Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Kabar Baik! Bansos Per 7 Januari 2026 Pastikan PKH BPNT, BLT Dana Desa Disalurkan Bertahap ke KKS

Shinta Nurma Ababil • Rabu, 7 Januari 2026 | 15:13 WIB
Bansos PKH BPNT 2025
Bansos PKH BPNT 2025

JP Radar Kediri – Memasuki tanggal 7 Januari 2026, Bantuan sosial (bansos) pencairannya kembali dinanti terutama program reguler dinanti-nanti.

Keluarga Penerima Manfaat (KPM) menunggu Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) tahap 1 disalurkan, atau bahkan susulan tahap 4 dari 2025.

Dilansir dari kanal YouTube Pendamping Sosial, dalam pengumuman terkait kebijakan bansos tahun 2026, ditegaskan bahwa bansos bersifat sementara.

Sehingga terdapat batasan waktu penerima bansos, batau lagi untuk dinikmati selama 10 hingga 15 tahun seperti yang selama ini terjadi.

Penerima bansos akan dievaluasi setiap lima tahun, bahkan bisa lebih cepat jika dianggap sudah mampu secara sosial dan ekonomi.

Penerima bansos dibedakan berdasarkan kondisi seperti lansia dan penyandang disabilitas tetap mendapat perlindungan sosial jangka panjang.

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Sosial dan kementerian terkait memastikan kelanjutan berbagai program bantuan sosial (Bansos) untuk tahun anggaran 2026.

Dengan total anggaran mencapai Rp508,2 triliun, sejumlah bantuan prioritas dijadwalkan mulai disalurkan kepada jutaan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) mulai awal Januari 2026.

Melihat status bansos saat ini, data di sistem SIKS-NG menunjukkan banyak KPM telah berstatus Standing Instruction (SI).

Status SI ini artinya dana sedang dalam proses pencairan. Pemerintah mengimbau agar KPM tidak panik, namun tetap rutin melakukan pengecekan saldo rekening KKS secara berkala.

Begitu saldo masuk, KPM diminta segera melakukan pencairan agar dana tidak kembali ditarik dan dikembalikan ke kas negara.

Tak hanya itu, kabar gembira lainnya datang dari kebijakan bansos penebalan non tunai. Pemerintah resmi melanjutkan program bantuan beras 10 kilogram per bulan mulai Januari 2026.

Direktur Utama Perum Bulog menyatakan bahwa pemerintah telah menyiapkan 720 ribu ton beras untuk disalurkan kepada sekitar 18 juta penerima selama empat bulan, yakni Januari hingga April 2026.

Program ini bertujuan menjaga stabilitas harga pangan sekaligus membantu masyarakat menjelang Ramadan dan Idulfitri.

Penyaluran beras akan dilakukan melalui PT Pos Indonesia maupun titik distribusi desa dan kelurahan, sesuai mekanisme tahun sebelumnya.

Bansos PKH 2026

Program Keluarga Harapan (PKH) Tahap 1 PKH tetap menjadi andalan dengan target 10 juta KPM.

Penyaluran tahap pertama diproyeksikan berlangsung antara Januari hingga Maret 2026 melalui Kartu Keluarga Sejahtera (KKS).

Nominal bantuan bervariasi:

- Ibu Hamil: Rp750.000/tahap.

- Anak SD: Rp225.000/tahap.

- Lansia: Rp600.000/tahap.

Bansos BPNT 2026

Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) / Program Sembako Bantuan ini menyasar 18,3 juta penerima dengan nilai Rp200.000 per bulan.

Untuk tahap pertama (Januari-Maret), KPM diprediksi akan menerima akumulasi bantuan sebesar Rp600.000.

KIP Kuliah (Bantuan Terbesar) Berdasarkan informasi dari saluran YouTube tersebut, bantuan KIP Kuliah untuk mahasiswa memiliki nominal yang sangat membantu, yakni mencapai Rp800.000 hingga Rp1,4 juta per bulan, tergantung pada wilayah kampus.

Bantuan ini diberikan secara berkelanjutan hingga semester 8.

 Baca Juga: Bansos PKH BPNT Tahap 4 Rp600 Ribu Masuk KKS Rekening BRI dan Mandiri, KPM Diminta Cek Hingga 15 Januari 2026!

BLT Dana Desa

BLT Dana Desa Bagi masyarakat di pedesaan, BLT Dana Desa juga mulai disalurkan pada Januari 2026 dengan nilai Rp300.000 per bulan.

Beberapa daerah dilaporkan sudah mulai mencairkan bantuan ini sejak 5 Januari.

PBI JK

Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI JK) Pemerintah juga melanjutkan subsidi iuran BPJS Kesehatan sebesar Rp42.000 per orang setiap bulannya untuk memastikan akses kesehatan gratis bagi keluarga tidak mampu.

Pemerintah mengimbau agar para KPM memegang sendiri kartu KKS mereka untuk menghindari potongan dari pihak tidak bertanggung jawab dan terus memantau status kepesertaan melalui sistem DTKS.

Baca Juga: Bansos PKH BPNT Tahap 4 Rp600 Ribu Masuk KKS Rekening BRI dan Mandiri, KPM Diminta Cek Hingga 15 Januari 2026!

Cara Cek Bansos 2026 Menggunakan KTP Lewat Hp

Untuk mengetahui sebagai penerima atau tidak, pertama, akses laman https://cekbansos.kemensos.go.id/

Lalu, masukkan provinsi, kabupaten, kecamatan dan desa/kelurahan

Masukkan pula nama penerima manfaat sesuai KTP. Kemudian isikan huruf kode yang tertera dalam kotak kode (captcha)

Klik tombol 'Cari Data'. Setelah itu, sistem Cek Bansos Kemensos akan mencari nama penerima manfaat sesuai wilayah yang dimasukkan.

Masyarakat bisa melakukan cek bansos tahun 2025 secara online melalui laman resmi Kemensos, https://cekbansos.kemensos.go.id. Berikut panduan selengkapnya.

Cek Nama Penerima Bansos Lewat DTSEN secara Online

1. Unduh aplikasi “Cek Bansos” di Play Store

2. Daftar dan login menggunakan NIK

3. Pilih menu Cek Bansos

4. Masukkan data domisili dan nama lengkap

5. Tekan “Cari Data” dan lihat hasilnya

6. Kamu juga bisa cek lewat situs web cekbansos.kemensos.go.id

7. Buka cekbansos.kemensos.go.id

8. Masukkan data wilayah dan nama lengkap sesuai KTP

9. Masukkan kode captcha

10. Klik “Cari Data”.

 

 

Untuk mendapatkan berita-  berita terkini   Jawa Pos   Radar Kediri  , silakan bergabung di saluran WhatsApp "  Radar Kediri  ". Caranya klik link join  saluran WhatsApp Radar Kediri.  Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.

Editor : Shinta Nurma Ababil
#pencairan bansos 2026 #syarat penerima bansos 2026 #Jadwal Penyaluran Bansos 2026 #cara daftar bansos 2026 #pkh #KPM bansos 2026 #daftar bansos 2026 #bpnt #Aturan terbaru bansos 2026 #Skema Bansos 2026 #jadwal bansos 2026 #cek bansos 2026 #bansos 2026 #blt dana desa #jadwal pencairan bansos 2026