Dedi mengaku menerima sebutan tersebut dengan lapang dada. Dan mengapresiasi kritik yang disampaikan Pandji.
Dedi menilai kritikan tersebut merupakan bentuk kepedulian serta bagian dari dinamika demokrasi dalam mengawasi kinerja pejabat publik.
Baca Juga: Heboh Dedi Mulyadi Dijodohkan dengan Atalia Praratya oleh Netizen, Momen Pertemuan Mendadak Viral
"Bang Pandji terima kasih ya, Saya penggemar anda loh. Anda ini keren, setiap pernyataan-pernyataannya itu menggelitik, korektif, dan edukatif. Termasuk nih orang Jawa Barat tuh milih pemimpin selalu yang keartisan," kata Dedi Mulyadi seperti dilihat pada akun Instagramnya, Minggu (4/12).
Meski begitu, eks Bupati Purwakarta tersebut meminta Pandji Pragiwaksono untuk berkeliling Jawa Barat agar dapat melihat langsung kinerjanya di lapangan.
Hal tersebut diungkapkannya menyusul kritik yang menyebut dirinya sebagai “Gubernur Konten”.
"Nah sedangkan saya sendiri yang dianggap gubernur yang youtuber, saya gak boleh menguji diri saya. Baik apa enggak saya memimpin. Nah gini aja, Kang Panji datang ke Jabar, keliling, lewatin tuh jalan-jalan provinsi ya," ungkapnya.
"Kemudian keliling ke daerah-daerah di berbagai daerah di seluruh wilayah Provinsi Jawa Barat. Saya ngebangunnya benar apa enggak? Apakah saya ini hanya gubernur konten atau kenyataan gubernur? Ya kita sama-sama lihat bagaimana hasil di lapangan," tambah dia.
Tak lupa, Dedi juga meminta Pandji untuk terus berkarya dan melakukan otokritik secara terbuka.
Mengingat Indonesia merupakan negara demokrasi yang menjamin kebebasan setiap warganya dalam menyampaikan pendapat.
Baca Juga: Menkeu Purbaya vs Dedi Mulyadi, BI Buka Suara Soal Selisih Data Dana Pemda yang Jadi Perdebatan
“Karena ini negara demokrasi, setiap orang dapat menyampaikan pernyataan, pikiran dan gagasan termasuk koreksi secara terbuka. Apalagi dikemas dalam koreksi-koreksi yang jenaka. Keren,” jelas Dedi Mulyadi.
Sementara itu, ia juga menyinggung pernyataan Pandji mengenai kepemimpinan Jawa Barat yang kerap memilih sosok berlatar belakang artis.
Dedi menegaskan bahwa tidak semua artis yang mencalonkan diri otomatis dipilih oleh masyarakat.
"Sayang sekali Bang Pandji, Pak Deddy Mizwar dan Pak Dede Yusuf waktu nyalonin jadi gubernur malah gak kepilih. Pak Deddy Mizwar pasangan dulunya sama saya loh calon wakil gubernurnya. Lalu Pak Dede Yusuf juga gak terpilih juga," ungkap dia.
Meski berlatar belakang artis, Dedi mengakui bahwa Dede Yusuf sejatinya memiliki pemahaman pembangunan yang sangat baik.
Baca Juga: Study Tour Buntut Larangan, Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Terancam Dimakzulkan Serikat Pekerja
Sehingga menurutnya hal tersebut membuktikan bahwa tidak semua calon politik dari kalangan artis memiliki kualitas yang buruk.
"Tetapi meskipun dia artis, saya ngaku jujur, Pak Dede Yusuf itu punya kemampuan pemahaman pembangunan yang relatif sangat baik. Dan sekarang dua kali menjadi pimpinan komisi di DPR RI juga kerangka berpikir pembangunannya keren. Nah untuk itu banyak yang artis juga punya kemampuan," tukas Dedi Mulyadi.
Untuk mendapatkan berita- berita terkini Jawa Pos Radar Kediri , silakan bergabung di saluran WhatsApp " Radar Kediri ". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : rekian