Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Bansos PKH BPNT Tahap 4 Masih Cair Susulan, Daerah Ini Dapat Saldo Hingga Rp1,2 Juta

Shinta Nurma Ababil • Kamis, 1 Januari 2026 | 16:36 WIB
ANTRE: Belasan penerima BLTS Kesra menunggu giliran untuk bisa mencairkan bantuan lewat mesin ATM di Bank Mandiri Jl Brigjen Katamso Kota Kediri kemarin.
ANTRE: Belasan penerima BLTS Kesra menunggu giliran untuk bisa mencairkan bantuan lewat mesin ATM di Bank Mandiri Jl Brigjen Katamso Kota Kediri kemarin.

JP Radar Kediri - Meski sudah pergantian tahun, Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Bansos atau bantuan sosial susulan masih bisa dapat.

Sejumlah Bansos, khususnya Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) tahap 4, dilaporkan masih mengalami pencairan pada Kamis, 1 Januari 2026, baik melalui kartu Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) maupun PT Pos Indonesia.

Pemantauan terbaru menunjukkan adanya saldo bansos yang kembali masuk ke rekening KKS di beberapa wilayah.

Informasi ini disampaikan kanal YouTube Bungkas Wae, yang secara rutin memantau pergerakan pencairan Bansos di berbagai daerah.

Daerah yang Dapat Bansos Susulan 2025

Dilaporkan bahwa pencairan terpantau masuk ke kartu KKS Bank BRI dengan nominal mencapai Rp1.200.000.

Selain itu, pencairan BPNT juga terkonfirmasi masuk ke KKS Bank BSI di wilayah Aceh.

Dalam kasus ini, KPM menerima BPNT dua tahap sekaligus, yakni tahap 3 dan tahap 4, dengan total dana Rp1.200.000.

Sementara itu, pencairan BPNT melalui KKS Bank BNI juga masih terjadi, dengan nominal yang masuk sebesar Rp600.000.

Namun demikian, terdapat pula laporan KPM yang kehilangan saldo bantuan karena terlambat melakukan pengecekan dan penarikan, sehingga dana tersebut ditarik kembali oleh negara.

Kabar positif juga datang bagi penerima BLT Kesra Rp900.000 yang selama ini mencairkan bantuan melalui PT Pos Indonesia dan belum memiliki rekening KKS Merah Putih.

Kelompok ini disebut memiliki peluang untuk naik status menjadi penerima PKH pada tahap selanjutnya, dengan syarat terdaftar dalam Data Tunggal Sosial Nasional (DTSN), berada pada desil 1 hingga 4.

Selain itu, memiliki salah satu komponen PKH seperti ibu hamil, balita, anak sekolah, lansia, atau penyandang disabilitas.

Pemerintah disebut tengah menyiapkan regenerasi penerima PKH untuk menggantikan KPM lama yang telah digraduasi.

Skema ini diharapkan membuka kesempatan bagi keluarga baru yang dinilai lebih membutuhkan bantuan.

KPM yang telah menerima bantuan sosial selama lebih dari lima tahun berturut-turut berpotensi dicoret dari daftar penerima.

Kebijakan ini dikecualikan bagi KPM kategori disabilitas berat dan lansia yang masih tetap mendapatkan bantuan.

Disebutkan, sekitar 300 ribu lebih KPM akan dihapus dari kepesertaan bansos mulai tahun depan sebagai bagian dari upaya pemerataan dan ketepatan sasaran.

Daftar Bansos yang Tetap Cair di 2026

Berdasarkan informasi dari kanal YouTube Info Bansos, program-program yang bersifat fundamental tetap menjadi tulang punggung perlindungan sosial di Indonesia antara lain:

1. Program Keluarga Harapan (PKH): Tetap menyasar ibu hamil, anak sekolah, disabilitas, dan lansia.

2. BPNT (Program Sembako): Tetap fokus pada pemenuhan pangan namun dengan skema penyaluran yang lebih modern.

3. PIP (Program Indonesia Pintar): Berlanjut untuk menjamin keberlangsungan pendidikan anak dari keluarga kurang mampu.

4. PBI JKN: Jaminan iuran BPJS Kesehatan bagi masyarakat miskin tetap dialokasikan.

5. Program Atensi & Rehabilitasi: Dukungan untuk satu juta lansia dan disabilitas berupa alat bantu serta pelatihan.

6. Program Pemberdayaan: Modal Rp5 Juta untuk KPM Mandiri

Salah satu gebrakan di tahun 2026 adalah penguatan Program Pahlawan Ekonomi Nusantara (PPSE).

Program ini bukan sekadar bantuan cuma-cuma, melainkan jembatan bagi Keluarga Penerima Manfaat (KPM) untuk "naik kelas".

Pemerintah menyediakan modal usaha hingga Rp5 juta beserta pendampingan intensif. Namun, ada konsekuensi yang harus dipahami: "Penerima harus siap tidak lagi menerima bantuan sosial setelah dinyatakan mandiri."

Cara cek bansos Menggunakan KTP Lewat Hp

Untuk mengetahui sebagai penerima atau tidak, pertama, akses laman https://cekbansos.kemensos.go.id/

Lalu, masukkan provinsi, kabupaten, kecamatan dan desa/kelurahan

Masukkan pula nama penerima manfaat sesuai KTP. Kemudian isikan huruf kode yang tertera dalam kotak kode (captcha)

Klik tombol 'Cari Data'. Setelah itu, sistem Cek Bansos Kemensos akan mencari nama penerima manfaat sesuai wilayah yang dimasukkan.

Masyarakat bisa melakukan cek bansos tahun 2025 secara online melalui laman resmi Kemensos, https://cekbansos.kemensos.go.id. Berikut panduan selengkapnya.

Cek Nama Penerima Bansos Lewat DTSEN secara Online

1. Unduh aplikasi “Cek Bansos” di Play Store

2. Daftar dan login menggunakan NIK

3. Pilih menu Cek Bansos

4. Masukkan data domisili dan nama lengkap

5. Tekan “Cari Data” dan lihat hasilnya

6. Kamu juga bisa cek lewat situs web cekbansos.kemensos.go.id

7. Buka cekbansos.kemensos.go.id

8. Masukkan data wilayah dan nama lengkap sesuai KTP

9. Masukkan kode captcha

10. Klik “Cari Data”.

 

Untuk mendapatkan berita-  berita terkini   Jawa Pos   Radar Kediri  , silakan bergabung di saluran WhatsApp "  Radar Kediri  ". Caranya klik link join  saluran WhatsApp Radar Kediri.  Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.

Editor : Shinta Nurma Ababil
#PKH BPNT #bansos susulan 2025 #Bansos Susulan Desember 2025 #PKH BPNT tahap 4 #bansos susulan #bansos 2026 #Bansos cair #bansos