JP Radar Kediri - Tanggal dibukanya rekrutmen Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2026 menjadi hal yang ditunggu-tunggu para pencari kerja yang mengharapkan pekerjaan yang lebih baik.
Seperti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Kepala BRIN, Arif Satria telah memberikan sinyal bahwa lembaganya akan membuka pendaftaran CPNS 2026 dengan formasi periset sebagai siasat atas minimnya jumlah periset di Indonesia.
Beberapa bidang yang diprioritaskan diantaranya: pemuliaan tanaman, nanoteknologi, genomics, antariksa, sains material, dan bidang teknologi keberlanjutan.
Menurutnya, jumlah periset Indonesia saat ini sendiri masih berada di angka 300 orang per satu juta penduduk.
Hal ini jauh berbeda dengan kondisi di negara maju, yang memiliki sekitar 4.000 periset per satu juta penduduk.
Tak hanya itu, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa juga sempat mengungkapkan bahwa pihaknya akan membuka pendaftaran CPNS 2026.
Namun, pendaftarannya terbatas atau hanya terbuka pada lulusan Politeknik Keuangan Negara STAN (PKN STAN) dan sekolah menengah atas (SMA).
Hal ini dikarenakan Kemenkeu telah membuka pendaftaran CPNS untuk jalur umum pada rekrutmen sebelumnya.
Kemenkeu sendiri berencana menyerap 279 lulusan STAN pada pendaftaran CPNS tahun depan.
Bahkan, Kemenkeu juga akan membuka lowongan bagi 300 pekerja lulusan SMA di seluruh Indonesia sebagai petugas lapangan di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.
Saat ini, pemerintah disebut masih memetakan kebutuhan pegawai di kementerian dan lembaga (K/L) sebagai persiapan rekrutmen CPNS.
Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Rini Widyantini mengaku telah meminta kepada Kementerian dan Lembaga untuk menyerahkan analisa kebutuhan pegawai mereka dalam lima tahun ke depan.
Menurutnya, analisa kebutuhan juga harus sesuai dengan program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto. Kementerian PANRB, kata Rini, akan membantu menyiapkan kebutuhan postur ASN secara nasional.
Saat ini, Rini mengatakan pihaknya tengah berkonsentrasi menyelesaikan penerbitan Surat Keputusan (SK) pengangkatan ASN 2025.
Gaji CPNS Berdasarkan Golongan
Sementara untuk gaji, diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 5 Tahun 2024. Berikut adalah rincian gaji pokok berdasarkan golongan:
Golongan I (Lulusan SMA/SMK Sederajat)
1A: Rp1,6 juta – Rp2,5 juta
1B: Rp1,8 juta – Rp2,6 juta
1C: Rp1,9 juta – Rp2,7 juta
1D: Rp2 juta – Rp2,9 juta
Golongan II (Lulusan D3 Sederajat)
2A: Rp2,1 juta – Rp3,6 juta
2B: Rp2,3 juta – Rp3,7 juta
2C: Rp2,4 juta – Rp3,9 juta
2D: Rp2,5 juta – Rp4,1 juta
Golongan III (Lulusan S1/D4 Sederajat)
3A: Rp2,7 juta – Rp4,5 juta
3B: Rp2,9 juta – Rp4,7 juta
3C: Rp3 juta – Rp4,9 juta
3D: Rp3,1 juta – Rp5,1 juta
Golongan IV (Lulusan S2 Sederajat)
4A: Rp3,2 juta – Rp5,3 juta
4B: Rp3,4 juta – Rp5,6 juta
4C: Rp3,5 juta – Rp5,8 juta
4D: Rp3,7 juta – Rp6,1 juta
4E: Rp3,8 juta – Rp6,3 juta
Selama masa percobaan, CPNS hanya menerima 80 persen dari gaji pokok. Sebagai contoh, CPNS golongan 3A dengan gaji pokok Rp 2,7 juta akan menerima Rp 2,2 juta selama masa percobaan.
Syarat pendaftaran CPNS 2026
1. Berstatus sebagai Warga Negara Indonesia (WNI) dan memenuhi persyaratan administrasi yang ditetapkan oleh instansi terkait, termasuk ketentuan batas usia.
2. Berusia paling rendah 18 tahun dan paling tinggi 35 tahun. Batas usia dapat diperpanjang hingga 40 tahun untuk jabatan tertentu, seperti dokter, dokter gigi, dokter pendidik klinis, dosen, peneliti, dan perekayasa.
3. Memiliki kondisi kesehatan fisik dan mental yang layak sesuai dengan persyaratan jabatan.
4. Tidak pernah dijatuhi hukuman pidana dengan ancaman atau vonis penjara paling singkat dua tahun.
5. Tidak memiliki riwayat pemberhentian tidak hormat sebagai PNS, prajurit TNI, anggota Polri, maupun pegawai swasta.
6. Tidak sedang berstatus sebagai CPNS, PNS, prajurit TNI, atau anggota Polri.
7. Tidak menjadi anggota atau pengurus partai politik serta tidak terlibat dalam kegiatan politik praktis.
8. Memiliki kualifikasi pendidikan yang sesuai dengan formasi atau jabatan yang dilamar.
9. Sehat jasmani dan rohani sesuai dengan kebutuhan dan tuntutan jabatan.
10. Bersedia ditempatkan di seluruh wilayah Indonesia
Untuk mendapatkan berita- berita terkini Jawa Pos Radar Kediri , silakan bergabung di saluran WhatsApp " Radar Kediri ". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : Shinta Nurma Ababil