JP Radar Kediri - Meski sudah memasuki bulan Januari 2026, update terbaru soal penyaluran bansos susulan tahap 4 masih santer dibicarakan.
Pasalnya, para KPM juga menanti-nantikan pencairan BPNT Susulan Tahap 4 itu.
Terbaru, muncul laporan yang menyebut adanya laporan saldo yang masuk dengan nominal mencapai Rp1,8 juta pada awal Januari.
Saldo bansos PKH BPNT tersebut terpantau masuk melalui Kartu Keluarga Sejahtera dan setelah dilakukan penarikan, sisa saldo kembali nol, yang selama ini dikenal sebagai ciri pencairan bantuan sosial melalui KKS.
Nominal yang cukup besar ini diprediksi merupakan pencairan ganda atau double, yakni gabungan bansos PKH dan BPNT tahap 4 tahun sebelumnya yang baru terealisasi di awal tahun 2026.
Sejak awal pekan hingga pertengahan Januari, masih ditemukan bukti pencairan meskipun jumlahnya tidak banyak dan terjadi secara terbatas setiap harinya.
Salah satu nominal yang sempat terpantau adalah sekitar Rp875.000, yang merupakan kombinasi bantuan PKH sesuai dengan komponen penerima.
Sinyal positif bagi KPM yang hingga kini belum menerima PKH, BPNT, maupun bantuan tambahan lain dari tahun sebelumnya, karena peluang pencairan susulan masih terbuka selama proses penyaluran belum dinyatakan tuntas sepenuhnya.
Bansos tahap 1
Terkait bansos tahap 1 tahun 2026, prosesnya diperkirakan belum akan dimulai dalam waktu dekat sebelum seluruh pencairan susulan dari tahun sebelumnya benar-benar diselesaikan.
Berdasarkan pola penyaluran sebelumnya, estimasi paling cepat pencairan tahap 1 kemungkinan baru mulai diproses pada bulan Februari 2026, dengan realisasi yang masih terbatas.
Penyaluran yang lebih masif dan merata diperkirakan baru akan terjadi pada bulan Maret 2026, seiring selesainya pemutakhiran data dan penyesuaian administrasi di tingkat pusat hingga daerah.
Daftar Daerah Pencairan Bansos Susulan
Beberapa wilayah terpantau sudah melakukan penarikan saldo, mayoritas melalui Bank BRI. Berikut adalah beberapa laporannya:
Subang, Jawa Barat: KPM melaporkan BPNT susulan cair sebesar Rp600.000.
Purbalingga, Jawa Tengah: Bantuan PKH dan BPNT susulan sudah masuk rekening.
Wilayah Jawa Barat Lainnya: Ditemukan bukti struk pencairan PKH/BPNT dengan nominal mencapai Rp1.200.000.
Baca Juga: KPM Wajib Tau! Ini Bansos 2026 yang Cair dan yang Dibekukan, PKH BPNT Masih Lanjut
Waspadai Perubahan Status Penerima Bansos
Banyak KPM mendapati status kepesertaan di aplikasi Cek Bansos berubah dari “Ya” menjadi “Tidak” di awal 2026.
Perubahan ini menimbulkan kepanikan, padahal kondisi tersebut merupakan bagian dari proses verifikasi dan validasi data penerima bantuan untuk tahun anggaran baru.
Pada tahap ini, status masih bersifat sementara dan belum mencerminkan keputusan akhir.
Update Saldo Masuk di KKS Bank Himbara
Berdasarkan laporan bukti struk dari para KPM, berikut adalah rincian saldo yang terdeteksi masuk:
Bank BRI
Pada tanggal 1 Januari 2026, terpantau saldo masuk sebesar Rp600.000. Dana ini diduga kuat merupakan bantuan BPNT susulan tahap ke-4 dari periode tahun 2025 yang baru saja berhasil masuk ke rekening.
Bank Mandiri
Menyusul di tanggal 2 Januari 2026 pagi, tercatat adanya saldo masuk sebesar Rp600.000. Sama seperti BRI, ini merupakan dana BPNT susulan bagi KPM yang masuk dalam daftar pencairan akhir tahun lalu.
Bank BNI
Untuk saat ini, hasil pengecekan di Bank BNI mayoritas masih menunjukkan saldo nol. Hal ini menandakan sebagian besar KPM BNI kemungkinan sudah mencairkan seluruh bantuannya tepat waktu di akhir tahun 2025.
Perlu dipahami bahwa saldo yang masuk di awal Januari ini adalah dana bantuan tahun anggaran 2025 yang belum sempat diambil atau baru teralokasikan.
Masyarakat diimbau untuk segera melakukan pengecekan jika dalam 2-3 minggu terakhir belum memeriksa kartu KKS mereka.
Daftar Bansos yang Tetap Cair di 2026
Berdasarkan informasi dari kanal YouTube Info Bansos, program-program yang bersifat fundamental tetap menjadi tulang punggung perlindungan sosial di Indonesia antara lain:
1. Program Keluarga Harapan (PKH): Tetap menyasar ibu hamil, anak sekolah, disabilitas, dan lansia.
2. BPNT (Program Sembako): Tetap fokus pada pemenuhan pangan namun dengan skema penyaluran yang lebih modern.
3. PIP (Program Indonesia Pintar): Berlanjut untuk menjamin keberlangsungan pendidikan anak dari keluarga kurang mampu.
4. PBI JKN: Jaminan iuran BPJS Kesehatan bagi masyarakat miskin tetap dialokasikan.
5. Program Atensi & Rehabilitasi: Dukungan untuk satu juta lansia dan disabilitas berupa alat bantu serta pelatihan.
6. Program Pemberdayaan: Modal Rp5 Juta untuk KPM Mandiri
Salah satu gebrakan di tahun 2026 adalah penguatan Program Pahlawan Ekonomi Nusantara (PPSE).
Program ini bukan sekadar bantuan cuma-cuma, melainkan jembatan bagi Keluarga Penerima Manfaat (KPM) untuk "naik kelas".
Pemerintah menyediakan modal usaha hingga Rp5 juta beserta pendampingan intensif. Namun, ada konsekuensi yang harus dipahami: "Penerima harus siap tidak lagi menerima bantuan sosial setelah dinyatakan mandiri."
Cara cek bansos Menggunakan KTP Lewat Hp
Untuk mengetahui sebagai penerima atau tidak, pertama, akses laman https://cekbansos.kemensos.go.id/
Lalu, masukkan provinsi, kabupaten, kecamatan dan desa/kelurahan
Masukkan pula nama penerima manfaat sesuai KTP. Kemudian isikan huruf kode yang tertera dalam kotak kode (captcha)
Klik tombol 'Cari Data'. Setelah itu, sistem Cek Bansos Kemensos akan mencari nama penerima manfaat sesuai wilayah yang dimasukkan.
Masyarakat bisa melakukan cek bansos tahun 2026 secara online melalui laman resmi Kemensos, https://cekbansos.kemensos.go.id. Berikut panduan selengkapnya.
Cek Nama Penerima Bansos Lewat DTSEN secara Online
1. Unduh aplikasi “Cek Bansos” di Play Store
2. Daftar dan login menggunakan NIK
3. Pilih menu Cek Bansos
4. Masukkan data domisili dan nama lengkap
5. Tekan “Cari Data” dan lihat hasilnya
6. Kamu juga bisa cek lewat situs web cekbansos.kemensos.go.id
7. Buka cekbansos.kemensos.go.id
8. Masukkan data wilayah dan nama lengkap sesuai KTP
9. Masukkan kode captcha
10. Klik “Cari Data”.
Untuk mendapatkan berita- berita terkini Jawa Pos Radar Kediri , silakan bergabung di saluran WhatsApp " Radar Kediri ". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.