Hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur kawasan lereng Gunung Slamet yang menyebabkan Sungai Gung meluap dan memicu bencana tersebut.
Peristiwa ini mengakibatkan kerusakan serius di sejumlah titik, terutama di area Pancuran 13 yang selama ini menjadi salah satu ikon wisata unggulan Guci.
Banjir bandang terjadi sekitar pukul 16.30 WIB setelah hujan lebat turun sejak siang hari. Luapan air sungai datang secara tiba-tiba dengan arus yang sangat deras, membawa material lumpur, bebatuan, hingga potongan kayu ke kawasan objek wisata, sehingga merusak fasilitas di sekitarnya.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menjelaskan salah satu lokasi yang terdampak adalah objek wisata pemandian air panas Pancuran 13.
Derasnya arus banjir mengakibatkan kolam air panas di kawasan tersebut tersapu air dan material bawaan banjir.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menjelaskan, bencana tersebut dipicu oleh curah hujan tinggi yang berlangsung cukup lama.
Hingga menyebabkan debit air Sungai Gung meningkat drastis hingga melampaui kapasitas sungai. Meski menimbulkan kerusakan cukup parah, peristiwa ini tidak menimbulkan korban jiwa.
"Laporan yang masuk sampai malam ini (Sabtu malam-red), tidak terdapat korban jiwa dari pengunjung kawasan wisata," ucap Muhari, pada Minggu (21/12) dikutip dari Jawapos.
Meski begitu, BPBD Kabupaten Tegal telah turun langsung ke lokasi untuk melakukan kaji cepat sekaligus penanganan darurat guna memastikan situasi dan kondisi di lapangan tetap terkendali.
Demi menjaga keselamatan pengunjung dan warga sekitar, BNPB menyatakan kawasan Pancuran 13 ditutup sementara waktu hingga kondisi dinyatakan aman dan proses penanganan selesai.
"Demi alasan keselamatan, kawasan wisata Guci sementara waktu ditutup untuk aktivitas umum," pungkasnya.
BNPB juga mengimbau masyarakat yang bermukim di sepanjang aliran Sungai Gung, khususnya di wilayah Balapulang, Dukuhwaru, Adiwerna, hingga kawasan Pantura, agar meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan.
Untuk mendapatkan berita- berita terkini Jawa Pos Radar Kediri , silakan bergabung di saluran WhatsApp " Radar Kediri ". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : rekian