Tindakan Pandji tersebut mendapat tanggapan serius dari dr. Tompi. Dokter kecantikan yang juga berprofesi sebagai penyanyi itu menilai aksi Pandji tidak tepat dan tidak dapat dinilai sebagai komedian maupun kritik yang cerdas.
“Menertawakan kondisi fisik seseorang, apa pun konteksnya, bukanlah bentuk kritik yang cerdas,” ujar Tompi dalam unggahannya di Instagram.
Tompi menjelaskan bahwa tampilan mata yang terlihat ditakuti dalam dunia medis dikenal sebagai ptosis. Yakni kondisi anatomi yang dapat bersifat bawaan, fungsional, maupun berkaitan dengan masalah medis tertentu.
Baca Juga: Wapres Gibran Silaturahmi ke Ponpes Gus Iqdam di Blitar, Ini yang Dibahas Keduanya!
"Dan sama sekali bukan bahan lelucon. Kritik boleh, sindiran boleh, humor pun sah,
namun menegaskan kondisi tubuh seseorang bukanlah kecerdasan, melainkan kemalasan berpikir," papar Tompi.
Dokter kecantikan tersebut mengimbau para komika dan tokoh masyarakat untuk menaikkan standar diskusi dan wacana publik dengan memfokuskan kritik pada gagasan, kebijakan, serta tindakan, bukan pada kondisi fisik seseorang.
Bukan malah menjadikan fisik seseorang sebagai lelucon. Karena kondisi fisik seseorang merupakan ketetapan dari Tuhan yang tidak pernah dipilih oleh orang yang bersangkutan.
"Karena martabat manusia seharusnya tidak menjadi lucunya. Btw, saya nonton show-nya di Netflix, keren kok materinya. Banyak benarnya," ungkap Tompi.
Baca Juga: Wapres Gibran Datang ke Blitar, Ini Daftar Lokasi yang Dikunjungi!
Roasting yang disampaikan Pandji Pragiwaksono dalam acara Stand Up Comedy Mens Rea awalnya menarik minat memilih calon kepala negara berdasarkan penampilan fisik sejumlah kandidat pada Pilpres 2024 lalu.
Ganjar ganteng ya, Anies manis ya, Prabowo gemoy ya,” kata Pandji dalam show yang ditayangkan di Netflix pada (27/12)
Pandji kemudian menyoroti Gibran. Menurutnya, penampilan fisik salah satu putra Joko Widodo itu terlihat seperti mabuk. “Atau (calon) wakil presidennya, Gibran ngantuk ya. Salah nada, maaf. Gibran ngantuk ya?” ucap Pandji yang kemudian disambut tawa penonton.
Untuk mendapatkan berita- berita terkini Jawa Pos Radar Kediri , silakan bergabung di saluran WhatsApp " Radar Kediri ". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : rekian