)

Klik tombol 'Cari Data'. Setelah itu, sistem Cek Bansos Kemensos akan mencari nama penerima manfaat sesuai wilayah yang dimasukkan.

Masyarakat bisa melakukan cek bansos tahun 2025 secara online melalui laman resmi Kemensos, https://cekbansos.kemensos.go.id. Berikut panduan selengkapnya.

Editor : Shinta Nurma Ababil
#perubahan desil bansos 2026 #cara cek bansos 2026 lewat HP #Status Bansos Kesejahteraan Rakyat #cara cek NIK KTP penerima bansos 2026 #tahap pencairan Bansos 2026 #cara cek desil bansos 2026 #kpm #status bansos 2026 #dtks bansos 2026 #cara cek nik ktp untuk bansos 2026 #NIK KTP bansos 2026 #cek NIK KTP penerima Bansos 2026